bang fery pengetahuannye emang kaga terbatas, ada yg percaye ga tuh?
mirip Tuhan ye hihi



----- Original Message ----
From: Ferry Adriansyah <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Thursday, July 17, 2008 2:15:25 PM
Subject: RE: [ppiindia] Re: Menyerang Zakat, Kampanye Hitam pada Islam


Terimakasih mas hari tausiahnya, sekedar renungan, selain ayat yang anda
kutip, quran mengatakan, “kullukum ya’malu ‘ala syakilitih”. Artinya, masing
orang itu punya kapasitas sendiri-sendiri. Begitupun nabi mengajarkan untuk
mengedepankan “Biqodri uqulihim”. Jadi mas hari, banyak pilihan untuk
memilih “metode”. Tergantung dengan kapasitas dan cara berpikir siapa yang
kita hadapi. Tolong teruskan mas baca quran dan hadisnya biar gak parsial
dan miss memahami masalah tertentu.. Nah, untuk menghadapi si pitung ini
begini cara yang tepat.. Dulu juga muhammad, pas di tanya tentang Tuhan oleh
sahabat semisal ali yang spiritualis, nabi mengutip quran : Tuhan lebih
dekat dari urat nadimu!. Saat ditanya sahabat yang intelektual semacam ibnu
mas’ud tentang Tuhan, jawab rasul, Tuhan adalah pencipta langit dan bumi.
Tapi pas ditanya arab badawi tentang Tuhan, rasul menjawab, Tuhan itu ada di
langit, bertahta di arsy (kursinya). Lol.... 

Makanya mas, liat cara beragama mas Marconi, dia melihat islam ya begitu
itu.. apa-apa dikaitkan dengan “langit dan bumi”, sains maksud saya.
perintah iqra dipahaminya iqra sains. Kata khalaqo dilihatnya dari
perspektif sains. Atau si pitung, apa-apa melihatnya yang gampang-gampang
saja mirip badawi. Bicara kasar, ngotot, merasa benar sendiri, pengetahuan
terbatas. Ya begitu itu, ya kita hadapinya dengan cara yang ia paham. Nah,
kalo mas hari ini kan seorang yang bergeser ke arah spiritualitas. Yang
belajar mendalami bagaimana mendekatkan diri bahkan mengenal Tuhan. Selamat
berjalan mas, saya mendoakan sebagaimana janji  quran:   “Hai manusia,
sesungguhnya kamu telah beraktifitas dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu,
maka pasti kamu akan menemui-Nya”. Kalo mau sharing perjalanan menuju Tuhan,
boleh kita berdiskusi. 

_____ 

From: [EMAIL PROTECTED] s.com [mailto:[EMAIL PROTECTED] s.com] On Behalf
Of Hary Priyanto
Sent: 16 Juli 2008 16:43
To: [EMAIL PROTECTED] s.com
Subject: Bls: [ppiindia] Re: Menyerang Zakat, Kampanye Hitam pada Islam

Assalamualaikim Wr Wb
Mas Ferry adriansyah yang saya hormati. Dalam menyampaikan dakwah juga harus
dengan penuh hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara
yang baik (Surat An Nahl (16) ayat 125). Tidak patut bila dakwah dengan
kekerasan, ancaman dan tanpa memberikan contoh atau pelajaran dengan baik.
Demikian pula kalau kita berdiskusi, kita diminta untuk berdebat dengan cara
yang paling baik. Jangan buru-buru mengatakan ”mengujat agama” atau
”menistakan agama” atau disertai ancaman. Apakah ini perdebatan orang Islam.
? Apakah ini sesuai dengan Surat An Nahl ayat 125 diatas ? Kalau masih tetap
berbeda pendapat atau tetap berselisih serahkanlah kepada Allah sebagaimana
Surat Asy Syuura (42) ayat 10.
Salam dari mr.dayson (http://hidup- <http://hidup- sesudah-mati. blogspot. com>
sesudah-mati. blogspot. com)

----- Pesan Asli ----
Dari: Ferry Adriansyah <[EMAIL PROTECTED] <mailto:ferry30% 40gmail.com> com>
Kepada: [EMAIL PROTECTED] <mailto:ppiindia% 40yahoogroups. com> s.com
Terkirim: Selasa, 15 Juli, 2008 20:39:09
Topik: RE: [ppiindia] Re: Menyerang Zakat, Kampanye Hitam pada Islam

Pitung jelek dan bego...

Disini banyak muslim moderat yang jauh diatas level ente. Coba deh tanyakan
kepada para miliser. Ada yang pinter-pinter seperti bung nugroho, pak
asnawi, pak marconi, satrio, dll. Meskipun mereka tidak segaris pemikiran,
tapi mereka diskusi dengan ilmiah dan berdasar. Gak kaya ente yang asal
bunyi tong kosong nyaring bunyinye. Ilmu kagak punya Cuma modal congor. Udah
gitu merasa pinter. Ya elah tung. Semua miliser disini juga tau yang bego
dan jelek tuh lo. Yang jadi bahan ledekan dan cemoohan ya lo. Malu-maluin
islam aja lo. Sono pulang ke kampung lo belajar ke ustad samiun! Lo bakal
diajarin islam yang bener. Islam yang damai dan santun. Jangan belajar islam
di milis dan situsnya teroris dan islam saklek! Akhirnya begini ini ya kaya
ente!

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED] s.com [mailto:ppiindia@ yahoogroup s.com] On Behalf
Of si pitung
Sent: 16 Juli 2008 10:06
To: [EMAIL PROTECTED] s.com
Subject: Re: [ppiindia] Re: Menyerang Zakat, Kampanye Hitam pada Islam

waduh ane bener2 terkejut ternyata pelacur liberal yg blom dpt jatah ngemis
beasiswa dr bule, goubloknya minta ampyunn

ape hubungane berita 'milyarder yahudi jd komisaris HU republika' dg
tuduhan2 lo bahwa republika pembuat brita bias atau dr wawan meralat
pernyataannya krn diintimidasi oleh pihak lain? memangnye dr wawan ngaku
bgitu ma lhu, lha koq lhu tau?

oh iye mana buktinye perkataan yg kluar dr congor lhu bahwa islam moderat
mempunyai fakta bahwa ZIS yg dikelola lembaga nasional dipakai utk hal2 lain
(misalnya ape, teroris? dana diselewengkan, gitu?). hayo buktiin donk haha
makin cemen aje lhu

belum dpt bukti koq malah ente 'langsung mengambil langkah, tidak
mempercayai lembaga penampung dana umat untuk skala nasional itu' haha ga
urusan ah orang macam lhu siy cuma segelintir emang lhu ini khan beragama
islam moderat, agama baru terlepas dari agama islam yg dibawa Muhammad bin
abdullah, lha Muhammad saw aja ga pernah namain agamanya islam moderat koq
ente ngaku2 islam moderat, emangnye agama lhu (islam moderat) lebih sempurna
drpd islamnye Muhammad saw? haha tobat deh bocah, makin kliatan aje
bodohnye.

ane minta bukti dari ke-3 point yg kluar dari CONGOR lhu, koq malah ngutip
brita 'milyarder yahudi jd komisaris republika', aneh bener logika lhu

ps: tolong ye, jgn memalukan diri sendiri di milist umum, pamer kebodohan ga
abis2nye, ampyuuuuuuun dah, bukannye ngejawab yg bener malah curhat hihi
toloong donk kirim pelacur liberal yg agak pinter di milist ini biar ane
selevel debatnye, jgn kirim pengemis2 beasiswa yg waiting list, lom dpt
giliran kasiaan deh mereka hihihi

----- Original Message ----

From: masdimas62 <masdimas62@ gmail. com>

To: [EMAIL PROTECTED] s.com

Sent: Monday, July 14, 2008 9:04:21 PM

Subject: [ppiindia] Re: Menyerang Zakat, Kampanye Hitam pada Islam

Tung, buka mata lu lebar-lebar juga telinga lu (kalau punyaaa). 

Udah minum obat belum?

Jangan sampe silap.. 

Jangan onani mulu...

Emamngnya tuh Arab yang biasa nyodomi lu, 

udah nggak datang-datang lagi

kacian de lu ketagihan Arab...

Dimas

Milyader Yahudi Jadi Komisaris HU Republika

http://www.eramusli m.com/berita/ tha/8701101044- milyader- yahudi-jadi-

komisaris-hu\ -republika. htm

Akhir Juni 2008, PT. Abdi Bangsa Tbk (ABBA) menggelar Rapat Umum 

Pemegang Saham (RUPS). Bagi setiap perusahaan, RUPS merupakan suatu 

keharusan untuk bisa revitalisasi perusahaan. Demikian pula yang 

dilakukan ABBA sebagai pemilik Harian Umum Republika yang pendirian 

awalnya dimotori sejumlah tokoh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia 

(ICMI) yang *notabene* visi dan misinya lebih kurang sebagai media 

massa cetak harian berbentuk koran yang menyuarakan aspirasi umat 

Islam sebagai tuan rumah di negeri ini.

Sudah *sunnatullah* , setiap apa-apa yang hendak meninggikan kalimah 

Allah, mendakwahkan kebenaran, berjuang demi tegaknya *alâ¤"haq*, 

dan melawan kebathilan, selalu saja diintai oleh musuh-musuh Alah 

SWT agar bisa dihancurkan atau dimandulkan perjuangannya. Demikian 

pula HU Republika.

RUPS akhir Juni kemarin selain membahas pengembangan konsep *e-

newspaper*, berita *online*, dan layanan berita *mobile, *sebagai 

antisipasi perkembangan teknologi informasi di abad millenium, 

ternyata juga menampilkan wajah-wajah baru yang duduk dalam jajaran 

Dewan Komisaris ABBA, seperti KH. Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym 

dan mantan Pemimpin Kantor Berita Antara, Asro Kamal Rokan. Yang 

mengejutkan adalah masuknya CEO *The Independent News Media Group* 

(INM) Gavin O'Reilly dalam jajaran Dewan Komisaris ABBA. Orang yang 

satu ini layak untuk dikritisi. Siapa sebenarnya Gavin O'Reilly?

*Pengusaha Yahudi Kaya*

Gavin O'Reilly adalah salah satu anak dari Milyader Yahudi Irlandia 

bernama Sir Anthony O'Reilly yang masuk dalam daftar 288 Pengusaha 

Yahud Terkaya Dunia versi Jew Watch (*

www.jewwatch. com/jew-leaders- list-of-jewish- millionaires. html*). 

Keluarga milyarder ini terhimpun dalam Yayasan O'Reilly yang 

bergerak di berbagai bidang, antara lain mendukung pengembangan 

Jewish Studies 

(www.tcd.ie/ trinityfoundatio n/foundationboar d/tfboreilly. php).

Sir Anthony O'Reilly yang merupakan pendiri INM menempatkan anaknya, 

Gavin O'Reilly, sebagai '*watchdog*' di jajaran Dewan Komisaris ABBA 

dengan nilai saham yang dikuasainya sebesar 20%, sebuah angka yang 

tidak kecil. Sekilas tentang Sir Anthony O'Reilly dan Gavin O'Reilly 

bisa kita simak di wikipedia.

Dalam percaturan perekonomian global yang dikomandani sistem 

kapitalistik, sesungguhnya amat wajar siapa pun bisa menguasai atau 

menjadi bagian perusahaan apa pun. Sekat-sekat geografis suatu 

negara tidak lagi menjadi soal. Hanya saja, HU Republika yang 

dikenal selama ini sebagai 'media massa milik umat Islam Indonesia' 

yang harusnya memiliki ideologi dakwah Islam dan tidak menghalalkan 

segala cara terkesan* aneh bin janggal* jika mau-maunya menerima 

seorang milyader Yahudi menjadi salah satu anggota dewan 

komisarisnya. Umat Islam Indonesia patut bertan 

--

regard,

Mirza

http://groups. yahoo.com/ group/islamic_ discussion_ via_internet/ message

/1741

Republika kedepan dipimpin Milyader pro Yahudi

Harian Umum Republika pendirian awalnya dimotori sejumlah tokoh 

Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang notabene visi dan 

misinya menjadikan Republika sebagai media yang menyuarakan aspirasi 

umat Islam sebagai tuan rumah di negeri ini.

Dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) PT. Abdi Bangsa Tbk (ABBA) 

pada Juni 2008. Tampilnya wajah-wajah baru yang duduk dalam jajaran 

Dewan Komisaris ABBA, seperti KH. Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym 

dan mantan Pemimpin Kantor Berita Antara, Asro Kamal Rokan. Masuknya 

orang-orang baru ini diharapkan Republika tetap konsisten 

menyuarakan suara umat Islam bahkan berjuang lebih gigih lagi. 

Tapi yang mengejutkan adalah masuknya CEO The Independent News Media 

Group (INM) Gavin O'Reilly dalam jajaran Dewan Komisaris ABBA. Orang 

yang satu ini layak untuk dikritisi. Siapa sebenarnya Gavin O'Reilly?

Saham Republika di beli Independent

Harian terkenal The Independent dan Republika dalam waktu dekat 

akan 'terkait'. Demikian yang dikatakan beberapa portal berita di 

internet. Ini karena International News and Media Ltd (INM) yang 

merupakan penerbit The Independen akan membeli induk harian 

Republika, PT Abdi Bangsa Tbk (ABBA) senilai Rp 67,5 miliar, seperti 

yang dikatakan Presiden Direktur ABBA, Erick Thohir yang dilansir 

detikFinance, Sabtu (31/5).

Penjualan dari saham tersebut rencananya akan dialokasikan untuk 

akuisisi PT.Radionet Cipta Karya dan PT Praisindo Teknologi, 

penyertaan modal kerja di PT Avabanindo Perkasa dan PT Republika 

Media Mandiri.

"Di Mahaka Billboard (PT Avabanindo Perkasa) kami berencana menambah 

titik Billboard. Di harian Republika (PT Republika Media Mandiri) 

akan digunakan untuk menambah permodalan, mungkin untuk menambah 

mesin dan sebagainya," kata Erick Thohir, Presiden Direktur ABBA.

Milyader Pro Yahudi

Ketika berita ini muncul di Eramuslim dengan judul " Milyader Yahudi 

Jadi Komisaris HU Republika" pada 1 Juli 2008, sontak mendatangkan 

kritikan tajam bahkan ancaman untuk mensomasi Eramuslim jika tidak 

segera menurunkan tulisan tersebut. Yang kemudian oleh Eramuslim 

sebutan 'Milyader Yahudi Irlandia' di ralat menjadi 'Milyader 

Irlandia'.

CEO The Independent News Media Group (INM) Gavin O'Reilly yang masuk 

dalam jajaran Dewan Komisaris ABBA, adalah anak Sir Anthony 

O'Reilly. Kiprah keluarga O'Reilly ini dalam salah satu yayasannya 

yang bernama O'Reilly Institute (Trinity College Dublin) ternyata 

memang menjadi salah satu donor bagi pengembangan Jewish Studies. 

Bisa kita baca di 

(en.wikipedia. org/wiki/ Tony_O'Reilly dan juga di 

www.tcd.ie/trinityf oundation/ foundationboard/ tfboreilly. php).

Independensi Republika sebagai Media Islam

Mengutip kembali beberapa pemberitaan media yag mengatakan bahwa, 

Harian terkenal The Independent dan Republika dalam waktu dekat 

akan 'terkait'. Terkait dalam hal yang bagaimana? Lalu apakah 

Republika akan luntur warna keislamannya, seperti yang dikhawatirkan 

banyak pihak? Kita akan lihat bagaimana respon masyarakat dan 

bagaimana usaha Republika untuk kembali meyakinkan pembacanya.

(Sally Sety)

--- In [EMAIL PROTECTED] s.com, si pitung <sipitung68@ ...> wrote:

> 

> haha dimas dimas, lagak lo kaya intel 

> mabok ye?

> buktiin aje brita republika salah persis kaya tempo hr yg ngawur 

ngasih berita, hayo sanggup kaga?

> cemen lo ah..

> 

> 

> ----- Original Message ----

> From: masdimas62 <masdimas62@ ....>

> To: [EMAIL PROTECTED] s.com

> Sent: Sunday, July 13, 2008 9:35:14 PM

> Subject: [ppiindia] Re: Menyerang Zakat, Kampanye Hitam pada Islam

> 

> 

> Saya membayangkan Pitung kegirangan karena berita Republika itu. 

> Sudah jelas. hanya berita-berita begitu yang ingin dibacanya. Otak 

> Pitung itu pendek sependek "itu"nya, sehingga tidak membaca berita 

> itu dalam konteks panjang, khususnya dalam ilmua komunikasi. 

> Satu, menarik sebuah berita adalah satu hal. Sedangkan kebenaran 

> berita adalah hal lain lagi. Boleh ajdi berita itu benar, tapi 

karena 

> adanya tekanan, makanya berita itu diralat untuk keselamatannya 

> sendiri. Di masa lalu, yang gemar meralat, rezim Orba. Sekarang, 

> ormas Islam hitam. 

> Kedua, kita tahu, yang membuat berita itu REPUBLIKA. Dan hanya 

> REPUBLIKA. Di kalangan independen, REPUBLIKA adalah pembuat berita 

> bias, khususnya mengenai hal-hal yang berbau Islam. Hanya berita-

> berita Pro fundamentalis militan, dan pro Islam hitam, yang 

dimuat. 

> Ketiga, umat Islam moderat yang sudah dapat fakta bahwa dana infak 

> dipakai untuk hal-hal lain, selain menolong orang miskin, langsung 

> mengambil langkah, tidak mempercayai lembaga penampung dana umat 

> untuk skala nasional itu.

> Si Pitung sudah terhibur oleh REPUBLIKA. Mungkin belum tahu, saham 

> REPUBLIKA sudah dimangsa Yahudi.

> Biasa nurunin berita maki-maki kepada Yahudi, kini jatuh ke 

> pengusaha Yahudi. Kena karma!!!

> 

> Dimas

> 

> 

> -- In [EMAIL PROTECTED] s.com, si pitung <sipitung68@ ...> wrote:

> >

> > maluuu tuch, ternyata kata-kata loe tempo hr kaga kepake haha

> > 

> > orang bebas berpendapat apapun!!!, bahkan mau kafir jg bukan 

urusan

> > anda!!!, kalo ada yg berprasangka pada zakat jg haknya masing2,jd

> > hendaklah adu wacana, jgn menuding2 yg kampungan, krn inilah 

> demokrasi,

> > semua punya hak yg sama sepanjang tdk memaksakan pendapatnya agar

> > diterima org lain, tau gak loe!!! (kata peter sleman)

> > 

> > nah..dah bc beritanya, DR Wawan minta maaf atas pernyataannya yg 

> tanpa data & fakta akurat yg menyerang ajaran agamanya sendiri. Mo 

> ngomong ape lg lhu tong???

> > 

> > laen kali mikir dlu ya, jgn ngamuk2 kaya' orang salah nelen 

obat. 

> (heran gw dah, tanda seru ampe 3 bgitu kaga mo dibilang orang 

ngamux)

> > 

> > 

> > 

> > ----- Original Message ----

> > From: Peter Sleman <senc_p@>

> > To: [EMAIL PROTECTED] s.com

> > Sent: Friday, July 11, 2008 3:26:10 PM

> > Subject: Re: [ppiindia] Menyerang Zakat, Kampanye Hitam pada 

Islam

> > 

> > 

> > sapa nyang ngamuk????, loe aja yg aneh, ngerecokin urusan orang 

> lain, pdhal org lain mo kafir mo gila, mmg loe Allah bs 

> menghakimi,loe tu cuma manusia jg, bedanya loe full munafik

> > 

> > ----- Original Message ----

> > From: si pitung <sipitung68@ yahoo. com>

> > To: [EMAIL PROTECTED] s.com

> > Sent: Friday, July 11, 2008 14:57:32

> > Subject: Re: [ppiindia] Menyerang Zakat, Kampanye Hitam pada 

Islam

> > 

> > lho koq ngamux?! emang bikin kite takut ape hehe

> > nyang namenye kaum intelektual macem pengamat atau cendekiawan 

> atau siapapun harus ngomong pake data & fakta, jangan kebanyakan 

> berprasangka atawa nuduh, itu kaga baek tong. Tuduhan tanpa bukti 

> itu namenye FITNAH tong, kaga pernah diajarin ye dibangku 

skolahan? 

> pantes dah!

> > wacana koq kaga ada ilmunya blablas pisan ya? skolah dlu dah 

tong, 

> jgn pamer kebegoan disini hehe

> > 

> > ----- Original Message ----

> > From: Peter Sleman <[EMAIL PROTECTED] com>

> > To: [EMAIL PROTECTED] s.com

> > Sent: Friday, July 11, 2008 10:09:56 AM

> > Subject: Re: [ppiindia] Menyerang Zakat, Kampanye Hitam pada 

Islam

> > 

> > orang bebas berpendapat apapun!!!, bahkan mau kafir jg bukan 

> urusan anda!!!, kalo ada yg berprasangka pada zakat jg haknya 

> masing2,jd hendaklah adu wacana, jgn menuding2 yg kampungan, krn 

> inilah demokrasi, semua punya hak yg sama sepanjang tdk memaksakan 

> pendapatnya agar diterima org lain, tau gak loe!!!

> > 

> > ----- Original Message ----

> > From: si pitung <sipitung68@ yahoo. com>

> > To: [EMAIL PROTECTED] s.com

> > Sent: Friday, July 11, 2008 9:18:13

> > Subject: [ppiindia] Menyerang Zakat, Kampanye Hitam pada Islam

> > 

> > urusan serang menyerang syariat islam memang menjadi jargonnya 

> kaum pelacur liberal.

> > pernah suatu ketika ada seorang pelacur liberal berkata spt ini:

> > 

> > Adapun hal prinsip misalnya negara

> > demokrasi, emansipasi wanita, dan kebebasan berpikir; Islam 

> liberal bisa

> > menerima bentuk negara sekuler, yang menurut Ulil Abshar Abdalla 

> lebih unggul

> > dari negara ala kaum fundamentalis. "Sebab, negara sekuler bisa 

> menampung

> > energi kesalehan dan energi kemaksiatan sekaligus," kata Ulil, 

> yang disambut

> > ledakan tawa peserta diskusi.(Majalah Tempo, 19-25 November 

2001).

> > 

> > Dedengkot liberal

> > yg jebolan pesantren ini agaknya dah lupa ingatan, sehingga ga 

> sadar dg

> > ucapannya yg bertolak belakang dg alquran,: Dan janganlah kamu 

> campur adukkan

> > yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang 

> hak itu, sedang

> > kamu mengetahui." Al-Baqarah ayat 42

> > 

> > Akibat kekurang

> > warasannya dlm berpikir lalu beliau jg mengeluarkan `fatwa'nya: 

> Larangan kawin

> > beda agama, dalam hal ini antara perempuan Islam dengan lelaki 

non-

> Islam, sudah

> > tidak relevan lagi. 

> > 

> > Kemudian beliau

> > jg pernah mengatakan minuman sejenis vodka yg beralkohol boleh 

> dikonsumsi di

> > rusia krn dingin hehe jgn2 seks bebas jg boleh ya, di puncak 

khan 

> dingin jg

> > tuch

> > 

> > Rupanya

> > dedengkot liberal ini sdh mendapat ijin dari Allah utk 

> mengharamkan yg halal

> > dan menghalalkan yg haram, hebat sekali bukan?

> > 

> > Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku tentang rezki

> > yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya 

> haram dan halal". Katakanlah: "Apakah Allah

> > telah memberikan izin kepadamu atau kamu

> > mengada-adakan saja terhadap Allah ?" QS10:59

> > 

> > Pernyataan2

> > spt itu siy bkn lahir dari proses berpikir melainkan pengaruh 

> syahwat yg ada di

> > kepala orang liberal. Orang liberal dikatakan sbg cendekiawan 

atau 

> pemikir itu

> > dasarnya apa ya? 

> > 

> > Menurut saya, mereka tdk lebih baik dari seorang pelacur seks,

> > germo atau konsumennya yg cenderung mengikuti syahwat, 

setidaknya 

> para pelacur

> > tsb msh memiliki `malu', sadar bahwa perbuatan mereka adalah 

> salah, sedangkan

> > para pelacur intelektual ini sdh kehilangan urat malunya, 

sehingga 

> mereka tdk

> > malu lg menyuruh orang utk berbuat dosa. Akibatnya kelak para 

> pelacur liberal ini dibenamkan di dasar neraka kekal selamanya...

> > 

> > Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian

> > dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat 

> yang munkar dan

> > melarang berbuat yang ma`ruf dan mereka menggenggamkan 

tangannya. 

> Mereka telah

> > lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya 

orang-

> orang

> > munafik itulah orang-orang yang fasik.."

> > 

> > Republika Kamis, 10 Juli 2008

> > 

> > Menyerang Zakat, Kampanye Hitam pada Islam 

> > 

> > Diduga ada benang merah dengan skenario internasional. 

> > 

> > JAKARTA -- Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), KH 

Didin 

> Hafidudin, menilai sinyalemen pengamat intelijen Dr Wawan Hari 

> Purwanto tentang ''perlunya meneliti aliran dana zakat, infak, dan 

> shadaqah (ZIS) di Indonesia untuk memutus pendanaan teroris'', 

> sebagai fitnah. Itu bisa merupakan kampanye hitam (black campaign) 

> terhadap ajaran sosial dan pemberdayaan ekonomi umat Islam.

> > 

> > ''Itu sebuah fitnah murahan.. Kami jadi curiga, ada apa ini? 

Jangan-

> jangan pernyataan itu dia lontarkan dengan maksud yang tidak 

baik,'' 

> cetus Kiai Didin, kepada Republika, Rabu (9/7). Protes senada 

> disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Dr 

Din 

> Syamsuddin.. 

> > 

> > ''Program zakat bisa terganggu.. Dari sudut muzakki (pemberi 

> zakat), boleh jadi akan terpengaruh sehingga enggan mengeluarkan 

> zakat. Dia harus mengklarifikasi, apalagi pernyataannya tanpa 

> disertai bukti,'' tutur Din. Menurut Din, wacana seperti itu akan 

> bersifat tendensius dan menimbulkan persepsi negatif. ''Itu tidak 

> bisa disebut sebagai wacana, tapi fitnah. Saya berkeyakinan, tidak 

> ada dana zakat yang disalahgunakan peruntukkannya, apalagi untuk 

> tujuan yang tidak baik,'' tegas Din.

> > 

> > Pendayagunaan atau penyaluran zakat, lanjut Din, sangat jelas 

> diatur Alquran, yakni kepada delapan ashnaf (kelompok). ''Tidak 

ada 

> di situ untuk aksi terorisme,'' tukasnya. Presiden Partai Keadilan 

> Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring, mengungkapkan, di dunia 

> internasional yang tidak suka pada kebenaran ajaran Islam pun 

sering 

> muncul tudingan seperti yang dilakukan Wawan. ''Mungkin ada benang 

> merahnya ke arah sana,'' ujarnya. Atau, kata Tifatul, Wawan tidak 

> mengerti sama sekali dengan pengelolaan ZIS. Pengelolaan dana umat 

> ini memiliki standar yang sama di seluruh dunia Islam. 

> > 

> > ''Ketentuan penerima zakat ini sudah jelas aturannya. Hanya 

> delapan ashnaf yang diperbolehkan mendapatkannya. Zakat hanya 

> menangani kaum dhuafa atau orang-orang lemah seperti ibnu sabil, 

> fuqoro, dan masakih,'' papar Tifatul.

> > 

> > Wacana kontra produktif

> > Sebelumnya, Wawan kepada Republika berdalih, pemerintah Arab 

Saudi 

> juga menerapkan pengawasan terhadap penggunaan ZIS. ''(Pengawasan) 

> Di sana pun menimbulkan reaksi dan protes. Jadi, wajar juga kalau 

> pernyataan saya mengundang protes. Saya siap menjelaskan kepada 

> MUI,'' tegasnya. 

> > 

> > Wawan mengemukakan, ditemukannya bom berdaya ledak lebih dahsyat 

> dari Bom Bali di Palembang, Sumatra Selatan, baru-baru ini, 

> menunjukkan bahwa dana yang digunakan juga lebih besar. Namun, ia 

> lupa bahwa banyak kalangan curiga, operasi terorisme di Indonesia 

> lebih bernuansa rekayasa atas tekanan Amerika dan sekutunya untuk 

> merusak citra Islam. Tapi, Wawan malah menyarankan pula agar 

> permintaan ZIS yang dilakukan secara berkeliling dari rumah ke 

rumah 

> diawasi. Sebab, dengan cara itu tak ada pengawasan penggunaannya 

> untuk apa.

> > 

> > Kiai Didin, kembali menilai lontaran gagasan Wawan tetap 

> tendensius. Ia meminta umat Islam tak terpancing apalagi sampai 

> menghentikan memberikan ZIS pada saluran yang benar. Pernyatan 

Wawan-

> -yang juga mendapat reaksi keras dari Majelis Ulama Indonesia 

(MUI) 

> Jawa Tengah dan Pusat--juga dianggap Kiai Didin tidak memahami 

tata 

> kelola ZIS Indonesia. Baznas sendiri mengelolanya secara 

transparan 

> dan profesional.

> > 

> > ''Sesuai Sunah Rasulullah SAW, menyalurkan ZIS itu melalui badan 

> amil zakat (BAZ) atau lembaga amil zakat (LAZ). Setiap tahun 

bahkan 

> setiap tiga bulan, kami juga diaudit oleh akuntan publik 

> independen,' ' ungkap Kiai Didin. Direktur Pascasarjana 

Universitas 

> Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor itu juga menjelaskan, selain mengacu 

pada 

> syariat Islam, penyaluran dana ZIS berdasarkan Undang-undang No 38/

> 1999. Garis besarnya, zakat ditujukan untuk membantu fakir miskin, 

> kesehatan, dan pendidikan mereka.

> > 

> > ''Menggalakkan zakat adalah membantu pemerintah dalam upaya 

> pengentasan kemiskinan. Daripada menuduh tanpa bukti, saya 

mengajak 

> saudara Wawan untuk mempelajari ajaran ZIS,'' kata Kiai Didin. Ia 

> menambahkan, kebiasaan menuduh tanpa bukti atau sekadar wacana 

> padahal masalahnya sangat penting berkaitan dengan kebutuhan 

> masyarakat banyak, adalah perbuatan kontra produktif. ''BAZ dan 

LAZ 

> berkhidmat untuk kepentingan masyarakat dan bangsa, bukan untuk 

> kepentingan kelompok tertentu,'' tandasnya. hri/djo/dam

> > 

> > [Non-text portions of this message have been removed]

> > 

> > [Non-text portions of this message have been removed]

> > 

> > ------------ --------- --------- ------

> > 

> > 

> ************ ********* ********* ********* ********* ********* 

********* *********

> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 

> Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://

> groups. . yahoo.com/ group/ppiindia

> > 

> ************ ********* ********* ********* ********* ********* 

********* *********

> > ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _

> > Mohon Perhatian:

> > 

> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 

> otokritik)

> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 

> dikomentari.

> > 3.. Reading only, http://ppi-india. blogspot. com 

> > 4. Satu email perhari: ppiindia-digest@ yahoogroups. com

> > 5. No-email/web only: ppiindia-nomail@ yahoogroups. com

> > 6. kembali menerima email: ppiindia-normal@ yahoogroups. com

> > Yahoo! Groups Links

> > 

> > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger

> ..yahoo.com 

> > 

> > [Non-text portions of this message have been removed]

> > 

> > [Non-text portions of this message have been removed]

> > 

> > ------------ --------- --------- ------

> > 

> > 

> ************ ********* ********* ********* ********* ********* 

********* *********

> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 

> Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.. http://

> groups. yahoo.com/ group/ppiindia

> > 

> ************ ********* ********* ********* ********* ********* 

********* *********

> > ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _

> > Mohon Perhatian:

> > 

> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 

> otokritik)

> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 

> dikomentari.

> > 3. Reading only, http://ppi-india. blogspot. com 

> > 4. Satu email perhari: ppiindia-digest@ yahoogroups. . com

> > 5. No-email/web only: ppiindia-nomail@ yahoogroups. com

> > 6.. kembali menerima email: ppiindia-normal@ yahoogroups. com

> > Yahoo! Groups Links

> > 

> > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger

> ..yahoo.com 

> > 

> > [Non-text portions of this message have been removed]

> > 

> > 

> > 

> > 

> > 

> > 

> > [Non-text portions of this message have been removed]

> >

> 

> 

> 

> 

> 

> 

> [Non-text portions of this message have been removed]

> 

[Non-text portions of this message have been removed]

------------ --------- --------- ------

************ ********* ********* ********* ********* ********* *********
*********

Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups. yahoo.com/ group/ppiindia

************ ********* ********* ********* ********* ********* *********
*********

____________ _________ _________ _________ _________ _________ _

Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)

2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.

3. Reading only, http://ppi-india. blogspot. com 

4. Satu email perhari: ppiindia-digest@ yahoogroups. com

5. No-email/web only: ppiindia-nomail@ yahoogroups. com

6. kembali menerima email: ppiindia-normal@ yahoogroups. com

Yahoo! Groups Links

http://groups. yahoo.com/ group/ppiindia/

Individual Email | Traditional

http://groups. yahoo.com/ group/ppiindia/ join

(Yahoo! ID required)

mailto:ppiindia- digest@ yahoogroups. com 

mailto:ppiindia- fullfeatur [EMAIL PROTECTED] com

ppiindia-unsubscrib [EMAIL PROTECTED] com

http://docs. yahoo.com/ info/terms/

[Non-text portions of this message have been removed]

____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail. com.
http://mail. <http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/>
promotions.yahoo. com/newdomains/ id/

[Non-text portions of this message have been removed]

[Non-text portions of this message have been removed]

    


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke