iya deh pak wawan, ane maapin.


----- Original Message ----
From: Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]>
To: ppiindia <[email protected]>; [EMAIL PROTECTED]; Syiar Islam <[EMAIL 
PROTECTED]>; HMI Kahmi Pro Network <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]; news 
Trans TV <[EMAIL PROTECTED]>; jurnalisme <[EMAIL PROTECTED]>; kampus tiga 
<[EMAIL PROTECTED]>; pantau <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, July 11, 2008 8:23:22 PM
Subject: [ppiindia] DR. Wawan Hari Purwanto: Saya Khilaf dan Minta Maaf


From: korandigital To: koran-digital@ googlegroups. com 
Sent: Friday, July 11, 2008 9:00 AM
Subject: [Koran-Digital] Wawan Hari Purwanto => Saya Khilaf dan Minta Maaf
Jumat, 11 Juli 2008  8:38:00

Saya Khilaf dan Minta Maaf 

JAKARTA -- Pengamat intelijen Dr Wawan Hari Purwanto mengaku khilaf dan meminta 
maaf atas pernyataannya yang mengaitkan ajaran zakat, infak, dan shadaqah (ZIS) 
dalam Islam dengan pendanaan aksi terorisme. Dia juga membantah sebagai agen 
intelijen, apalagi bertugas untuk melakukan kampanye hitam (black campaign) 
terhadap Islam.

''Ini kekhilafan. Maka dengan hati yang tulus, lillahita'ala, saya menyatakan 
menyesal dan minta maaf. Saya tidak akan melakukan lagi hal yang akan dianggap 
menyerang agama yang saya anut,'' kata Wawan ketika ditelepon Republika, tadi 
malam. 

Penegasan itu disampaikan Wawan setelah pada sore kemarin memberikan 
klarifikasi dalam jumpa pers di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Dalam beberapa 
hari terakhir, ulahnya mendapat kecaman terutama dari Majelis Ulama Indonesia 
(MUI) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Kalangan DPR juga bereaksi keras. 
''Orang sakit yang mencurigai dana zakat untuk aksi terorisme. Itu sesat dan 
menyesatkan. Jangan cari popularitas dengan cara begitu,'' kata anggota Fraksi 
Bintang Pelopor Demokrasi (BPD), Ali Mochtar Ngabalin.

Menteri Pertahanan (Menhan) Kabinet Bayangan di DPR, Yuddy Chrisnandi, menilai 
yang mengidentikkan terorisme dengan Islam merupakan pikiran yang sangat sesat. 
''Dia harus meminta maaf secara terbuka kepada umat Islam,'' kata politikus 
Partai Golkar itu.

Anggota Komisi Hukum (III) dan Fraksi PKS, Soeripto, menilai pernyataan Wawan 
tidak mencerminkan seorang pengamat independen. ''Dia harusnya memberikan 
informasi yang akurat. Jangan sembarangan dan ceroboh, seakan-akan ada misi 
tertentu,'' kata tokoh intelijen ini. Gara-gara pernyataan itu, lanjut 
Soeripto, citra Islam di Indonesia kembali memburuk. Terutama citra lembaga 
zakat yang kini dicurigai jadi tempat mengumpulkan dana untuk terorisme. 

Apakah pernyataan Wawan ada kaitannya dengan kegiatan intelijen yang gencar 
memojokkan Islam, Soeripto mengaku tidak tahu. Namun, ia menganalisis, Wawan 
membuat pernyataan itu di Semarang (Jawa Tengah) sebagai tempat pelatihan 
Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror yang bekerja sama dengan Amerika Serikat 
dan sekutunya. ''Ia membangun opini seakan-akan untuk menyuplai informasi ke 
Densus,'' kata Soeripto. 

Membantah rekayasa
''Saya tidak menyangka, kekhawatiran saya terhadap penyalahgunaan dana ZIS, kok 
jadi begini? Yakinlah, tak ada rekayasa dan tendensi apa pun untuk menyudutkan 
ajaran Islam,'' ujar peneliti dan dosen di sejumlah perguruan tinggi itu.

Dia mengaku sebagai seorang Muslim yang taat. ''Saya ini lahir di Kudus, sebuah 
kota santri. Saya juga menjadi panitia pembangunan sebuah masjid di Cijantung, 
Jakarta Timur, yang dananya juga dari ZIS,'' katanya. Bahwa ada sejumlah 
intelektual Muslim yang diperalat musuh Islam untuk melakukan serangan dari 
dalam, Wawan menepis sebagai bagian dari kelompok tersebut. ''Di dunia Barat 
saya malah gencar membela Islam dan tidak mungkin merusak agama sendiri yang 
rahmatan lil'alamin,' ' katanya.

Pernyataannya mengenai zakat, ujar Wawan, adalah spontanitas ketika menjawab 
pertanyaan wartawan. Ia mencontohkan kasus di Arab Saudi yang penggunaan dana 
zakatnya diawasi oleh pemerintah untuk mencegah penyalahgunaan. 

Namun, berdasarkan penelitiannya, selama ini tidak ada bukti bahwa dana zakat 
telah diselewengkan untuk kegiatan terorisme di Indonesia. Ia menegaskan, 
pernyataannya sekadar untuk kewaspadaan. ''Kalau dana zakat itu sampai 
disalahgunakan, maka yang akan terkena imbasnya umat Islam sendiri,'' katanya. 

Sebagai peneliti yang aktif di Lembaga Pengembangan Ketahanan Nasional (LPKN), 
Wawan mengaku dekat dengan berbagai kalangan dari dunia Barat maupun Timur, 
baik dari pihak moderat maupun radikal. Kerjanya hanya meneliti atau memberikan 
ceramah mengenai wawasan kebangsaan seperti di Lembaga Ketahanan Nasional 
(Lemhannas), Departemen Pertahanan, Kejaksaan Agung, dan Badan Intelijen Negara 
(BIN) atau lembaga-lembaga intelijen TNI. ''Saya bukan anggota BIN, tapi suka 
ceramah di lembaga-lembaga intelijen,'' tukas Wawan.

Penulis buku Teroris Under Cover itu juga meyakini bahwa aksi terorisme sama 
sekali tidak ada kaitannya dengan Islam. ''Itu hanyalah oknum yang 
mengatasnamakan dan ingin merusak Islam,'' tegasnya. zam/djo/evy

( )  sumber : republika-

    


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke