Menyelami Fundamentalisme
http://akmal.multiply.com/journal/item/411
assalaamualaikum wr. wb.
* fun-da-ment1a : the base on which a
structure is erectedb : an
underlying ground, theory, or principle2a : BUTTOCKSb : ANUS3: the part of a
land surface that has not been altered by human activities.
* 1 fun-da-men-tal1a : serving as an original
or generating source : PRIMARY b : serving as a basis supporting
existence or determining essential structure or function : BASIC2a
: of or relating to essential structure, function, or facts : RADICALb :
adhering to fundamentalism3a
: of a musical chord of its position : having the root in the
bassb : of, relating to, or
produced by the lowest component of a complex vibration4: of central importance
: PRINCIPAL5: belonging to ones innate or ingrained
characteristics : DEEP ROOTED.
* 2 fun-da-men-tal1: something fundamental; esp : one of the minimum
constituents without which a thing or a system would not
be what it is2a : the prime tone of a harmonic series b
: the root of a chord3: the harmonic component of a complex
wave that has the lowest frequency and commonly the greatest amplitude.
* fun-da-men-tal-ism1a : often cap : a movement in 20thcentury
Protestantism emphasizing the literally interpreted Bible as
fundamental to Christian life and teaching b : the beliefs of this
movement c : adherence to such beliefs2: a movement or attitude
stressing strict and literal adherence to a set of basic principles.
Sengaja saya berikan definisi kata fundament, fundamental
dan fundamentalism dari kamus Webster agar permasalahan ini menjadi
jelas adanya.Ketiga kata ini diserap ke
dalam bahasa Indonesia dari bahasa Inggris, dan karenanya sangatlah relevan
untuk melacak maknanya pada bahasa asalnya.bahasa Inggris, sebagaimana
bahasa-bahasa di Eropa lainnya, banyak
menyerap dari bahasa Latin.Sayangnya,
saya belum memiliki referensi yang baik untuk mendapatkan makna dari ketiga
kata di atas ini dari bahasa Latin.Untuk sementara definisi dari bahasa Inggris
kita anggaplah cukup.
Fundament memiliki tiga makna (jika definisi di
atas kita persingkat atau sederhanakan), yaitu dasar, bokong atau anus, dan
daratan yang belum tersentuh oleh tangan-tangan manusia.Fundamental
memiliki beragam makna
tergantung konteks pemakaiannya, namun semuanya tidak lepas dari makna dasar,
basis atau prinsip.Sesuatu yang
dianggap fundamental adalah sesuatu yang menjadi dasar atau basis dari suatu
logika pemikiran dan merupakan sesuatu hal yang prinsip bagi manusia.Adapun
fundamentalism dikaitkan
dengan pergerakan umat Protestan pada abad ke-20 yang menekankan pentingnya
aplikasi Bibel secara literal dalam kehidupan seorang pemeluk Kristiani.Ini
adalah makna khusus dari fundamentalism
yang muncul dari makna umumnya, yaitu (seperti tertulis juga pada definisi di
atas) sebuah pergerakan atau sikap yang menekankan pentingnya komitmen dalam
menaati seperangkat prinsip dasar.
Fundamentalisme, adalah sebuah sikap teguh berpegang pada
nilai-nilai yang dianggap fundamental ; sebuah kegigihan untuk memperjuangkan
tegaknya segala nilai yang dianggap prinsip dan tidak bisa ditawar-tawar
lagi.Dalam terminologi Islam,
fundamentalisme bisa dianggap ekivalen dengan sikap istiqamah pada
hal-hal yang mendasar dalam agama.Ada pun hal-hal yang
berada dalam koridor khilafiyah masih bisa diperdebatkan tanpa perlu
mengakibatkan ketegangan.
Dari sini, saya merasa heran juga mengapa istilah
fundamentalisme dan fundamentalis harus muncul dalam pembicaraan
manusia.Pada hakikatnya semua ideologi
di dunia ini adalah fundamentalisme, dan setiap manusia yang berakal pastilah
fundamentalis.Tentu saja setiap
ideologi memiliki basis pemikiran yang bersifat prinsip dan harus ditegakkan
agar ideologi tersebut berdiri kokoh.Dengan demikian, sikap menegakkan ideologi
itu sendiri adalah
fundamentalisme.Jelas pula bahwa setiap
manusia (yang waras) pasti beriman pada hal-hal tertentu yang dianggapnya
prinsip, atau sesuatu yang dianggapnya fundamental dalam hidup.Dengan demikian,
setiap manusia pastilah
fundamentalis.
Jadi apa gunanya kedua istilah ini digunakan?
Saya melihat kedua istilah ini digunakan secara sangat tidak
bertanggung jawab untuk kepentingan politik orang-orang tertentu.Jaringan media
massa pro-zionis, misalnya, selalu menuduh
gerakan intifadhah sebagai gerakan kaum fundamentalis.Padahal, siapakah yang
lebih fundamentalis
daripada kaum zionis?Hanya karena
sebuah janji di dalam Kitab (yang sama sekali tidak terjamin keasliannya),
mereka merasa berhak untuk mencaplok negeri orang lain.Bukankah zionisme adalah
fundamentalisme
sejati?
Gerakan liberalisme di Indonesia yang dimotori oleh JIL
juga mengumbar sikap hipokrit yang tidak jauh berbeda.Mereka mengaku bahwa
liberalisme hadir untuk
mengimbangi fundamentalisme, atau sebagai respon atas keberadaan
fundamentalisme di kalangan umat Islam.Tapi bukankah kaum liberalis sendiri
menjadikan nilai-nilai liberal
sebagai hal yang fundamental?Dengan
demikian, tindakan memperjuangkan nilai-nilai liberalisme itu sendiri adalah
sebuah perwujudan dari fundamentalisme.Dengan menuduh orang lain sebagai
fundamentalis, tidak ada yang mereka
perbuat kecuali menjilat lidah sendiri.
Orang-orang liberalis sendiri telah menunjukkan jati
dirinya sebagai kaum fundamentalis sejati dalam berbagai tulisannya.Lihatlah
bagaimana mereka melihat ajaran
agama Islam dari sudut pandang yang dipilihnya sendiri.Contohnya, mereka hanya
mau melihat Q.S.
Al-Maaidah [5] : 69 dan menjadikannya dasar atas paham semua agama itu sama,
dan setiap umat beragama bisa masuk surga, namun tidak mau menengok ayat-ayat
lainnya yang mengkritisi umat beragama yang mendustakan agamanya sendiri.Q.S.
Al-Maaidah [5] : 69 itu terjemahannya
kurang lebih adalah sebagai berikut :
* Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi,
Shabiin dan orang-orang Nasrani, siapa saja (di antara mereka) yang benar-benar
beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal shaleh, maka tidak ada
kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(Q.S.
Al-Maaidah [5] : 69)
Mengapa mereka tidak pernah mengulas ayat-ayat yang
mengecam umat Nasrani dan Yahudi, antara lain :
* Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang
Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada
Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang
musyrik.(Q.S. Ali Imran [3] : 67)
* Dan di antara orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya
kami ini orang-orang Nasrani", ada yang telah Kami ambil perjanjian
mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebahagian dari apa yang mereka telah
diberi peringatan dengannya; maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan
dan kebencian sampai hari kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada
mereka apa yang selalu mereka kerjakan.(Q.S. Al-Maaidah [5] : 14)
* Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil
orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian
mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa di antara kamu
mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk
golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang
yang dzalim.(Q.S. Al-Maaidah
[5] : 51)
* Orang-orang Yahudi berkata: "Uzair itu putra
Allah" dan orang Nasrani berkata: "Al Masih itu putra Allah".
Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan
orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah-lah mereka; bagaimana mereka
sampai berpaling?(Q.S.
At-Taubah [9] : 30)
Logikanya, Al-Quran hanya boleh didefinisikan dengan
Al-Quran itu sendiri, atau dengan penjelasan Rasulullah saw.Contohnya, dalam
surah Al-Fatihah, ada
istilah orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang tersesat, kemudian
Rasulullah saw. membenarkan bahwa yang dimaksud dengan keduanya adalah
orang-orang Yahudi dan Nasrani.Atau
misalnya istilah sabar dalam Al-Quran tidak bisa dianggap ekivalen dengan
istilah sabar dalam bahasa Indonesia.Jika digunakan istilah yang biasa
digunakan
dalam bahasa Indonesia, maka konotasinya adalah pasrah pada keadaan,
sedangkan sabar dalam Al-Quran jelas-jelas tidak bermakna demikian.Inilah
yang terjadi jika melakukan
interpretasi Al-Quran dengan cara semaunya sendiri dan mengambil mana-mana
yang diinginkan dan menafikan apa-apa yang tidak disukainya sendiri.
Sikap semaunya sendiri menunjukkan bahwa keinginan
pribadi, bagi seorang liberalis, adalah suatu hal yang fundamental, bahkan
lebih fundamental
daripada aturan agama itu sendiri.Seorang liberalis adalah fundamentalis yang
tunduk pada keinginan
pribadi, sedangkan liberalisme adalah fundamentalisme yang menjunjung tinggi
ketundukan pada keinginan manusia.
Hemat saya, istilah fundamentalisme dan fundamentalis
tidak perlu lagi dipakai, karena toh semua ideologi sejatinya adalah
fundamentalisme, dan setiap manusia pastilah fundamentalis.Kalau bukan
fundamentalis, maka manusia
adalah makhluk tak berprinsip yang mau saja pergi ke mana kaki melangkah dan
berlayar ke mana angin berhembus.Jika
manusia tidak teguh pada prinsipnya, lantas apa lagi yang tersisa dari dirinya?
wassalaamualaikum wr. wb
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/