iye Bang, malu nanya sesat di jalan ... mau kemane sih Bang? ke tempat kmaren? asiiiiikkk
On 6/26/08, si pitung <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > sane tuju aje dah bang, kekerasan emang musti dihindari tp kadang2 kite kaga > bs ngeles bang, namenye musuh kaga dicari nongol sndiri hehe > ga usah teralu didramatisir lah kekerasan monas, kaya' telenovela aje, lagian > kaga ada asep kalo kaga ada api. > Apinye siape tuh? > kasih nasehatnya buat yg bela orang sesat , pegimane nih? > > > > ----- Original Message ---- > From: eka zulkarnain <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected]; [EMAIL PROTECTED] > Sent: Wednesday, June 25, 2008 6:59:05 PM > Subject: [ppiindia] Bela FPI Lawan Kemungkaran! (lharus hindari cara > kekerasan) > > Wah ada yang panas nih dengan insiden monas. Tenang mang. hehehe saya juga > sudah baca blogspot fpi petamburan. isinya lucu, saya sih senyum-senyum. > Banyak kontent yang menurut saya kurang mengakar dan mendalam. Tapi ya itulah > demokrasi...saya menghargai perbedaan dan tak perlu memerangi perbedaan serta > menghajar orang yang berbeda pandangan dengan pentungan, tongkat atau > pukulan. Silahkan saja Anda giat melakukan kampanye anti kemungkaran, anti > kemaksiatan tapi jangan dengan kekerasan dan bersinggungan dengan hal-hal > yang melawan hukum. > > Lebih baik FPI ubah platform melawan kemungkarannya dengan cara damai dan > simpatis. Tolong juga kalau lagi arak-arakkan di jalanan, jangan gedor-gedor > mobil orang untuk minggir dan bawa panji-panji dari bambu yang bisa > mencelakakan pengendara motor atau mobil lain. Coba kalau bambu itu tiba-tiba > dipegang melintang kena orang yang naik motor, akibatnya fatal kan? > > Dan untuk menunjukkan bahwa orang Islam juga tertib lalu lintas, 'seharusnya' > (memang wajib bukan lebih baik) anggota FPI yang naik motor pakai helm. > Soalnya yang orang Islam itu kan bukan anggota FPI saja. FPI atau siapapun > yang mengaku sebagai orang Islam yang menggunakan fasilitas jalan dengan > membawa simbol-simbol agama harusnya tertib lalu lintas. Menurut hemat saya, > kopiah atau sorban itu sangat tipis peluangnya menyelamatkan kepala ketika > kepala mencium aspal... > > > <font color="#2d2d2d" face="comic sans ms" > style="BACKGROUND-COLOR:#ff409f;">Eka Zulkarnain</font> > > > > ----- Original Message ---- > From: si pitung <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Tuesday, June 24, 2008 1:46:28 PM > Subject: [ppiindia] Bela FPI Lawan Kemungkaran! > > Bela FPI Lawan Kemungkaran! > > Kamis 05 Jun, 05:24 PM > FPI Update (armnews) - Saat ini, sebagian kaum > muslimin mungkin mengalami kebingungan terkait peristiwa Provokasi 1 > Juni 2008 di Monas. Apakah mereka harus membela Front Pembela Islam > (FPI), atau membela Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan > Berkeyakinan (AKK-BB)? > > Selintas, jika hanya melihat tayangan-tayangan media elektronik maupun > cetak, maka opini kaum muslimin tergiring untuk ikut mencerca dan > meminta pembubaran FPI dan simpati kepada AKK-BB. Padahal, kalau mau > berfikir sejenak, merenung, menimbang dan membandingkan, lalu kembali > ke standar nilai hakiki, yakni Al-Qur'an dan As Sunnah, maka > persoalannya akan menjadi berbeda. Bagaimanakah sikap kaum muslimin > seharusnya? > > Siapa FPI Siapa AKK-BB? > Tak kenal maka tak sayang. Ungkapan ini tetap relevan sebelum kita > membahas lebih jauh peristiwa provokasi 1 Juni 2008. Siapakah > sebenarnya FPI, dan juga AKK-BB? Apa visi dan misi mereka? > Dalam situs FPI: http://fpipetamburan.blogspot.com dijelaskan tentang visi > misi FPI, yakni: > "Posisi FPI menjadi semacam Pressure Group di Indonesia, untuk > mendorong berbagai unsur pengelola negara agar berperan aktif dalam > memperbaiki dan mencegah kerusakan moral dan akidah umat Islam, serta > berinisiatif membangun suatu tatanan sosial, politik & hukum yang > sejalan dengan nilai-nilai syariat Islam." (Habib Rizieq, Ketua Umum > FRONT PEMBELA ISLAM, 2007). > Sebuah tujuan yang mulia dan sesuai dengan tuntunan syari'at agar > adanya kelompok yang selalu menyeru kepada kebaikan (Islam) dan beramar > ma'ruf nahi munkar. Allah swt. berfirman, > "Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru > kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang > munkar; merekalah orang-orang yang beruntung." (Ali Imran: 104) > Dalam kiprahnya, FPI konsisten untuk ber-amar ma'ruf nahi munkar, meski > kadang sebagian umat Islam kurang setuju dengan 'cara' amar ma'ruf nahi > munkar FPI yang lebih banyak menggunakan 'tangan'. Dalam Islam etika > amar ma'ruh nahi munkar sendiri memang bertingkat. > Abu Sa'id al Khudri r.a. meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw. bersabda: > "Siapa saja yang melihat kemungkaran dia harus mengubahnya dengan > tangan, jika dia tidak bisa kemudian dengan lidahnya, dan jika dia > tidak bisa maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya Imaan." > Lalu, apakah AKK-BB adalah sebuah kemungkaran sehingga FPI bermaksud untuk > mengubahnya? > Dalam situs AKK-BB: http://akkbb.wordpress.com dijelaskan bahwa Aliansi ini > dibentuk oleh beberapa lembaga yang > concern terhadap kebebasan beragama dan berkeyakinan, untuk melakukan > kampanye anti kekerasan atas nama agama, dan melakukan advokasi > terhadap kelompok-kelompok yang ditindas atas nama perbedaan keyakinan > dan agama. > Dari penjelasan tersebut, maka siapapun bisa mencium kuatnya aroma > pluralisme (menyamakan dan membenarkan semua agama) dan liberalisme > (kebebasan berprilaku) pada AKK-BB ini. Bahkan, kalau ditelusuri lebih > mendalam lagi, maka terlihat jelas bahwa keberadaan AKK-BB hanya untuk > mendukung Ahmadiyyah, yang telah dinyatakan sesat dan menyesatkan oleh > MUI. Dengan begitu, AKK-BB adalah kemungkaran atau menyuarakan dan > memperjuangkan kemungkaran! > Karena secara tegas Allah SWT melarang kaum muslimin untuk meyakini dan > membenarkan keyakinan (agama, ideologi, faham) lain selain Islam; > "Dan barangsiapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan > diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi." (Ali Imran: 85) > Bahkan apabila diperhatikan secara seksama perjalanan historis dan > ideologi kelompok sesat dan menyesatkan Ahmadiyah dengan AKK-BB, kita > akan menemukan benang merah antara keduanya, yakni permusuhan terhadap > syariat Islam, pertemanan dengan kalangan Zionis, mengedepankan berbaik > sangka terhadap non-Muslim dan mendahulukan kecurigaan terhadap kaum > Muslimin. Ini juga jelas sebuah kemungkaran yang besar! > Secara jelas hal di atas bertentangan dengan perintah Allah SWT dalam > Al-Qur'an, sebagaimana firman-Nya : > "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang > Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka > adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu > mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk > golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada > orang-orang yang zalim." (Al Ma-idah: 51) > Kelompok-kelompok yang bergabung dalam AKK-BB bisa menunjukkan siapa > sebenarnya AKK-BB dan apa visi misinya. Ada 67 kelompok yang bergabung > dalam aliansi AKK-BB, yaitu : > 1. Indonesian Conference on Religion and Peace > 2.. National Integration Movement > 3. The Wahid Institute > 4. Kontras > 5. LBH Jakarta > 6. Jaringan Islam Kampus (JaRiK) > 7.. Jaringan Islam Liberal > 8. Lembaga Studi Agama dan Filsafat > 9. Generasi Muda Antar Iman > 10. Crisis Center Gereja Kristen Indonesia > 11. Institut DIAN/Interfidei > 12. Masyarakat Dialog Antar Agama > 13. Komunitas Jatimulya > 14. eLSAM > 15. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) > 16. Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika > 17. Lembaga Kajian Agama dan Jender > 18. Pusaka Padang > 19. Yayasan Tunas Muda Indonesia > 20. Konferensi Waligereja Indonesia > 21. Komunitas Utan Kayu > 22. Gerakan Anti Diskriminasi Indonesia (GANDI) > 23. Persekutuan Gereja-gereja Indonesia > 24. Forum Mahasiswa Ciputat > 25. Jemaat Ahmadiyah Indonesia > 26. Gerakan Ahmadiyah Indonesia > 27. Tim Pembela Kebebasan Beragama > 28. El_Ai_Em Ambon > 29. Yayasan Ahimsa (YA) Jakarta > 30. Gedong Gandhi Ashram (GGA) Bali > 31. Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) > 32. Dinamika Edukasi Dasar (DED) Jogjakarta > 33. Forum Persaudaraan Antar-Umat Beriman Jogjakarta > 34. Forum Suara Hati Kebersamaan Bangsa (FSHKB) Surakarta > 35. SHEEP Indonesia Jogjakarta > 36. Forum Lintas Agama Jawa Timur Surabaya > 37. Lembaga Kajian Agama dan Sosial Surabaya > 38. LSM Adriani Poso > 39. PRKP Poso > 40. Komunitas Gereja Damai > 41. Komunitas Gereja Sukapura > 42. GAKTANA > 43. Wahana Kebangsaan > 44. Yayasan Tifa > 45. Komunitas Penghayat > 46. Forum Mahasiswa Syariah se-Indonesia NTB, > 47. Relawan untuk Demokrasi dan Hak Asasi Manusia (REDHAM) Lombok > 48. Forum Komunikasi Lintas Iman Gorontalo > 49. Crisis Center SAG Manado > 50. LK3 Banjarmasin > 51. Forum Dialog Antar Kita (FORLOG-Antar Kita) Sulawesi Selatan Makassar > 52. Jaringan Antar-iman se-Sulawesi, > 53. Forum Dialog Kalimantan Selatan (FORLOG KALSEL) Banjarmasin > 54. PERCIK Salatiga > 55. Sumatera Cultural Institut Medan > 56. Muslim Institut Medan > 57. PUSHAM UII Jogjakarta > 58.. Swabine Yasmine Flores-Ende > 59. Komunitas Peradaban Aceh > 60.. Yayasan Jurnal Perempuan > 61. AJI Damai Yogyakarta > 62. LBH Padang > 63. Lensa NTB > 64. PP Fatayat NU > 65. Kapal Perempuan > 66. AKUR Bandung > 67. AKUR NTB > Kaum muslimin bisa melihat bahwa dari ke 67 kelompok yang menjadi > komponen AKK-BB tersebut terdapat nama Jema'at dan Gerakan Ahmadiyyah > Indonesia di urutan ke 25 dan 26 yang jelas-jelas sesat dan > menyesatkan. (Baca juga artikel Mengapa Ahmadiyyah Sesat dan > Menyesatkan? di situs: www.arrahmah.com ). Herannya, tuntutan kaum muslimin > agar Ahamdiyyah dibubarkan malah belum juga terealisir hingga saat ini. > Kelompok-kelompok aliansi di AKK-BB lebih dikenal di kalangan > masyarakat sebagai LSM yang biasanya menerima dana "asing" yang nota > bene adalah musuh kaum muslimin. Di urutan ke 7 misalnya, terdapat nama > Jaringan Islam Liberal atau JIL. Ulil Absar Abdallah, koordinator JIL > yang saat ini mukim di Inggris secara terang-terangan mengatakan bahwa > dia memang mendapatkan suntikan dana sebesar Rp. 1,4 miliar dari The > Asia Foundation, kalangan Yahudi Amerika, dan CIA. > Lalu ada juga Goenawan Muhammad, jurnalis Tempo (yang hariannya > memfitnah Ketua Laskar Umat Islam, Munarman), penggagas JIL dan juga > aktivis Komunitas Utan Kayu (di urutan ke 21) telah lama diketahui > sepak terjangnya sebagai seorang pluralis liberalis dan anti penegakan > syariat Islam. > Goenawan Muhammad yang ikut hadir dalam peristiwa Provokasi 1 Juni 2008 > dan gencar mengadakan konferensi pers membela AKK-BB sering mendapatkan > sponsor dari kalangan yahudi Israel. Tel Aviv University (TAU) > memberikan penghargaan "Dan David Prize" kepada > Goenawan Mohammad (GM). Dia juga menerima hadiah uang senilai $ 250.000 > AS (sekitar Rp. 2,3 milyar). Pemberian penghargaan dan hadiah uang itu > didasarkan kepada aktivitas Goenawan Mohammad selama 30 tahun terakhir > yang memperjuangkan kebebasan pers dan jurnalisme yang independen di > Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia. Penghargaan > ini mengambil nama seorang pengusaha Yahudi yaitu Dan David. > Penyelenggaraannya dilakukan oleh TAU secara rutin tiap tahun di Tel > Aviv. Selain popular di dunia pers, GM juga sukses menggerakkan proses > sekularisasi di Indonesia. GM dianggap berperan besar 'membesarkan' > Abdurrahman Wahid dan Nurcholis Madjid, sebagai lokomotif liberalisasi > Islam di Indonesia. > Selain itu, ada Musdah Mulia, seorang aktivis feminis liberal, yang > jelas-jelas mewakili banyak komunitas aksi kesetaraan jender. Baru-baru > ini, profesor UIN ini bahkan memperbolehkan perkawinan sejenis. > Lagi-lagi pihak asing Barat adalah pemasok dana bagi lembaga-lembaga > perusak aqidah umat Islam ini, termasuk kepada Musdah Mulia. > The Asia Foundation (TAF), sebuah LSM internasional dikenal sebagai > pemasok dana bagi lembaga-lembaga dan pendukung-pendukung Islam liberal > dan pelbagai macam LSM asing pernah memberikan dana kepada Tim > Pengarusutamaan Gender (TPG) Pimpinan Musdah Mulia, yang secara > terang-terangan mengucapkan terima kasih kepada TAF pada kata pengantar > Counter Legal Draft Kompilasi Hukum Islam (CLD > KHI). Salah seorang pejabat Departemen Agama yang tidak mau disebutkan > namanya menyatakan, untuk menggolkan CLD KHI (undang-undang anti > syariat Islam), TAF mengucurkan dana sebanyak enam miliar rupiah. > Sedikit kajian terhadap kelompok-kelompok dan para pemimpin aliansi > AKK-BB di atas cukup untuk mengetahui hakikat dari keberadaan aliansi > ini. Bukan sebuah kebetulan tentunya jika banyak tokoh-tokoh AKK-BB > merupakan orang-orang yang merekalan dirinya menjadi pelayan > kepentingan zionisme yahudi, termasuk Abdurrahman Wahid yang juga baru > saja pulang dari Israel dan mendapatkan penghargaan dari para zionis > (The Wahid Institute menempati posisi nomer 3 dalam aliansi AKK-BB, dan > juga Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) di urutan > pertama) > Mereka ini memang bergerak dengan mengusung wacana demokrasi, HAM, anti > kekerasan, pluralitas, keberagaman, dan sebagainya. Sesuatu yang absurd > sesungguhnya karena donatur utama mereka, Amerika, terang-terangan > menginjak-injak prinsip-prinsip ini di berbagai belahan dunia seperti > di Palestina, Irak, Afghanistan, dan sebagainya. > Tidak aneh juga kalau kemudian mereka mati-matian mendukung dan membela > Ahmadiyyah yang sesat dan menyesatkan. Bahkan peristiwa Provokasi 1 > Juni 2008 semakin diprovokasi oleh media-media cetak maupun elektronik > yang mendukung pluralisme dan liberalisme dan anti penegakan syari'at > di negeri ini. Maka bermunculan ancaman-ancaman dan tuntutan untuk > membubarkan FPI. > Padahal jelas, dengan sedikit berfikir, mengkaji, dan merenung untuk > segera kembali ke tuntunan Al-Qur'an dan As Sunnah, maka umat Islam > akan tahu siapa yang sebenarnya harus dibela dan siapa yang harus > dilawan. FPI, bagaimana pun adanya, jelas menyuarakan amar ma'ruf nahi > munkar. Dengan demikian harus dibela! > Sementara itu, AKK-BB adalah kumpulan kelompok liberal sekuler, bahkan > tidak sedikit yang menjadi 'kaki-tangan' yahudi zionis Israel, maka > jelas itu adalah sebuah kemungkaran yang harus dilawan! > Allah swt. berfirman: > "Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi > wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat > demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena > (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan > Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada > Allah kembali (mu)." (Ali Imran: 28) > Juga firman-Nya : > "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah rela (redha) > kepada kamu hingga kamu mengikuti agama (millah) mereka." (Al Baqarah: > 120) > Wallahu'alam bis Showab! [fachry/arrahmah.com] > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > ------------------------------------ > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > Yahoo! Groups Links > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > ------------------------------------ > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > Yahoo! Groups Links > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > ------------------------------------ > > *************************************************************************** > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg > Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia > *************************************************************************** > __________________________________________________________________________ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. > 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com > 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] > 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] > 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] > Yahoo! Groups Links > > > >

