Meneruskan guthak gathuk: "perem" dalam bahasa Jawa adalah kata kerja, yang berrati mematangkan buah buahan dengan cara menyimpan, jadi bukan artinya menyimpan untuk meyimpan barang, misalnya menyimpan kunci mobil dilaci. Tujuan utama untuk mematangkan buah. Dalam bahasa melayu "peram", "memeram".
Nah, dalam context ini, sulit kita bayangkan, anda menyimpan keris untuk menjadi matang, sebab keris kalau disimpan, paling paling akan berkarat. Nah, empu, menurut anda, ada hubungan dengan keris, tetapi empu itu bukan keris itu sendiri, jadi lebih dekat, kalau menurut guthak gathuk anda, memeram empu. Lha empu kalau diperam jadi apa? Ibu anda juga wanita, jadi ibu anda memeram empu? By the way, masak setiap empu ada urusan dengan keris? bagaimana dengan Empu Tantular atau empu Baradah, yang tak ada urusan dengan keris? Wahhh, bagaimana pengetahuan sejarah anda? Salam sejarah dan linguistik Danardono --- In [email protected], "Alpha Bagus Sunggono" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > miturut Kamus othak athik gathuk: > > perem = menyimpan > Mpu = berhubungan dengan keris > > perempuan == untuk menyimpan sesuatu semacam "keris" > > > 2008/7/8 RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]>: > > > dihormati (perempuan= yang di-Mpu-kan), sederajat ibu kita, yang > > >

