--- On Thu, 7/3/08, Jurna Listivi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Mohon maaf sebelumnya mas satrio aris munandar, kami bebebrapa koresponden 
jurnalis tv, di JATIM, sedikit curhat melalui mailist anda, dan tolong berkenan 
untuk di sampaikan/ sebarkan ke mailist group di pantau dan seluruh mailist 
yang lain.

entah dari mana kami harus mengawali tulisan ini. yang jelas ini ini merupakan 
wujud keluh kesah kami sebagai wartawan/ koresponden dari berbagai media tv 
(NON SCTV) yang akhir bulan lalu sempat curhat bareng bareng di salah satu cafe 
di surabaya.

di sana seluruh rekan wartawan mengeluh karena redaksi masing masing tv nya di 
nilai munafik, terutama pimrednya. apa yang menjadi agenda pemberitaan publik, 
soal berbagai kritik sosial terhadap pemerintah/ pengusaha/ masyarakat maupun 
fenomena kehidupan masyarakatlainya,  ternyata hal itu tidak berlaku dan tidak 
ada penyikapan  jika menyentuh ruang internalnya.

contoh riilnya. lihat saja pola honor di ANTV, TVONE, METROTV, RCTI dalam MNC 
GROUP/ SUN TV. lihatlah apakah gaji yang menjadi hak mereka sebagai imbalan 
atas berita tayang di bayarkan penuh dan tepat waktu??

silahkan cros cek pada karni ilyas, arif suditomo, andy noya/ makroen sanjaya. 
dapat di pastikan para petinggi itu tidak akan bisa jawab. bukan hanya itu 
mereka pasti akan menghindar dan melempar jawaban ke isu yang lain.

ironis memang. bahkan saat ini juga tersiar informasi dari internal masing 
masing redaksi tv tersebut, gaji para korespondenya di kenakan limit/ batasan 
teretntu. misal jika ada koresponden memiliki tayangan lebih dari 15 berita ( 
misal 30 berita tayang) hanya akan di bayar 15 berita saja. lainya ya di 
hilangkan. karena sistem pembayaranya menggunakan jasa keuangan/ bahasa 
kasarnya gaji wartawan daerah yang menjadi ujung tombak lapangan itu di - 
leasing- kan. wuh ironis!!!!

belum lagi jika terjadi keterlambatan.

silahkan di cek informasi kebenaran ini ke seluruh redaksi tv tersebut. 
bagaimana kemunafikan itu di ciptakan oleh media media besar yang sering 
menyuarakan aspirasi buruh, membelanya, dan sedikit menyentil pengusaha/ 
capital. namun pada akhirnya mereka menyengsarakan wartawanya sendiri dengan 
batasan upah beserta keterlamabatanya.


harus di akui saat ini rosiana silalahi dengan kepemimpinanya di SCTV yang 
paling fair dan jujur. tidak sedikitpun merugikan hak yang menjadi anak 
buahnya. keringat dan perjuangan mereka di bayar layak dan sesuai. ibarat 
oarang omong, SESUAI ANTARA UCAPAN DAN PERBUATAN. ya salam bahagia aja buat 
temen temen di SCTV, dan HORMAT KHUSUS UNTUK ROSI dan AWAKNYA.

Teruskan model seperti itu. dan jangan kau ikuti pola TV lain yang hanya 
menguntungkan pengusahanya namun menyengsarakan anak buahnya.

sungguh tidak manusiawi

salam dari kami 

jurnalis tv



      

Kirim email ke