http://www.tni-au.mil.id/content.asp?ContentId=4468
KASAU LANTIK PENERBANG DAN NAVIGATOR
Dispenau, 7/7/2008
Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Subandrio melantik 51 penerbang
lulusan Sekolah Penerbang (Sekbang) Angkatan 75 dari Perwira Sukarela Dinas
Pendek (PSDP) TNI 21 orang dan Sekbang AU Angkatan 76 dari pendidikan lulusan
AAU 30 orang serta 10 orang Sekolah Navigator (Seknav) Angkatan 10 di Lanud Adi
Sutjipto, Yogyakarta. (4/7).
Dalam sambutannya Kasau mengatakan, dalam pendidikan penerbang dan navigator,
upacara wisuda ini dikenal dengan sebutan Wingday, yang merupakan saat
dinanti-nantikan para siswa. Wingday merupakan puncak keberhasilan dari
perjuangan berat selama mengikuti pendidikan kedirgantaraan dalam mengukur
prestasi untuk menjadi seorang perwira penerbang dan perwira navigator sebagai
awal mengabdi kepada bangsa dan negara melalui TNI Angkatan Udara dan TNI
Angkatan Darat.
Atas keberhasilan para perwira yang telah berhasil menjalani dan menempuh
pendidikan serta dilantik jadi perwira penerbang dan navigator, hendaknya
kesuksesan yang telah diraih dapat dijadikan sebagai momentum untuk lebih
meningkatkan motivasi, semangat dan kualitas pengabdian sebagai prajurit TNI
sekaligus sebagai seorang "Airman", ujar Kasau.
Menurut Kasau, para lulusan sekolah penerbang dan navigator merupakan prajurit
TNI yang sekaligus menjadi seorang airman, selain memiliki jiwa juang sebagai
pembela tanah air, juga harus dilandasi jiwa airmanship yang diwujudkan dalam
pola pikir, sikap dan tindakan.
Pemahaman dan mengaktualisasikan airmanship bagi seorang airman merupakan suatu
kewajiban agar tidak melupakan dasar-dasar terbang yang telah dikuasai selama
mengikuti pendidikan. Kurang memahami dan menguasai airmanship akan berakibat
fatal bagi penerbang, karena perwira penerbang pada pelaksanaan tugasnya akan
menghadapi berbagai kondisi yang setiap saat berubah cepat, baik yang bersifat
safe condition maupun unsafe condition.
Manusia merupakan penyebab paling besar terjadinya unsafe condition dan unsafe
action yang sering menyebabkan terjadinya kecelakaan, hal ini akibat faktor
kesehatan jiwa atau stres yang dialaminya. Faktor alutsista dan cuaca akan
dapat diatasi dengan baik bila manusia yang mengawaki alutsista dalam kondisi
prima dengan dilandasi kemahiran. ungkapnya.
[Non-text portions of this message have been removed]