IMF membunuh umat manusia tidak dengan peluru atau rudal, tapi dengan wabah kelaparan. (Andres Perez, Mantas Presiden Venezuela, The Ecologist Report, Globalizing Poverty, 2000).
Oleh karena itu kriteria Politikus busuk selain suka selingkuh, korupsi, berbohong, melakukan kesalahan, adalah orang yang berpaham Neoliberalisme sesuai dengan paham IMF, World Bank, WTO, dan USAID. Berikut kriterianya: 1. Selingkuh Beberapa pejabat tertangkap basah selingkuh di antaranya dengan pelacur. Padahal upah pelacur kelas atas Rp 5-7 juta sekali main. Jadi jika pejabat tersebut main seminggu sekali akan habis Rp 28 juta lebih per bulan hanya untuk maksiat. Padahal gajinya hanya Rp 30 juta per bulan (belum dipotong buat partai). Oleh karena itu pejabat yang selingkuh bukannya memakai uangnya untuk memakmurkan rakyat justru memakainya untuk maksiat. Karena biaya zinah cukup besar, dia juga bisa melakukan korupsi untuk itu. 2. Berbohong Tidak pantas pejabat membohongi rakyatnya. Sekali dia berucap sesuatu, misalnya tidak akan menaikan harga BBM, maka dia harus melakukan itu. 3. Korupsi Tidak pantas seorang pemimpin korupsi. Jika kekayaan seorang pemimpin tidak sesuai dengan gajinya, kemungkinan besar dia korupsi. Misalkan gajinya sebulan hanya Rp 30 juta. Dalam 40 tahun seandainya dia tidak keluar uang sepeser pun untuk makan, listrik, telpon, sekolah, dsb, maka maksimal hartanya sekitar Rp 14,4 milyar. Jika lebih dari itu kemungkinan besar korupsi. Jika pemimpin korup, anak buahnya juga korup. Tidak ada uang lagi untuk memakmurkan rakyat karena habis dikorup. 4. Tidak berpaham Neoliberalisme Neoliberalisme: Paham Ekonomi yang mengutamakan sistem Kapitalis Perdagangan Bebas, Ekspansi Pasar, Privatisasi/Penjualan BUMN, Deregulasi/Penghilangan campur tangan pemerintah, dan pengurangan peran negara dalam layanan sosial (Public Service) seperti pendidikan, kesehatan, dan sebagainya. Sejak 1994-1998, nilai kekayaan bersih 200 orang terkaya di dunia bertambah dari 40 miliar dolar AS menjadi lebih dari 1 trilun dolar AS; aset tiga orang terkaya di dunia lebih besar dari GNP 48 negara terbelakang; 1/5 orang terkaya di dunia mengkonsumsi 86% semua barang dan jasa; 1/5 orang termiskin dunia hanya mengkonsumsi kurang dari 1% saja (The United Nations Human Development Report, 1999). Ini adalah hasil dari Neoliberalisme. Tidak ada pembagian modal yang adil bagi seluruh rakyat. Modal berupa tanah, kekayaan alam, uang, menumpuk di segelintir pemilik perusahaan MNC. Penggerak Neoliberalisme adalah: IMF, World Bank, WTO, USAID Setiap pinjaman IMF dan World Bank memiliki syarat: Privatisasi/Penjualan BUMN Deregulasi, pembebasan tarif dan pencabutan ”subsidi” Perdagangan Bebas Pengurangan Layanan Masyarakat (Public Service) oleh Negara Neoliberalisme di Indonesia: • Pematokan Kurs (Pegged Rate) uang dihapus diganti dengan ”Kurs Mengambang” (Floating Rate) • Agar nilai uang stabil pemerintah membayar sekitar Rp 60 Trilyun setiap tahun ke pemegang SBI dan ORI • Hancurnya Rupiah tahun 1998 dari Rp 2.200/1 USD hingga Rp 11.600/1 USD akibat ”Kurs Mengambang” dari Neoliberalisme • Penghapusan ”Subsidi” BBM dan Listrik yang menaikan harga. Bensin tahun 1998 sekitar Rp 700/liter jadi Rp 6.000 di 2008 (Naik 76%/tahun) • Penjualan BUMN/BUMD ke Swasta/MNC. PAM, Indosat, Telkom, Krakatau Steel dijual ke Swasta/Asing • Privatisasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) jadi BHMN. Uang masuk/kuliah di UI Rp 200 ribu pada tahun 1998 jadi Rp 25 juta dan Rp 7,5 juta per semester tahun 2008 (Naik 365%/tahun) • Penjualan Rumah Sakit milik Pemerintah ke Swasta Oleh karena itu setiap orang yang selalu ngomong beban subsidi terlalu berat, harus dihapus atau harga dinaikkan setiap kali harga dunia naik, ini adalah orang Neoliberalis. Tidak pantas orang Neoliberalis jadi pemimpin karena akan menyengsarakan rakyat. Baca artikel selengkapnya di: http://capresindonesia.wordpress.com === Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta Informasi selengkapnya ada di: http://www.media-islam.or.id Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252 Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel Informasi selengkapnya ada di http://syiarislam.wordpress.com

