Bagus, bagus pak Danar, ...
you are not a Muslim, but are
actually 'articulating' the 'sound
of silence' of many Muslims around
the world.
Tapi saya ingin mengkoreksi satu
butir yang cukup penting mengenai
'claim' bahwa masyarakat Eropa lah
yang pertamakali mempunyai gagasan
dan mewujudkan apa yang disebut
sebagai "Welfare State", yang mewajibkan
negara menyantuni orang-orang yang
masuk kategori 'lemah/dhuafa'
Sebagian muslim 'revivalist' mungkin
dengan serta-merta akan menyebutkan
contoh 'sejarah Islam' abad VII di mana
Khalifah Ummar bin Khattab, sahabat
Nabi, pemimpin ke II setelah Nabi
wafat, yang juga sudah memberi contoh
pewujudan sebuah Welfare State.
Saya tentu juga setuju penggunaan
contoh di jaman Khalifah Umar sebagai
acuan, tetapi mungkin tidak 'selalu
efektif' lagi didengung-dengungkan
di masa ini. Yang lebih "realistis",
mungkin adalah mengambilnya dari contoh
Welfare State yang pernah di wujudkan
juga (paling tidak pernah) di masa
Turki Utsmani (Ottoman Empire),
seperti acuan/referensi yang saya kutip
dari sebuah jurnal ilmiah bidang Politik
Ekonomi di bawah ini.
Apabila benar bahwa pemerintah Turki Utsmani
sudah merintis bentuk jaminan sosial (Social
Security) yang "semi-modern" di awal abad
19, artinya Turki Utsmani *-lebih duluan-*
merintis bentuk Welfare-State, meskipun
mungkin dalam bentuk sederhana, ketimbang
Jerman. Karena, Jerman, seperti banyak
dikutip juga baru mewujudkan konsep Welfare
State di jaman kanselir Bismarck ( yang
disebut sebagai Bapak pemersatu Jerman ).
***
Bagian posting pak Danar yang saya kutip,
beserta kutipan dari jurnal tersebut di
atas saya cantumkan di bawah ini.
----( ihsan hm )-----------------------
*********************************************
**
** RMHD:
** -----
** Kalimat yang indah: "Kalau ada
** rakyatnya tidak makan atau tidak
** punya rumah , berdasarkan syariah
** Islam negara wajib memenuhi kebutuhan
** itu dengan gratis.
**
** secara idea, NOTHING wrong. Tetapi
** secara nyata, ini TAK pernah diwujudkan,
** tidak pula di negara negara yang sudah
** lebih lama menjadi Islam dari Indonesia.
** Juga dalam masa kesultanan Utsmaniah,
** ini tidak terjadi
**
**********************************************
<http://rrp.sagepub.com/cgi/rapidpdf/0486613407310561v1.pdf>
Review on Radical Political Economics,
Febriary 11, 2008:
------------------------------------
"Social Security Reform in Turkey:
A Critical Perspective"
------------------------------------
Adem Y. Elveren, Department of Economics,
University of Utah
**************************************************
**
** The european welfare states that evolved
** after World War II differed wildely from
** the so called:
**
** (1) Scandinavian/Social_Democratic
** Welfare Model (i.e. Swedish) to
**
** (2) Concervative Welfare State Model
** (i.e.: Germany & Italy)
**
** The welfare regime in Turkey, as a
** developing country, however, can be
** referred to as:
**
** "indirect or minimalist welfare regime"
**
** The concept of social security that
** originated in the Ottoman Empire was
** shaped by developments in European
** welfare regimes.
**
** Although social security had been
** provided partly in the Ottoman era by
** different funds, modern social security
** has not had long history in Turkey.
**
** Social policies in the Ottoman Empire
** evolved significantly from the beginning
** of 19_th century toward being a welfare
** state.
**
** Because the Ottoman Empire did not
** experience industrialization stage,
** social security in its contemporary meaning
** can not be seen until the late 19_th century.
**
** And it is not wrong to argue that the social
** security system is totally influenced by
** Islamic values.
**
****************************************************
-- oOo ---
---------------------------------------
Date: Fri Jul 4, 2008 1:25 pm
From: "RM Danardono HADINOTO"
Subject: Re: Diskusi tv-one 03/07/2008
---------------------------------------
*** Kalimat yang indah: "Kalau ada rakyatnya
tidak makan atau tidak punya rumah , berdasarkan
syariah Islam negara wajib memenuhi kebutuhan
itu dengan gratis.
Dalam pandangan syariah Islam negara wajib
menjamin pendidikan gratis dan kesehatan gratis
bagi seluruh warganya baik muslim maupun non
muslim. Sekali lagi, What's wrong with syariah ?"
Jawabnya:
---------
secara idea, NOTHING wrong. Tetapi secara nyata,
ini TAK pernah diwujudkan, tidak pula di negara
negara yang sudah lebih lama menjadi Islam dari
Indonesia. Juga dalam masa kesultanan Utsmaniah,
ini tidak terjadi.
Kalau ini dapat diwujudkan, dan bagi semua manusia
dalam satu negara, alangkah indahnya, pasti didukung
semua. Tetapi, tidakkah semua ini sudah dirumuskan
dalam sila sila Pancasila, yang juga belum pernah
sepenuhnya (atau sedkit saja) terpenuhi?
Pendidikan gratis dari TK sampai Universitas,
terjadi dinegara dimana saya hidup puluhan tahun:
di Austria, yang katholik. Saya study dengan biaya
0 sen. Ini juga lazim di Jerman, Swiss dan -apalagi-
di negara negara Skandinavia, yang belum pernah
melihat Quran seumur hidup mereka.
Semua yang anda gambarkan sebagai tuntutan syariah
Islam, TERPENUHI dalam kehidupan se-hari hari di
Skandinavia, Jerman, Austria, Liechtenstein, dll:
jaminan hari tua, jaminan sakit dan kecelakaan
bagi semua, pendidikan gratis, jaminan pengangguran,
dan jaminan pensiun. Tak heran, jutaan manusia dari
negara negara berkembang, terutama bangsa bangsa
Muslim (terutama Turki, Tunisa, Mesir, Maroko)
ke Eropa, mencari kehidupan yang lebih islami.
Ini juga kita temui di Canada, Australia dan
Seelandia Baru, semua masyarakat non Muslim,
yang tentu saja, belum pernah dengar kata
syariah seumur hidup.
Pesuruh dikantor saya, sudah bekerja selama
40 tahun, mendapatkan pensiun Euro 1.500, ini
kalikan saja dengan 14.000 rupiah. Setahun 14
x: dua penisun dibulan Juni, untuk uang libur,
dan dua kali dibulan Nopember untuk hari natal.
Adaakah negara negara Muslim yang mendambakan
syariah telah mewujudkannya, selain mungkin
Saudi Arabia atau kesultanan Brunei?
Salam
Danardono