waduh ane bener2 terkejut ternyata pelacur liberal yg blom dpt jatah ngemis 
beasiswa dr bule, goubloknya minta ampyunn
ape hubungane berita 'milyarder yahudi jd komisaris HU republika' dg tuduhan2 
lo bahwa republika pembuat brita bias atau dr wawan meralat pernyataannya krn 
diintimidasi oleh pihak lain? memangnye dr wawan ngaku bgitu ma lhu, lha koq 
lhu tau?

oh iye mana buktinye perkataan yg kluar dr congor lhu bahwa islam moderat 
mempunyai fakta bahwa ZIS yg dikelola lembaga nasional dipakai utk hal2 lain 
(misalnya ape, teroris? dana diselewengkan, gitu?). hayo buktiin donk haha 
makin cemen aje lhu
belum dpt bukti koq malah ente 'langsung  mengambil langkah, tidak mempercayai 
lembaga penampung dana umat  untuk skala nasional itu' haha ga urusan ah orang 
macam lhu siy cuma segelintir emang lhu ini khan beragama islam moderat, agama 
baru terlepas dari agama islam yg dibawa Muhammad bin abdullah, lha Muhammad 
saw aja ga pernah namain agamanya islam moderat koq ente ngaku2 islam moderat, 
emangnye agama lhu (islam moderat) lebih sempurna drpd islamnye Muhammad saw? 
haha tobat deh bocah, makin kliatan aje bodohnye.

ane minta bukti dari ke-3 point yg kluar dari CONGOR lhu, koq malah ngutip 
brita 'milyarder yahudi jd komisaris republika', aneh bener logika lhu

ps: tolong ye, jgn memalukan diri sendiri di milist umum, pamer kebodohan ga 
abis2nye, ampyuuuuuuun dah, bukannye ngejawab yg bener malah curhat hihi 
toloong donk kirim pelacur liberal yg agak pinter di milist ini biar ane 
selevel debatnye, jgn kirim pengemis2 beasiswa yg waiting list, lom dpt giliran 
kasiaan deh mereka hihihi


----- Original Message ----
From: masdimas62 <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, July 14, 2008 9:04:21 PM
Subject: [ppiindia] Re: Menyerang Zakat, Kampanye Hitam pada Islam


Tung, buka mata lu lebar-lebar juga telinga lu (kalau punyaaa). 
Udah minum obat belum?
Jangan sampe silap. 
Jangan onani mulu...
Emamngnya tuh Arab yang biasa nyodomi lu, 
udah nggak datang-datang lagi
kacian de lu ketagihan Arab...

Dimas

Milyader Yahudi Jadi Komisaris HU Republika

http://www.eramusli m.com/berita/ tha/8701101044- milyader- yahudi-jadi-
komisaris-hu\ -republika. htm

Akhir Juni 2008, PT. Abdi Bangsa Tbk (ABBA) menggelar Rapat Umum 
Pemegang Saham (RUPS). Bagi setiap perusahaan, RUPS merupakan suatu 
keharusan untuk bisa revitalisasi perusahaan. Demikian pula yang 
dilakukan ABBA sebagai pemilik Harian Umum Republika yang pendirian 
awalnya dimotori sejumlah tokoh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia 
(ICMI) yang *notabene* visi dan misinya lebih kurang sebagai media 
massa cetak harian berbentuk koran yang menyuarakan aspirasi umat 
Islam sebagai tuan rumah di negeri ini.

Sudah *sunnatullah* , setiap apa-apa yang hendak meninggikan kalimah 
Allah, mendakwahkan kebenaran, berjuang demi tegaknya *alâ¤"haq*, 
dan melawan kebathilan, selalu saja diintai oleh musuh-musuh Alah 
SWT agar bisa dihancurkan atau dimandulkan perjuangannya. Demikian 
pula HU Republika.

RUPS akhir Juni kemarin selain membahas pengembangan konsep *e-
newspaper*, berita *online*, dan layanan berita *mobile, *sebagai 
antisipasi perkembangan teknologi informasi di abad millenium, 
ternyata juga menampilkan wajah-wajah baru yang duduk dalam jajaran 
Dewan Komisaris ABBA, seperti KH. Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym 
dan mantan Pemimpin Kantor Berita Antara, Asro Kamal Rokan. Yang 
mengejutkan adalah masuknya CEO *The Independent News Media Group* 
(INM) Gavin O'Reilly dalam jajaran Dewan Komisaris ABBA. Orang yang 
satu ini layak untuk dikritisi. Siapa sebenarnya Gavin O'Reilly?

*Pengusaha Yahudi Kaya*

Gavin O'Reilly adalah salah satu anak dari Milyader Yahudi Irlandia 
bernama Sir Anthony O'Reilly yang masuk dalam daftar 288 Pengusaha 
Yahud Terkaya Dunia versi Jew Watch (*
www.jewwatch. com/jew-leaders- list-of-jewish- millionaires. html*). 
Keluarga milyarder ini terhimpun dalam Yayasan O'Reilly yang 
bergerak di berbagai bidang, antara lain mendukung pengembangan 
Jewish Studies 
(www.tcd.ie/ trinityfoundatio n/foundationboar d/tfboreilly. php).

Sir Anthony O'Reilly yang merupakan pendiri INM menempatkan anaknya, 
Gavin O'Reilly, sebagai '*watchdog*' di jajaran Dewan Komisaris ABBA 
dengan nilai saham yang dikuasainya sebesar 20%, sebuah angka yang 
tidak kecil. Sekilas tentang Sir Anthony O'Reilly dan Gavin O'Reilly 
bisa kita simak di wikipedia.
Dalam percaturan perekonomian global yang dikomandani sistem 
kapitalistik, sesungguhnya amat wajar siapa pun bisa menguasai atau 
menjadi bagian perusahaan apa pun. Sekat-sekat geografis suatu 
negara tidak lagi menjadi soal. Hanya saja, HU Republika yang 
dikenal selama ini sebagai 'media massa milik umat Islam Indonesia' 
yang harusnya memiliki ideologi dakwah Islam dan tidak menghalalkan 
segala cara terkesan* aneh bin janggal* jika mau-maunya menerima 
seorang milyader Yahudi menjadi salah satu anggota dewan 
komisarisnya. Umat Islam Indonesia patut bertan 
--
regard,

Mirza

http://groups. yahoo.com/ group/islamic_ discussion_ via_internet/ message
/1741

Republika kedepan dipimpin Milyader pro Yahudi

Harian Umum Republika pendirian awalnya dimotori sejumlah tokoh 
Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang notabene visi dan 
misinya menjadikan Republika sebagai media yang menyuarakan aspirasi 
umat Islam sebagai tuan rumah di negeri ini.

Dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) PT. Abdi Bangsa Tbk (ABBA) 
pada Juni 2008. Tampilnya wajah-wajah baru yang duduk dalam jajaran 
Dewan Komisaris ABBA, seperti KH. Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym 
dan mantan Pemimpin Kantor Berita Antara, Asro Kamal Rokan. Masuknya 
orang-orang baru ini diharapkan Republika tetap konsisten 
menyuarakan suara umat Islam bahkan berjuang lebih gigih lagi. 

Tapi yang mengejutkan adalah masuknya CEO The Independent News Media 
Group (INM) Gavin O'Reilly dalam jajaran Dewan Komisaris ABBA. Orang 
yang satu ini layak untuk dikritisi. Siapa sebenarnya Gavin O'Reilly?

Saham Republika di beli Independent

Harian terkenal The Independent dan Republika dalam waktu dekat 
akan 'terkait'. Demikian yang dikatakan beberapa portal berita di 
internet. Ini karena International News and Media Ltd (INM) yang 
merupakan penerbit The Independen akan membeli induk harian 
Republika, PT Abdi Bangsa Tbk (ABBA) senilai Rp 67,5 miliar, seperti 
yang dikatakan Presiden Direktur ABBA, Erick Thohir yang dilansir 
detikFinance, Sabtu (31/5).

Penjualan dari saham tersebut rencananya akan dialokasikan untuk 
akuisisi PT.Radionet Cipta Karya dan PT Praisindo Teknologi, 
penyertaan modal kerja di PT Avabanindo Perkasa dan PT Republika 
Media Mandiri.

"Di Mahaka Billboard (PT Avabanindo Perkasa) kami berencana menambah 
titik Billboard. Di harian Republika (PT Republika Media Mandiri) 
akan digunakan untuk menambah permodalan, mungkin untuk menambah 
mesin dan sebagainya," kata Erick Thohir, Presiden Direktur ABBA.

Milyader Pro Yahudi

Ketika berita ini muncul di Eramuslim dengan judul " Milyader Yahudi 
Jadi Komisaris HU Republika" pada 1 Juli 2008, sontak mendatangkan 
kritikan tajam bahkan ancaman untuk mensomasi Eramuslim jika tidak 
segera menurunkan tulisan tersebut. Yang kemudian oleh Eramuslim 
sebutan 'Milyader Yahudi Irlandia' di ralat menjadi 'Milyader 
Irlandia'.

CEO The Independent News Media Group (INM) Gavin O'Reilly yang masuk 
dalam jajaran Dewan Komisaris ABBA, adalah anak Sir Anthony 
O'Reilly. Kiprah keluarga O'Reilly ini dalam salah satu yayasannya 
yang bernama O'Reilly Institute (Trinity College Dublin) ternyata 
memang menjadi salah satu donor bagi pengembangan Jewish Studies. 
Bisa kita baca di 

(en.wikipedia. org/wiki/ Tony_O'Reilly dan juga di 
www.tcd.ie/trinityf oundation/ foundationboard/ tfboreilly. php).

Independensi Republika sebagai Media Islam

Mengutip kembali beberapa pemberitaan media yag mengatakan bahwa, 
Harian terkenal The Independent dan Republika dalam waktu dekat 
akan 'terkait'. Terkait  dalam hal yang bagaimana? Lalu apakah 
Republika akan luntur warna keislamannya, seperti yang dikhawatirkan 
banyak pihak? Kita akan lihat bagaimana respon masyarakat dan 
bagaimana usaha Republika untuk kembali meyakinkan pembacanya.

(Sally Sety)

--- In [EMAIL PROTECTED] s.com, si pitung <sipitung68@ ...> wrote:
>
> haha dimas dimas, lagak lo kaya intel 
> mabok ye?
> buktiin aje brita republika salah persis kaya tempo hr yg ngawur 
ngasih berita, hayo sanggup kaga?
> cemen lo ah..
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: masdimas62 <masdimas62@ ...>
> To: [EMAIL PROTECTED] s.com
> Sent: Sunday, July 13, 2008 9:35:14 PM
> Subject: [ppiindia] Re: Menyerang Zakat, Kampanye Hitam pada Islam
> 
> 
> Saya membayangkan Pitung kegirangan karena berita Republika itu. 
> Sudah jelas. hanya berita-berita begitu yang ingin dibacanya. Otak 
> Pitung itu pendek sependek "itu"nya, sehingga tidak membaca berita 
> itu dalam konteks panjang, khususnya dalam ilmua komunikasi. 
> Satu, menarik sebuah berita adalah satu hal. Sedangkan kebenaran 
> berita adalah hal lain lagi. Boleh ajdi berita itu benar, tapi 
karena 
> adanya tekanan, makanya berita itu diralat untuk keselamatannya 
> sendiri. Di masa lalu, yang gemar meralat, rezim Orba. Sekarang, 
> ormas Islam hitam. 
> Kedua, kita tahu, yang membuat berita itu REPUBLIKA. Dan hanya 
> REPUBLIKA. Di kalangan independen, REPUBLIKA adalah pembuat berita 
> bias, khususnya mengenai hal-hal yang berbau Islam. Hanya berita-
> berita Pro fundamentalis militan, dan pro Islam hitam, yang 
dimuat. 
> Ketiga, umat Islam moderat yang sudah dapat fakta bahwa dana infak 
> dipakai untuk hal-hal lain, selain menolong orang miskin, langsung 
> mengambil langkah, tidak mempercayai lembaga penampung dana umat 
> untuk skala nasional itu.
> Si Pitung sudah terhibur oleh REPUBLIKA. Mungkin belum tahu, saham 
> REPUBLIKA sudah dimangsa Yahudi.
> Biasa nurunin berita maki-maki kepada Yahudi, kini jatuh ke 
> pengusaha Yahudi. Kena karma!!!
> 
> Dimas
> 
> 
> -- In [EMAIL PROTECTED] s.com, si pitung <sipitung68@ ...> wrote:
> >
> > maluuu tuch, ternyata kata-kata loe tempo hr kaga kepake haha
> > 
> > orang bebas berpendapat apapun!!!, bahkan mau kafir jg bukan 
urusan
> > anda!!!, kalo ada yg berprasangka pada zakat jg haknya masing2,jd
> > hendaklah adu wacana, jgn menuding2 yg kampungan, krn inilah 
> demokrasi,
> > semua punya hak yg sama sepanjang tdk memaksakan pendapatnya agar
> > diterima org lain, tau gak loe!!! (kata peter sleman)
> > 
> > nah..dah bc beritanya, DR Wawan minta maaf atas pernyataannya yg 
> tanpa data & fakta akurat yg menyerang ajaran agamanya sendiri. Mo 
> ngomong ape lg lhu tong???
> > 
> > laen kali mikir dlu ya, jgn ngamuk2 kaya' orang salah nelen 
obat. 
> (heran gw dah, tanda seru ampe 3 bgitu kaga mo dibilang orang 
ngamux)
> > 
> > 
> > 
> > ----- Original Message ----
> > From: Peter Sleman <senc_p@>
> > To: [EMAIL PROTECTED] s.com
> > Sent: Friday, July 11, 2008 3:26:10 PM
> > Subject: Re: [ppiindia] Menyerang Zakat, Kampanye Hitam pada 
Islam
> > 
> > 
> > sapa nyang ngamuk????, loe aja yg aneh, ngerecokin urusan orang 
> lain, pdhal org lain mo kafir mo gila, mmg loe Allah bs 
> menghakimi,loe tu cuma manusia jg, bedanya loe  full munafik
> > 
> > ----- Original Message ----
> > From: si pitung <sipitung68@ yahoo. com>
> > To: [EMAIL PROTECTED] s.com
> > Sent: Friday, July 11, 2008 14:57:32
> > Subject: Re: [ppiindia] Menyerang Zakat, Kampanye Hitam pada 
Islam
> > 
> > lho koq ngamux?! emang bikin kite takut ape hehe
> > nyang namenye kaum intelektual macem pengamat atau cendekiawan 
> atau siapapun harus ngomong pake data & fakta, jangan kebanyakan 
> berprasangka atawa nuduh, itu kaga baek tong. Tuduhan tanpa bukti 
> itu namenye FITNAH tong, kaga pernah diajarin ye dibangku 
skolahan? 
> pantes dah!
> > wacana koq kaga ada ilmunya blablas pisan ya? skolah dlu dah 
tong, 
> jgn pamer kebegoan disini hehe
> > 
> > ----- Original Message ----
> > From: Peter Sleman <[EMAIL PROTECTED] com>
> > To: [EMAIL PROTECTED] s.com
> > Sent: Friday, July 11, 2008 10:09:56 AM
> > Subject: Re: [ppiindia] Menyerang Zakat, Kampanye Hitam pada 
Islam
> > 
> > orang bebas berpendapat apapun!!!, bahkan mau kafir jg bukan 
> urusan anda!!!, kalo ada yg berprasangka pada zakat jg haknya 
> masing2,jd hendaklah adu wacana, jgn menuding2  yg kampungan, krn 
> inilah demokrasi, semua punya hak yg sama sepanjang tdk memaksakan 
> pendapatnya agar diterima org lain, tau gak loe!!!
> > 
> > ----- Original Message ----
> > From: si pitung <sipitung68@ yahoo. com>
> > To: [EMAIL PROTECTED] s.com
> > Sent: Friday, July 11, 2008 9:18:13
> > Subject: [ppiindia] Menyerang Zakat, Kampanye Hitam pada Islam
> > 
> > urusan serang menyerang syariat islam memang menjadi jargonnya 
> kaum pelacur liberal.
> > pernah suatu ketika ada seorang pelacur liberal berkata spt ini:
> > 
> > Adapun hal prinsip misalnya negara
> > demokrasi, emansipasi wanita, dan kebebasan berpikir; Islam 
> liberal bisa
> > menerima bentuk negara sekuler, yang menurut Ulil Abshar Abdalla 
> lebih unggul
> > dari negara ala kaum fundamentalis. "Sebab, negara sekuler bisa 
> menampung
> > energi kesalehan dan energi kemaksiatan sekaligus," kata Ulil, 
> yang disambut
> > ledakan tawa peserta diskusi.(Majalah Tempo, 19-25 November 
2001).
> > 
> > Dedengkot liberal
> > yg jebolan pesantren ini agaknya dah lupa ingatan, sehingga ga 
> sadar dg
> > ucapannya yg bertolak belakang dg alquran,: Dan janganlah kamu 
> campur adukkan
> > yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang 
> hak itu, sedang
> > kamu mengetahui." Al-Baqarah ayat 42
> > 
> > Akibat kekurang
> > warasannya dlm berpikir lalu beliau jg mengeluarkan `fatwa'nya: 
> Larangan kawin
> > beda agama, dalam hal ini antara perempuan Islam dengan lelaki 
non-
> Islam, sudah
> > tidak relevan lagi. 
> > 
> > Kemudian beliau
> > jg pernah mengatakan minuman sejenis vodka yg beralkohol boleh 
> dikonsumsi di
> > rusia krn dingin hehe jgn2 seks bebas jg boleh ya, di puncak 
khan 
> dingin jg
> > tuch
> > 
> > Rupanya
> > dedengkot liberal ini sdh mendapat ijin dari Allah utk 
> mengharamkan yg halal
> > dan menghalalkan yg haram, hebat sekali bukan?
> > 
> > Katakanlah:  "Terangkanlah kepadaku tentang rezki
> > yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya 
> haram dan  halal". Katakanlah: "Apakah Allah
> > telah memberikan izin kepadamu  atau kamu
> > mengada-adakan saja terhadap Allah ?" QS10:59
> > 
> > Pernyataan2
> > spt itu siy bkn lahir dari proses berpikir melainkan pengaruh 
> syahwat yg ada di
> > kepala orang liberal. Orang liberal dikatakan sbg cendekiawan 
atau 
> pemikir itu
> > dasarnya apa ya? 
> > 
> > Menurut saya, mereka tdk lebih baik dari seorang pelacur seks,
> > germo atau konsumennya yg cenderung mengikuti syahwat, 
setidaknya 
> para pelacur
> > tsb msh memiliki `malu', sadar bahwa perbuatan mereka adalah 
> salah, sedangkan
> > para pelacur intelektual ini sdh kehilangan urat malunya, 
sehingga 
> mereka tdk
> > malu lg menyuruh orang utk berbuat dosa. Akibatnya kelak para 
> pelacur liberal ini dibenamkan di dasar neraka kekal selamanya...
> > 
> > Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian
> > dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat 
> yang munkar dan
> > melarang berbuat yang ma`ruf dan mereka menggenggamkan 
tangannya. 
> Mereka telah
> > lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya 
orang-
> orang
> > munafik itulah orang-orang yang fasik.."
> > 
> > Republika Kamis, 10 Juli 2008
> > 
> > Menyerang Zakat, Kampanye Hitam pada Islam 
> > 
> > Diduga ada benang merah dengan skenario internasional. 
> > 
> > JAKARTA -- Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), KH 
Didin 
> Hafidudin, menilai sinyalemen pengamat intelijen Dr Wawan Hari 
> Purwanto tentang ''perlunya meneliti aliran dana zakat, infak, dan 
> shadaqah (ZIS) di Indonesia untuk memutus pendanaan teroris'', 
> sebagai fitnah. Itu bisa merupakan kampanye hitam (black campaign) 
> terhadap ajaran sosial dan pemberdayaan ekonomi umat Islam.
> > 
> > ''Itu sebuah fitnah murahan.. Kami jadi curiga, ada apa ini? 
Jangan-
> jangan pernyataan itu dia lontarkan dengan maksud yang tidak 
baik,'' 
> cetus Kiai Didin, kepada Republika, Rabu (9/7). Protes senada 
> disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Dr 
Din 
> Syamsuddin.. 
> > 
> > ''Program zakat bisa terganggu.. Dari sudut muzakki (pemberi 
> zakat), boleh jadi akan terpengaruh sehingga enggan mengeluarkan 
> zakat. Dia harus mengklarifikasi, apalagi pernyataannya tanpa 
> disertai bukti,'' tutur Din. Menurut Din, wacana seperti itu akan 
> bersifat tendensius dan menimbulkan persepsi negatif. ''Itu tidak 
> bisa disebut sebagai wacana, tapi fitnah. Saya berkeyakinan, tidak 
> ada dana zakat yang disalahgunakan peruntukkannya, apalagi untuk 
> tujuan yang tidak baik,'' tegas Din.
> > 
> > Pendayagunaan atau penyaluran zakat, lanjut Din, sangat jelas 
> diatur Alquran, yakni kepada delapan ashnaf (kelompok). ''Tidak 
ada 
> di situ untuk aksi terorisme,'' tukasnya. Presiden Partai Keadilan 
> Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring, mengungkapkan, di dunia 
> internasional yang tidak suka pada kebenaran ajaran Islam pun 
sering 
> muncul tudingan seperti yang dilakukan Wawan. ''Mungkin ada benang 
> merahnya ke arah sana,'' ujarnya. Atau, kata Tifatul, Wawan tidak 
> mengerti sama sekali dengan pengelolaan ZIS. Pengelolaan dana umat 
> ini memiliki standar yang sama di seluruh dunia Islam. 
> > 
> > ''Ketentuan penerima zakat ini sudah jelas aturannya. Hanya 
> delapan ashnaf yang diperbolehkan mendapatkannya. Zakat hanya 
> menangani kaum dhuafa atau orang-orang lemah seperti ibnu sabil, 
> fuqoro, dan masakih,'' papar Tifatul.
> > 
> > Wacana kontra produktif
> > Sebelumnya, Wawan kepada Republika berdalih, pemerintah Arab 
Saudi 
> juga menerapkan pengawasan terhadap penggunaan ZIS. ''(Pengawasan) 
> Di sana pun menimbulkan reaksi dan protes. Jadi, wajar juga kalau 
> pernyataan saya mengundang protes. Saya siap menjelaskan kepada 
> MUI,'' tegasnya. 
> > 
> > Wawan mengemukakan, ditemukannya bom berdaya ledak lebih dahsyat 
> dari Bom Bali di Palembang, Sumatra Selatan, baru-baru ini, 
> menunjukkan bahwa dana yang digunakan juga lebih besar. Namun, ia 
> lupa bahwa banyak kalangan curiga, operasi terorisme di Indonesia 
> lebih bernuansa rekayasa atas tekanan Amerika dan sekutunya untuk 
> merusak citra Islam. Tapi, Wawan malah menyarankan pula agar 
> permintaan ZIS yang dilakukan secara berkeliling dari rumah ke 
rumah 
> diawasi. Sebab, dengan cara itu tak ada pengawasan penggunaannya 
> untuk apa.
> > 
> > Kiai Didin, kembali menilai lontaran gagasan Wawan tetap 
> tendensius. Ia meminta umat Islam tak terpancing apalagi sampai 
> menghentikan memberikan ZIS pada saluran yang benar. Pernyatan 
Wawan-
> -yang juga mendapat reaksi keras dari Majelis Ulama Indonesia 
(MUI) 
> Jawa Tengah dan Pusat--juga dianggap Kiai Didin tidak memahami 
tata 
> kelola ZIS Indonesia. Baznas sendiri mengelolanya secara 
transparan 
> dan profesional.
> > 
> > ''Sesuai Sunah Rasulullah SAW, menyalurkan ZIS itu melalui badan 
> amil zakat (BAZ) atau lembaga amil zakat (LAZ). Setiap tahun 
bahkan 
> setiap tiga bulan, kami juga diaudit oleh akuntan publik 
> independen,' ' ungkap Kiai Didin. Direktur Pascasarjana 
Universitas 
> Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor itu juga menjelaskan, selain mengacu 
pada 
> syariat Islam, penyaluran dana ZIS berdasarkan Undang-undang No 38/
> 1999. Garis besarnya, zakat ditujukan untuk membantu fakir miskin, 
> kesehatan, dan pendidikan mereka.
> > 
> > ''Menggalakkan zakat adalah membantu pemerintah dalam upaya 
> pengentasan kemiskinan. Daripada menuduh tanpa bukti, saya 
mengajak 
> saudara Wawan untuk mempelajari ajaran ZIS,'' kata Kiai Didin. Ia 
> menambahkan, kebiasaan menuduh tanpa bukti atau sekadar wacana 
> padahal masalahnya sangat penting berkaitan dengan kebutuhan 
> masyarakat banyak, adalah perbuatan kontra produktif. ''BAZ dan 
LAZ 
> berkhidmat untuk kepentingan masyarakat dan bangsa, bukan untuk 
> kepentingan kelompok tertentu,'' tandasnya. hri/djo/dam
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> > 
> > ------------ --------- --------- ------
> > 
> > 
> ************ ********* ********* ********* ********* ********* 
********* *********
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
> Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://
> groups. . yahoo.com/ group/ppiindia
> > 
> ************ ********* ********* ********* ********* ********* 
********* *********
> > ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
> > Mohon Perhatian:
> > 
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
> otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
> dikomentari.
> > 3. Reading only, http://ppi-india. blogspot. com 
> > 4. Satu email perhari: ppiindia-digest@ yahoogroups. com
> > 5. No-email/web only: ppiindia-nomail@ yahoogroups. com
> > 6. kembali menerima email: ppiindia-normal@ yahoogroups. com
> > Yahoo! Groups Links
> > 
> > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger
> ..yahoo.com 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> > 
> > ------------ --------- --------- ------
> > 
> > 
> ************ ********* ********* ********* ********* ********* 
********* *********
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju 
> Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.. http://
> groups. yahoo.com/ group/ppiindia
> > 
> ************ ********* ********* ********* ********* ********* 
********* *********
> > ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
> > Mohon Perhatian:
> > 
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg 
> otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan 
> dikomentari.
> > 3. Reading only, http://ppi-india. blogspot. com 
> > 4. Satu email perhari: ppiindia-digest@ yahoogroups.. com
> > 5. No-email/web only: ppiindia-nomail@ yahoogroups. com
> > 6.. kembali menerima email: ppiindia-normal@ yahoogroups. com
> > Yahoo! Groups Links
> > 
> > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger
> ..yahoo.com 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>

    


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke