Di balik nikmatnya sambal, yang juga mampu merangsang nafsu makan, terdapat 
zat-zat gizi yang dapat mencegah terjadinya stroke, penyakit jantung, dan 
impotensi.

Sambal tentu bukan merupakan makanan yang asing bagi kita. Bagi mereka yang 
menyukai rasa pedas, sambal menjadi menu favorit yang harus selalu ada di meja
makan. Tanpa kehadiran sambal, beberapa jenis hidangan menjadi terasa hambar 
dan kehilangan makna.

Sambal memang merupakan menu yang mempunyai keistimewaan tersendiri. Sebuah 
restoran atau rumah makan bisa sangat terkenal dan ramai hanya karena sambalnya
yang sangat enak. Bagi yang menyukainya, sambal dapat membuat selera makan 
meningkat.

Masyarakat Padang menyebut sambal sebagai King of Food. Buat mereka, tanpa 
sambal layaknya makan nasi tanpa garam. Masyarakat Sunda juga merupakan salah
satu penggemar sambal yang sering dicocol dengan lalapan.

Bahan utama pembuatan sambal adalah cabai yang dihancurkan, sehingga keluar 
kandungan airnya dan ditambahkan dengan bahan-bahan lain seperti garam, cuka,
dan terasi.

Sambal merupakan salah satu ciri khas hidangan masyarakat Nusantara yang gemar 
makanan pedas. Saat ini sambal sudah ada yang dijual dalam kemasan. Namun, 
masih banyak masyarakat yang lebih senang membuat sambal sendiri. Cara ini 
lebih sesuai dengan selera.

Jenis Sambal

Di Indonesia, ada bermacam-macam Sambal yang berasal dari berbagai macam suku. 
Suku Padang biasanya lebih menyukai sambal yang sangat pedas, sedangkan orang 
Sunda lebih menyukai sambal yang manis.

Suku Tionghoa keturunan Pontianak menyukai sambal yang merupakan kombinasi 
cabai rawit dan kecap asin. Sementara suku Tionghoa keturunan Bangka lebih 
menyukai sambal yang merupakan kombinasi cabai rawit dengan cuka makan.

Masyarakat Sulawesi menyukai sambal yang dikombinasi dengan tomat hijau, 
sedangkan penduduk Sumatera Selatan sangat menyukai sambal lingkung. Sambal 
lingkung dibuat dari campuran cabai merah, kelapa parut yang telah disangrai, 
dan daging ikan giling. Ikan yang biasa digunakan adalah ikan tenggiri dan ikan 
gabus.

Ada beberapa jenis sambal yang terkenal antara lain sambal asam, yaitu sambal 
yang menggunakan asam jawa. Ada pula sambal bajak. Cabai yang digunakan untuk 
membuat sambal ini digoreng terlebih dahulu dengan minyak, ditambah dengan 
bawang putih, terasi, dan bumbu-bumbu lainnya.

Selain itu, ada pula sambal balado yang merupakan ciri khas masyarakat 
Minangkabau. Cabai untuk membuat sambal ini digoreng dengan minyak, bawang 
putih, bawang merah atau bawang bombai, tomat, garam, dan jeruk nipis.

Ada pula sambal yang dikombinasikan dengan sea food. Masyarakat Pontianak biasa 
juga mengonsumsi sambal belacan, yaitu sambal yang dicampur dengan udang yang 
dilumatkan. Sambal ini juga dapat digabung dengan bahan lain, seperti kangkung 
untuk menghasilkan sambal kangkung atau dengan cumi-cumi untuk menghasilkan 
sambal sotong, dan dengan telur untuk menjadi sambal telur.

Sambal juga biasa dikombinasikan dengan rempah-rempah asli Indonesia, seperti 
sambal kemiri yang mengandung kemiri. Di Jawa sangat terkenal sambal manis yang 
merupakan kombinasi cabai, bawang, dan gula. Selain itu, ada pula sambal 
pencit, yaitu sambal yang dicampur dengan irisan buah mangga muda.

Bagi yang sangat menyukai cabai, pasti mengenal sambal setan. Sambal ini sangat 
pedas karena menggunakan cabai Madame Jeanette. Cabai Madame Jeanette memiliki
warna kuning atau hijau muda. Cabai ini terkenal memiliki rasanya sangat pedas 
dan bau wangi yang khas. Namun, dari semua jenis sambal, tampaknya sambal 
terasi merupakan sambal yang paling terkenal. 

Selanjutnya:
http://kesehatan.infogue.com/sambal_cegah_stroke_dan_impotensi_


Artikel kesehatan Terhangat:
http://kesehatan.infogue.com


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke