Dear all, numpang jual tampang sedikit, boleh, kan? Thx!! Syuting film Laskar Pelangi di Belitong sudah rampung seluruhnya. Tidak ada halangan, kecuali pada hari-hari awalnya memang banyak hujan yang turun. Tapi kemudian matahari terang benderang, malah terasa terlalu panas untuk kami.
Selama di sana aku tentulah banyak nguping tentang kehidupan manusia Belitong, dan tampaknya aku sekarang sudah memiliki cukup bahan untuk aku olah menjadi karya sastra, mungkin novel mungkin drama, atau mungkin aku susupkan ke dalam buku kedua novel trilogi yang sedang aku garap sekarang ini -- terserah nantilah! Tentulah bahan yang aku punya itu merupakan aspek lain dari yang sudah digarap Andrea Hirata pengarang Laskar Pelangi tentang kehidupan manusia Belitong. Aku selalu menggunakan kacamana sosio-ekonomi dan sosio-politik sebagai yang utama dalam menyusun tema bahan cerita yang aku hadapi. Laskar Pelangi masih tetap direncanakan akan primier pada September tahun ini, di Indonesia. Sedangkan filmnya Garin Nuroho terbaru yang aku juga ikut main itu,dan syutingnya di Bali itu, Bulan Trisna juga ikut main, aku dapat kabar tadi malam dari Garin, itu baru akan beredar pada Nopember. Selain itu, film ini, yang judulnya semula "Under the Tree" (ingat lagu "Di bawah pohon kamboja," kan?) kabarnya ganti judul menjadi "The Falling Seeds," sudah dipastikan akan masuk ke dalam dua festival bergengsi internasional di Eropah. Dan yang akan mengedarkannya di Amerika juga sudah siap. Sementara ini, aku sedang nego dengasn seorang sutradara film yang lain lagi, karena dia ngajak aku ikut main filmnya yang syutingnya nanti di Jateng (sekitar Candi Sukuh) dan Jatim (sekitar Gunung Bromo). Kalau dalam film Garin aku berambut panjang dan lenganku bertattoo, dalam filmnya Riri aku berambut pendek, berjenggot-berkumis dan sudah ubanan dan tua dan selalu berkopyah, maka dalam film yang akan datang itu aku akan berkepala gundul plontos! Ikra.- ======

