Ingat ingat, Pitung, beragama ria tanpa akhlak macam Al Amien ini 
membawa umat dan bangsa kian terpuruk.

Akhlak sudah dikenal sejak manusia diciptakan, sebelum ada agama 
agama. Juga jangan lupa, akhlak baik BUKAN monopoly orang beragama. 
Banyak orang saya kenal di Eropa, baik atasan, teman sejawat ataupun 
anggauta staff, yang tak mau urusan dengan agama, TETAPi berakhlak 
mulia...




[ Senin, 14 Juli 2008 ] 
Permalukan Partai, PPP Pecat Al Amin 

JAKARTA - Menjadi tersangka penerima suap membuat Al Amin Nasution 
betul-betul terperosok. Berselang tiga hari setelah digugat istrinya, 
biduan dangdut Kristina, politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 
itu kemarin resmi dipecat keanggotaannya di DPR. 

Sekjen DPP PPP Irgan Chairul Mahfiz mengatakan, proses penggantian 
tersangka kasus korupsi alih fungsi hutan di Pulau Bintan itu segera 
dilakukan. "Sekarang kami (DPP, Red) masih menunggu opsi yang dipilih 
Saudara Al Amin," ujar Irgan di Jakarta kemarin (13/7). 

Saat dikunjungi sejumlah pimpinan partai di tahanan Polda Metro Jaya, 
Kamis (10/7), Al Amin diberi dua pilihan terkaitnya nasibnya di 
DPR. "Apakah memilih diberhentikan sepihak atau mengundurkan diri 
secara sukarela," kata Irgan soal pilihan yang diberikan saat itu.

Menurut Irgan, meski Al Amin mengaku terpukul setelah diberi tahu 
keputusan partai tersebut, DPP PPP tetap kukuh pada pendiriannya. 
Ketua DPW PPP Jambi yang telah dinonaktifkan itu hanya diberi waktu 
satu minggu untuk mengajukan surat pengunduran diri. "Kalau tidak, 
ketua umum segera menandatangani SK pemecatan yang bersangkutan," 
lanjut Irgan. 

Lantas siapa yang akan menggantikan Al Amin? Politikus kelahiran 
Medan itu menyatakan, penggantinya tentu saja diambilkan dari daftar 
calon anggota legislatif 2004 yang memiliki nomor urut di 
bawahnya. "Sesuai peraturan, penggantinya dari daerah pemilihan yang 
sama," ujarnya.

Sesuai pasal 86 UU No 12/2003 tentang Pemilu memang disebutkan, dalam 
proses pergantian antarwaktu (PAW), penggantinya adalah caleg nomor 
urut di bawahnya. "Inisialnya NT," ungkap Irgan. 

Berdasarkan daftar caleg Pemilu 2004 dari KPU, Al Amin terpilih 
sebagai anggota DPR dari PPP dengan nomor urut 1 dari daerah 
pemilihan Bengkulu. Calon yang berada di nomor urut 2 adalah Ketua 
DPW PPP Bengkulu Nasirwan Thoha. Irgan yakin proses pengajuan PAW Al 
Amin akan selesai dengan cepat. "Pasti masih bisa mengejar sebelum 
Pemilu 2009," ujarnya. 

Pada banyak kesempatan, para pimpinan PPP memang sering menyampaikan 
bahwa mereka terus terbebani atas kasus Al Amin. Apalagi, saat 
lanjutan proses sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), 
terungkap pula bahwa Al Amin minta disediakan perempuan. Pembicaraan 
melalui pesawat telepon yang terekam petugas itu dilakukan sesaat 
sebelum dia ditangkap KPK menerima suap dari Azirwan di Hotel Ritz-
Carlton. 

Rekaman permintaan perempuan itulah yang mendorong DPP PPP segera 
mengambil keputusan tegas. Sebab, perilaku Al Amin dianggap telah 
mencoreng citra partai berbasis Islam itu. "Akibat Saudara Al Amin, 
kami terus terimpit dengan opini publik di media," ujar Irgan. 
(dyn/iro)

   

 


Kirim email ke