http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/07/1522019/butterfly.itb.diuji.lima.juri.internasional.
Butterfly ITB Diuji Lima Juri Internasional 
Laporan Wartawan Kompas, Wisnu Nugroho A
PARIS, SENIN - Tim Antarmuka Institut Teknologi Bandung tengah melalui 
detik-detik menentukan untuk bersaing dalam ajang lomba software internasional 
Imagine Cup 2008 di Paris, Perancis. Masuk sebagai finalis dalam kategori Rural 
Inovation Award, sistem desain peranti lunak yang diberi nama Butterfly saat 
ini sedang dipresentasikan di depan lima juri internasional di Hotel Novotel, 
Paris, Perancis, Senin (7/7).
Lima juri itu adalah Michael Alderidge, Goup Product Manager Microsoft 
Unlimited Potential; Paul Plak, pendiri International Development Enterprises; 
Edward Granger HAPP, CEO Save the Children; Netika Raval, pendiri Global Social 
Wquity; dan Kentaro Toyama, Asistent Managing Director MSR India. Tim Antarmuka 
ITB harus bersaing dengan empat finalis lain asal Kolumbia, India, Afrika 
Selatan, dan Mesir.
Rural Inovation Award adalah kategori terbaru dalam Imagine Cup sejak 
diselenggarakan enam tahun berturut-turut mulai 2002. Inti dari kompetisi ini 
adalah bagaimana teknologi bisa memberi solusi atas masalah yang dihadapi 
masyarakat di negara-negara yang sedang berkembang. Untuk itu diperlukan akses 
yang luas untuk penggunaan teknologi, khususnya teknologi informasi, untuk 
membantu masyarakat di negara-negara berkembang meraih sejumlah peluang pada 
abad ke-21.
Tim Antarmuka terdiri dari tiga mahasiswa Sekolah Teknik Elektro dan 
Informatika (STEI) ITB dan seorang mahasiswa fakultas Senirupa dan Desain 
ITB.Mereka adalah Arief Widiyasa, Ella Madanella, Dimas Yusuf Danurwenda, dan 
Erga Ghaniya. Mereka berkompetisi didampingi mentor Dwi Hendratmo Widyantoro, 
dosen STEI ITB.
Butterfly adalah sistem terintegrasi yang berfungsi menerima, 
mendokumentasikan, dan menampilkan laporan mengenai masalah lingkungan atau 
masalah apa pun. Butterfly dapat menerima laporan dari masyarakat melalui sms, 
telepon, website, maupun aplikasi mobile yang diinstal di PDA.
"Setelah laporan diterima, Butterfly akan menentukan kategori dan prioritas 
masalah melalui analisis kata kunci yang terdapat pada laporan. Dengan 
demikian, sebuah laporan akan memiliki nilai prioritas dan kategori jenis 
laporan, yang menentukan ke mana laporan tersebut akan sampaikan," ujar Arief, 
pimpinan proyek Butterfly. Setelah laporan diterima, laporan akan disampaikan 
ke pihak yang berwenang untuk menangani masalah yang dilaporkan.
Pihak penerima laporan harus memutuskan penanganan terhadap laporan tersebut, 
apakah segera diproses, ditunda, atau diabaikan. Apapun penanganan yang 
dilakukan, pihak penerima harus memberikan alasan pilihannya. Laporan yang 
telah diproses akan ditampilkan di internet, sehingga masyarakat dapat 
mengetahui masalah lingkungan yang terjadi beserta penanganan yang telah 
dilakukan oleh pihak yang bertanggung jawab.

INU 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke