http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/07/10/01111337/1.000.hektar.untuk.plasma.nutfah
*1.000 Hektar untuk Plasma Nutfah* Kamis, 10 Juli 2008 | 03:00 WIB Jakarta, Kompas - Pemerintah berencana membangun kebun koleksi plasma nutfah, atau sumber daya genetik, kelapa sawit di areal seluas 1.000 hektar. Penanaman perdana koleksi plasma nutfah dilakukan pada Juni 2009. Direktur Jenderal Perkebunan Departemen Pertanian Achmad Mangga Barani, Rabu (9/7) di Jakarta, menyatakan, lahan 1.000 hektar (ha) tersebut disediakan Pemerintah Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat. Adapun Departemen Pertanian mengalokasikan Rp 7 miliar untuk proyek tersebut. Dari 1.000 ha lahan yang disediakan, sekitar 900 ha untuk kebun produksi dan hanya 100 ha untuk plasma nutfah. "Kebun produksi diperlukan agar ada dana operasional untuk mendukung kegiatan riset," kata Achmad. Sebelumnya pemerintah telah memfasilitasi pencarian plasma nutfah ke Kamerun. Plasma nutfah adalah substansi pembawa sifat keturunan, bisa berupa organ utuh atau bagian dari tumbuhan atau hewan. Plasma nutfah sawit di Indonesia umumnya terdiri atas dura dan pisifera. Sebagian besar benih kelapa sawit yang beredar di Indonesia berasal dari plasma nutfah dura, dengan introduksi terbatas populasi dura dari Afrika. Menurut Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia Asmar Arsjad, pemerintah harus memanfaatkan kebun plasma nutfah untuk meningkatkan produksi benih kelapa sawit unggul untuk rakyat. Kebun petani saat ini mampu memproduksi tandan buah segar 10-13 ton/ha. Dengan adanya kebun koleksi plasma nutfah, diharapkan penelitian untuk menghasilkan bibit kelapa sawit dengan produktivitas tinggi semakin maju. (MAS/HAM) [Non-text portions of this message have been removed]

