Malaysia eksportir minyak penuh menaikan harga bensin jadi Rp 7.800/liter. Ini
karena Malaysia mengikuti sistem ekonomi neoliberalisme yang mengikuti harga
pasar meski production costnya paling cuma Rp 800/liter.
Sebaliknya Venezuela meski harga pasar meroket jadi US$ 139/barrel tetap
menjualnya seharga Rp 465/liter karena Venezuela tidak menganut sistem Ekonomi
Neoliberalis.
Venezuela lebih memperhatikan kepentingan rakyat ketimbang pengusaha minyak dan
spekulan pasar.
Nah mampukah bangsa Indonesia menyingkirkan kaum Neoliberalis dari pemerintahan
dan DPR di Indonesia?
----- Original Message ----
From: Bango Samparan <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, June 27, 2008 9:09:54 AM
Subject: [ekonomi-nasional] Alasan kenaikan harga BBM: Bohong Besar!
Harga minyak dunia naik gila-gilaan, jadi kami tidak bisa lagi mensubsidi
harga BBM dalam negeri seperti waktu lalu. Harga BBM harus kami naikkan!,
begitulah kilah pemerintah di mana-mana. Tetapi, benarkah kondisinya seperti
itu? Mari kita lihat Nota Keuangan & RAPBN 2008:
Harga minyak ICP mempengaruhi APBN pada sisi pendapatan negara dan sisi
belanja negara. Pada sisi pendapatan negara, kenaikan harga minyak ICP akan
mengakibatkan kenaikan pendapatan negara dari kontrak production sharing (KPS)
minyak dan gas melalui PNBP. Peningkatan harga minyak dunia juga akan
meningkatkan pendapatan dari PPh Migas dan penerimaan lainnya. Pada sisi
belanja negara, peningkatan harga minyak dunia akan meningkatkan belanja
subsidi BBM dan dana bagi hasil ke pemerintah Daerah. Untuk tahun 2007, apabila
harga minyak dunia meningkat sebesar US$1, maka defisit APBN diperkirakan akan
berkurang sekitar Rp48 miliar sampai dengan Rp50 miliar, yaitu sebagai akibat
peningkatan pendapatan negara sekitar Rp3,24 triliun sampai dengan Rp3,45
triliun dan peningkatan belanja negara sekitar Rp3,19 triliun sampai dengan
Rp3,4 triliun. (Nota Keuangan & RAPBN 2008, VI:55-56)
Dari dokumen resmi pemerintah ini, jelas sekali disebutkan bahwa kenaikan harga
minyak dunia justru menguntungkan Indonesia, kenaikan per US$1, akan menaikkan
penerimaan bersih pemerintah sebesar Rp48-Rp50 milyar.
Fakta lain adalah tulisan kerabat kandung Andi Mallarangeng (jubir SBY), yakni
Rizal Mallarangeng, yang tentu saja adalah seorang pendukung fanatik SBY:
Kondisi seperti itu yang mendorong pemerintah segera menghidupkan kembali
proses perundingan Blok Cepu yang telah terbengkalai selama lebih dari lima
tahun. Jika dikelola dengan baik, blok ini mampu memompa minyak dalam jumlah
yang cukup fantastis, yaitu sekitar 20 persen kapasitas produksi nasional.
Dengan ini kita akan bisa kembali menjadi net exporter, dan menggunakan
hasilnya demi kemakmuran rakyat. Dari perhitungan kasar, nilai produksi yang
dapat diperoleh dalam sepuluh tahun pertama bisa mencapai Rp 200-300 triliun,
atau sekitar Rp25 triliun per tahun. Berapa sekolah, rumah sakit, dan fasilitas
publik yang dapat dibangun dengan duit sebanyak itu setiap tahun? (Blok Cepu:
Mission Accomplished, TEMPO, 05/XXXV/27 Maret - 02 April 2006)
Bayangkan, dengan harga minyak dunia waktu itu saja (seingatnya saya masih
sekitar US$60/barrel) , Rizal memperkirakan Indonesia akan mendapatkan
keuntungan Rp25 trillun/tahun. Kini berapa besarnya keuntungan itu dengan harga
minyak dunia, yang telah mencapai di atas US$120/barrel.
Kesimpulannya, alasan pemerintah untuk menaikkan harga BBM dalam negeri karena
beratnya beban subsidi BBM sebagai akibat naiknya harga minyak dunia adalah
BOHONG BESAR. [YPU]
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/