Pernyataan Sikap
 
Serahkan Pelaku Kepada Hukum
 
Bandung, 7 Juli 2008
 
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bandung, mengecam tindakan pemukulan 
yang dilakukan oleh oknum aparat Marinir Angkatan Laut terhadap wartawan 
televisi Indosiar, Agus Suci Iswahyudi. Menurut keterangan korban, pelaku 
adalah oknum anggota korp Marinir Cilandak asal Yon Howitzer-2, Praka Shafrudin.
 
Pemukulan terhadap Agus Suci Iswahyudi terjadi pada saat korban sedang 
melakukan tugasnya. Saat itu ia sedang mengikuti operasi pekat yang digelar 
oleh Polres Indramayu di sebuah tempat hiburan malam. Pelaku yang kebetulan 
sedang berpakaian preman saat itu, menendang bagian dada dari Agus, karena 
tidak ingin tersorot kamera. 
 
Tindakan memukul langsung seperti itu mengindikasikan bahwa kultur kekerasan 
belum pula hilang. Dengan begitu, ini adalah ancaman serius bagi kelangsungan 
demokrasi. Dan, pers sebagai bagian dari sistem demokrasi juga terancam oleh 
aksi-aksi destruktif seperti yang dilakukan oleh aparat negara itu.
 
Sebagai catatan, sejak Januari-Juli 2008, AJI Bandung mencatat setidaknya telah 
terjadi dua kasus kekerasan berupa intimidasi, pengancaman dan pemukulan yang 
terjadi di Jawa Barat. Dua kasus intimidasi menimpa seorang wartawan Seputar 
Indonesia dan Kompas di Garut. Mereka diancam karena dianggap pemberitaannya 
merugikan aparat pemerintah setempat. 
 
Dengan adanya kasus Agus Suci Iswahyudi ini, AJI Bandung menyatakan:
 
1. Mengutuk keras tindakan oknum aparat yang memukul wartawan yang sedang 
bertugas. 
2. Menuntut agar pelaku diproses secara hukum. 
3. Mendesak lembaga korps Marinir Cilandak untuk tidak menghalang-halangi 
penyelidikan dan penyidikan terhadap pelaku. 
4. Menuntut agar aparat TNI, dan aparat negara lainnya tidak menghalang-halangi 
tugas jurnalis. Dan, menghormati tugas jurnalis sebagai amanat UU Pers no. 
40/1999. 
 
 
Ketua AJI Bandung
 
 
Agus Rakasiwi
 
 
 
 
Agus Rakasiwi

Freelancer

081586056397/ 022 70422998
www.agusnews. wordpress. com

[Non-text portions of this message have been removed]

 














      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke