_____
fyi
http://www.jawapos.co.id/
Jum'at, 11 Juli 2008
[ Jum'at, 11 Juli 2008 ]
Selama 17 Tahun Noorsyaidah Terus Keluarkan Kawat Tembus Kulit
Capai Panjang 10-20 Cm, Rontok, dan Muncul Lagi
Berusia 40 tahun, sebagian besar waktu Noorsyaidah dihabiskan dengan
penderitaan dan rasa sakit yang amat sangat. Sakit itu muncul akibat
kawat yang terus keluar dari perut menembus kulitnya selama 17 tahun
terakhir.
-----------
Perempuan yang tinggal di Jalan Merdeka III Samarinda, Kalimantan Timur,
itu tidak bisa memahami apa yang sedang dialaminya. Kawat besi terus
keluar dari perut dan menembus kulitnya, terutama saat dia tidur. Sudah
tidak terhitung berapa banyak baju yang robek akibat peristiwa nyeleneh
tersebut.
"Penyakit" itu mulai dirasakan sejak dia menyelesaikan pendidikan di
Fisipol Universitas Mulawarman pada 1991. Meski begitu, dia tetap
beraktivitas dengan mengajar di sebuah TK secara sukarela. "Setidaknya,
bisa melupakan rasa sakit," katanya.
Paling menyusahkan adalah ketika dia harus berjalan. Dia harus
membungkuk serta menahan baju dan jaketnya agar tidak terkena ujung
kawat yang menyembul dari perutnya. Meski begitu, dia dengan ramah
menyambut siapa saja yang menemui dan mengajaknya berdialog.
Menurut dia, kawat-kawat tersebut biasanya rontok dengan sendirinya
setelah satu pekan menancap di perutnya. Namun begitu kawat itu rontok,
muncul kawat lain dari dalam perut dan menembus kulitnya lagi.
Penderitaannya sedikit berkurang enam bulan terakhir. Kawat yang kini
masih menancap di perutnya itu keluar enam bulan lalu dan belum juga
rontok.
Penderitaannya bertambah karena lubang tempat kawat tersebut mencuat
meneteskan darah. Darah itu cepat kering sehingga susah dihilangkan.
Anehnya, saat tanggal kelahirannya pada 9 Januari lalu, rasa sakitnya
meningkat. Dia bahkan sempat dianggap sudah mati. Namun, dia "hidup"
lagi setelah berita kematiannya diumumkan lewat masjid.
Sampai saat ini, dia tidak tahu bagaimana semua penderitaan tersebut
berawal, juga penyebabnya. Dia hanya ingat merasa sakit demam saat masih
kelas V SD. Demam itu bahkan sempat membuatnya mengalami kebutaan.
Selanjutnya, berbagai penyakit bergantian menyerangnya. Terakhir dan
paling menyiksa adalah kawat yang terus keluar dari perut dan menembus
kulitnya itu.
Dia kali pertama mengetahui hal tersebut saat mandi. Tiba-tiba, sebatang
kawat muncul dari kulit perutnya.
Penasaran, dia menyimpan kawat itu. Keesokan hari, kawat-kawat lain
mulai tumbuh tanpa henti. Ketika mencapai panjang antara 10-20 cm,
kawat-kawat tersebut tanggal sendiri, diganti dengan kawat lain yang
muncul dari lubang yang sama.
Pernah dia mencoba mencabut kawat tersebut. Namun, justru benda itu
melesak ke dalam perutnya dan tak lama kemudian kembali muncul. "Pasrah,
tabah, dan menyerahkan semuanya kepada Allah. Saya tidak pernah
berpikiran buruk tentang penyakit itu," ujar Noorsyaidah.
Upaya pengobatan pun pernah dilakukannya. Mulai yang medis hingga
alternatif. Tapi, tak ada satu pun yang berbuah kesembuhan.
(bm-2/jpnn/rukbersambung)
[Non-text portions of this message have been removed]