Kekerasan Mahasiswa versus Kebrutalan Negara
Oleh: Ulfa Ilyas Diskursus tentang kekerasan kembali menguat akhir-akhir ini. Setidaknya, ada beberapa rentetan kejadian yang tertangkap oleh media massa dan masyarakat umum yang kemudian dipersepsikan sebagai “gejala menguatnya aksi kekerasan”. Kita bisa menyebut tragedi monas, penyerbuan polisi kedalam kampus UNAS, dan terakhir demo mahasiswa yang berakhir rusuh di depan gedung DPR. Ada perbedaan mencolok dalam kejadian-kejadian diatas, antara peristiwa monas dan kasus kekerasan yang dijalankan kepolisian di kampus UNAS, ataupun bentrokan didepan DPR. Akan tetapi, media massa merangkumnya menjadi satu tema yakni “kekerasan”, yang semua kesalahannya dilimpahkan kepada sipil yang harus patuh kepada hukum. Demonstrasi mahasiswa bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. Gerakan mahasiswa merupakan sebuah bagian dari proses ekonomi-politik yang melingkupi perkembangan bangsa ini. Gerakan mahasiswa tidak bisa dipilah-pilah menjadi “demonstrasi damai” dan “aksi kekerasan”, karena kedua hal itu merupakan metode perjuangan yang diletakkan berdasarkan kondisi ekonomi-politik dan respon dari pemerintah. Baca selengkapnya di http://perempuankiri.blogspot.com/2008/07/kekerasan-mahasiswa-versus-kebrutalan.html "Tidak ada pembebasan perempuan tanpa Sosialisme" "Tidak ada Sosialisme tanpa Pembebasan Perempuan" Stand Up for Women and People Opressed!; Perempuan Kiri http://www.perempuankiri.blogspot.com ____________________________________________________________________ Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! http://id.yahoo.com/ [Non-text portions of this message have been removed]

