(dari milis tetangga)
Posted by:      "Habe Arifin"      
      [EMAIL PROTECTED]      
               
        
          habearifin 
        
          
    
      Tue Jul 8, 2008 5:52 am        (PDT)    

    
             

INILAH sedikit 'fenomena' di dunia pendidikan nasional kita--untuk
menjawab kebingungan Anda. posting dari milis tetangga itu menceritakan
bagaimana model pendidikan kelas internasional di sekolah-sekolah
negeri di tanah air. 

 

Berikut ini saya sampaikan sebuah pengakuan dari seorang pendamping
sekolah rintisan SBI di Jakarta yang mengeluhkan betapa kacaunya
suasana pembelajaran di kelas rintisan SBI tersebut.



Saya berharap agar surat ini dibaca oleh para petinggi Depdiknas agar mereka 
segera mengevaluasi program yang salah konsep ini.



Tanggapan Anda saya tunggu.



Salam



Satria



Pak Satria, saya salut berat dengan Anda. Andaikan saja ada orang yang
berani menyampaikan semua ini ketelinga mentri pendidikan, semoga masih
bisa mendengar kami yang di lapangan.



Saya guru pendamping sekolah rintisan SBI di Jakarta. Mau nangis darah
rasanya menyaksikan pembodohan murid-murid saya yang tercinta ini oleh
ambisi nggak jelas decision maker pendidikan kita. Pengajaran dilakukan
oleh satu guru bidang dan satu guru pendamping bahasa Inggris. PAda
hari-hari pertama saya masuk di kelas ini, murid-murid dengan
antusiasnya berbahasa inggris dengan sesamanya dan dengan para guru.
Tetapi lama-kelamaan antusiasme mereka meredup manakala guru-guru
bidang (fis, kimi, mat, dan bio) ini tidak dapat merespon dalam Bahasa
Inggris yang baik. Kalau murid bertanya dalam Bahasa Inggris, maka saya
harus menerjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Kemudian guru menjawab
dalam Bahasa Indonesia yang kemudian saya terjemahkan ke dalam Bahasa
Inggris. Saya merasa ini semua knonyol sekali. Kami tidak sedang berada
di kelas bilingual di Canada tapi di Indonesia yang semua pihak
mengerti bahasa Indonesia. Lama-kelamaan anak-anak malas bertanya



dalam Bahasa Inggris. Saya harus seringkali mengingatkan mereka, tapi
saya paham betul mengapa mereka jadi enggan berbahasa Inggris. Tambahan
lagi, sukar bagi para guru senior ini untuk berbahasa Inggris yang baik
karena faktor usia. Ketika mereka berbahasa Inggris sepatah dua patah
kata, murid-murid tersenyum-senyum dan melirik saya. Bahkan salah satu
murid mendekati saya usai pelajaran dan berkata, "Bapak dan ibu guru
itu sudah deh berbahasa Indoneisa saja, bahasa Inggrisnya nggak
becus...kacau. ..membingungkan. ..!" Para guru ini bukannya tidak
menyadari hal ini. Mereka seringkali mengeluhkan perasaan
ketersinggungan mereka ditertawakan murid. Para guru yang sejatinya
digugu dan ditiru malah jadi bahan olok-olokan murid. Dan saya di
tengah menyaksikan dagelan yang sama sekali nggak lucu ini setiap hari,
para guru dan murid yang sama-sama frustasi korban ambisi yang nggak
jelas.



Selain mendampingi murid di kelas, saya sempat juga mentraining mereka
dengan 'English for teaching survival' misalnya percakapan membuka dan
menutup kelas, kalimat-kalimat perintah di kelas, hingga masuk ke
istilah-istilah khusus untuk 4 mata pelajaran IPA> Wuih, saya
merasa 'hebat' sekali (hebat dalam tanda kutip loh)mempelajari lagi
persamaan reaksi kimia, logaritma, tatanama makhluk hidup, dll. Saya
merasa perlu belajar dulu materi yang akan diajarakan para guru di
kelas nanti supaya saya bisa membantu mereka menerjemahkan ke Bahasa
Inggris. Tapi jujur aja pak, saya mabok! Tambahan lagi susah sekali
mengajak para bapak dan ibu guru untuk duduk dulu bersama saya
merencanakan materi



--- On Tue, 7/8/08, Anwar Holid <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:



From: Anwar Holid <[EMAIL PROTECTED] com>

Subject: [jurnalisme] [tanya] Kapan kira-kira bahasa Indonesia akan punah?

To: [EMAIL PROTECTED] ups.com

Date: Tuesday, July 8, 2008, 7:42 PM



Kapan kira-kira bahasa Indonesia akan punah?



Salam,



Bila orang di media lebih suka menyapa orang dengan "good morning" 

dibanding "selamat pagi", judul-judul buku, film, program televisi, 

serial, program kegiatan, iklan, nama blog, nama institusi, produk, 

penghargaan, istilah, ramai-ramai menggunakan bahasa Inggris, 

kapankah bahasa Indonesia bakal berakhir? Belum lagi acara di teve, 

radio sebentar-sebentar pengisinya berceloteh dalam bahasa Inggris 

yang ramai; sementara penulis, baik di buku, majalah, koran, zine, 

atau Internet, kepayahan menahan diri untuk tak sebentar-sebentar 

unsur Inggris. Aku sendiri, sangat suka menulis slogan "Keep up the 

good work!" atau "Keep your hand moving" alih-alih menggantinya 

dengan ungkapan Indonesia.



Aku ingin tahu kapan kira-kira bahasa Indonesia akan punah?



Sering aku merasa aneh sendiri, apa artinya bahasa Indonesia buat 

kita semua, tapi pelan-pelan kita mematikannya? Aku juga nggak 

segitunya cinta atau menyembah-nyembah bahasa Indonesia agar jadi 

sesuatu yang nasionalis atau patriotik... cuma rasanya aneh kalau 

kita maksudnya berbahasa Indonesia, tapi yang digunakan jelas-jelas 

bukan Indonesia. 



Baru-baru ini aku baca seseorang yang ngaku suka belanja buku lebih 

dari setengah juta rupiah menulis begini: Don's jugde a book from 

its cover. Rasanya ada yang aneh dalam dirinya.



Di selipat komunitas Hong yang ditulis dalam bahasa Inggris, dan 

karena itu mungkin maksudnya biar bisa memikat orang berbahasa 

Inggris, barangkali orang luar negeri, aku baca mereka 

menulis "depelov"--- mungkin maksud mereka ialah "develop."



Mungkin kita memang sedang mengarah pada perkembangan menggunakan 

bahasa Inggris sebagai bahasa utama.



Aku berusaha cari-cari bacaan tentang kepunahan bahasa di suatu 

bangsa, tapi kesulitan. Buku kajian sosiolinguistikku ternyata 

sedikit. :( Ada yang mau nolong aku dengan ngasih artikel, link, 

atau bibliografi, biar pertanyaanku terjawab?



Terima kasih.



Wasalam,



Wartax





Satrio Arismunandar 
Executive ProducerNews Division, Trans TV, Lantai 3
Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 
Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4023,  Fax: 79184558, 
79184627 http://satrioarismunandar6.blogspot.comhttp://satrioarismunandar.multiply.com   

        
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke