http://www.sinarharapan.co.id/berita/0807/09/sh05.html

Yudhoyono Pembicara Utama Keamanan Pangan di KTT G8

Toyako-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Rabu (9/7), akan menjadi pembicara 
utama di bidang keamanan pangan pada hari terakhir konferensi tingkat tinggi 
(KTT) G8 yang disebut Pertemuan Ekonomi Utama. 

Pertemuan tersebut juga dihadiri Afrika Selatan, Australia, Brasil, China, 
India dan Korea Selatan (Korsel). Demikian dikatakan Juru Bicara Presiden Dino 
Patti Djalal.

Kantor berita Antara melaporkan, Presiden Yudhoyono, Rabu pukul 10.00 waktu 
setempat (pukul 08.00 WIB) menghadiri KTT G-8 yang diperluas di Hotel Winsor 
Toyako, Hokkaido, Jepang.
Menurut Dino, Presiden Yudhoyono menulis surat kepada PM Jepang Yasuo Fukuda 
sebagai Ketua G8, yang intinya meminta perhatian dari KTT G8 untuk membahas 
masalah food security (keamanan pangan).

Dino mengatakan dalam KTT G8 itu, Presiden Yudhoyono juga akan mengimbau dan 
mendorong negara-negara kunci untuk memajukan Bali Road Map dan mendorong 
adanya suatu solusi global terhadap krisis harga pangan pasca-KTT FAO di Roma.


Perubahan Iklim 

Hari ini, para pemimpin G8 memperdebatkan upaya memerangi pemanasan global 
dengan negara berkembang. G8 menginginkan negara berkembang pesat untuk 
mengadopsi “visi berbagi” penanganan pemanasan global dalam perundingan PBB 
yang akan mengambil kesimpulan di Kopenhagen, Desember 2009. Sebelumnya, para 
pemimpin G8 telah menyepakati untuk menurunkan emisi karbon menjadi setengah di 
tahun 2050.

Sementara itu, Selasa, China, India, Afrika Selatan, Meksiko dan Brasil 
menyerukan agar negara maju mengurangi emisi karbon hingga 80-95 persen di 
bawah tingkat di 1990 pada tahun 2050 dan memangkas emisi 25-40 persen di tahun 
2020.

Pendirian negara berkembang ini penting. Negara-negara G8 menghasilkan sekitar 
40 persen emisi gas rumah kaca, namun China dan India–berdua saja—menghasilkan 
sekitar 25 persen dari jumlah keseluruhan emisi gas rumah kaca, sebuah proporsi 
yang meningkat pesat karena ledakan ekonomi yang berbahan bakar batu bara. 

Investasi Minyak 

Sebelumnya, Selasa, para pemimpin G8 sepakat meningkatkan investasi mereka di 
sektor minyak guna mengatasi lonjakan harga minyak dunia yang dapat membuat 
ketidakstabilan ekonomi global.
Dalam deklarasi bersama itu, para kepala pemerintahan juga menyampaikan 
keprihatinannya terhadap lonjakan harga minyak dan harga pangan dunia yang 
terus berlangsung, sekaligus sebagai tantangan yang harus diselesaikan bersama 
juga.

Pertumbuhan ekonomi secara global harus terus dipertahankan, termasuk 
meningkatkan investasi di sektor minyak tadi guna membangun ladang-ladang 
minyak baru serta pengembangan fasilitas pengolahan yang dapat memenuhi 
kebutuhan akan suplai minyak.
(ant/rtr/ega)


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke