Saya sudah membaca Saman. Dalam sastra, mustinya memang estetis yang ditonjolkan. Ayu Utami berusaha melakukan explorasi - experiment penggunaan kata-kata di sekitar alat vital, untuk bisa mencapai taraf estetis.
Indikatornya dengan melihat animo ketertarikan masyarakat dalam korelasinya dengan interpretasi estetis via alat vital. Memang masyarakat termasuk heboh, sehingga dalam kehebohan itu mendaulat genre ayu utami menjadi paradigma baru telaah estetis. Namun Indikator ini saya kira tidak sepenuhnya benar. Artinya bila respon masyarakat penikmat karya sastra itu tinggi, tidak otomatis berbanding lurus dengan tingkatan estetis yang dicapai. Tren itu hanyalah mengkorelasikan antara karya sastra dengan keberhasilan penetrasi marketing. Inilah yang saya kira perlu didudukkan pada porsinya dengan tepat, bahwa estetis adalah estetis, namun di dunia timur tidak berarti seenaknya melakukan experimental pemaksaan sisi alat vital ke ranah estetis, meskipun itu sebenarnya masuk akal. 2008/7/10 masdimas62 <[EMAIL PROTECTED]>: > Ayu Utami: > Taufik Ismail Seperti PKI Saja > Iin Yumiyanti - detikNews > > -- ~visit my blog 2008 weleh weleh ~ http://advance-advice.com/blog

