waduh ane bener2 terkejut ternyata pelacur liberal yg blom dpt jatah ngemis beasiswa dr bule, goubloknya minta ampyunn ape hubungane berita 'milyarder yahudi jd komisaris HU republika' dg tuduhan2 lo bahwa republika pembuat brita bias atau dr wawan meralat pernyataannya krn diintimidasi oleh pihak lain? memangnye dr wawan ngaku bgitu ma lhu, lha koq lhu tau?
oh iye mana buktinye perkataan yg kluar dr congor lhu bahwa islam moderat mempunyai fakta bahwa ZIS yg dikelola lembaga nasional dipakai utk hal2 lain (misalnya ape, teroris? dana diselewengkan, gitu?). hayo buktiin donk haha makin cemen aje lhu belum dpt bukti koq malah ente 'langsung mengambil langkah, tidak mempercayai lembaga penampung dana umat untuk skala nasional itu' haha ga urusan ah orang macam lhu siy cuma segelintir emang lhu ini khan beragama islam moderat, agama baru terlepas dari agama islam yg dibawa Muhammad bin abdullah, lha Muhammad saw aja ga pernah namain agamanya islam moderat koq ente ngaku2 islam moderat, emangnye agama lhu (islam moderat) lebih sempurna drpd islamnye Muhammad saw? haha tobat deh bocah, makin kliatan aje bodohnye. ane minta bukti dari ke-3 point yg kluar dari CONGOR lhu, koq malah ngutip brita 'milyarder yahudi jd komisaris republika', aneh bener logika lhu ps: tolong ye, jgn memalukan diri sendiri di milist umum, pamer kebodohan ga abis2nye, ampyuuuuuuun dah, bukannye ngejawab yg bener malah curhat hihi toloong donk kirim pelacur liberal yg agak pinter di milist ini biar ane selevel debatnye, jgn kirim pengemis2 beasiswa yg waiting list, lom dpt giliran kasiaan deh mereka hihihi ----- Original Message ---- From: masdimas62 <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Monday, July 14, 2008 9:04:21 PM Subject: [ppiindia] Re: Menyerang Zakat, Kampanye Hitam pada Islam Tung, buka mata lu lebar-lebar juga telinga lu (kalau punyaaa). Udah minum obat belum? Jangan sampe silap. Jangan onani mulu... Emamngnya tuh Arab yang biasa nyodomi lu, udah nggak datang-datang lagi kacian de lu ketagihan Arab... Dimas Milyader Yahudi Jadi Komisaris HU Republika http://www.eramusli m.com/berita/ tha/8701101044- milyader- yahudi-jadi- komisaris-hu\ -republika. htm Akhir Juni 2008, PT. Abdi Bangsa Tbk (ABBA) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Bagi setiap perusahaan, RUPS merupakan suatu keharusan untuk bisa revitalisasi perusahaan. Demikian pula yang dilakukan ABBA sebagai pemilik Harian Umum Republika yang pendirian awalnya dimotori sejumlah tokoh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang *notabene* visi dan misinya lebih kurang sebagai media massa cetak harian berbentuk koran yang menyuarakan aspirasi umat Islam sebagai tuan rumah di negeri ini. Sudah *sunnatullah* , setiap apa-apa yang hendak meninggikan kalimah Allah, mendakwahkan kebenaran, berjuang demi tegaknya *alâ¤"haq*, dan melawan kebathilan, selalu saja diintai oleh musuh-musuh Alah SWT agar bisa dihancurkan atau dimandulkan perjuangannya. Demikian pula HU Republika. RUPS akhir Juni kemarin selain membahas pengembangan konsep *e- newspaper*, berita *online*, dan layanan berita *mobile, *sebagai antisipasi perkembangan teknologi informasi di abad millenium, ternyata juga menampilkan wajah-wajah baru yang duduk dalam jajaran Dewan Komisaris ABBA, seperti KH. Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym dan mantan Pemimpin Kantor Berita Antara, Asro Kamal Rokan. Yang mengejutkan adalah masuknya CEO *The Independent News Media Group* (INM) Gavin O'Reilly dalam jajaran Dewan Komisaris ABBA. Orang yang satu ini layak untuk dikritisi. Siapa sebenarnya Gavin O'Reilly? *Pengusaha Yahudi Kaya* Gavin O'Reilly adalah salah satu anak dari Milyader Yahudi Irlandia bernama Sir Anthony O'Reilly yang masuk dalam daftar 288 Pengusaha Yahud Terkaya Dunia versi Jew Watch (* www.jewwatch. com/jew-leaders- list-of-jewish- millionaires. html*). Keluarga milyarder ini terhimpun dalam Yayasan O'Reilly yang bergerak di berbagai bidang, antara lain mendukung pengembangan Jewish Studies (www.tcd.ie/ trinityfoundatio n/foundationboar d/tfboreilly. php). Sir Anthony O'Reilly yang merupakan pendiri INM menempatkan anaknya, Gavin O'Reilly, sebagai '*watchdog*' di jajaran Dewan Komisaris ABBA dengan nilai saham yang dikuasainya sebesar 20%, sebuah angka yang tidak kecil. Sekilas tentang Sir Anthony O'Reilly dan Gavin O'Reilly bisa kita simak di wikipedia. Dalam percaturan perekonomian global yang dikomandani sistem kapitalistik, sesungguhnya amat wajar siapa pun bisa menguasai atau menjadi bagian perusahaan apa pun. Sekat-sekat geografis suatu negara tidak lagi menjadi soal. Hanya saja, HU Republika yang dikenal selama ini sebagai 'media massa milik umat Islam Indonesia' yang harusnya memiliki ideologi dakwah Islam dan tidak menghalalkan segala cara terkesan* aneh bin janggal* jika mau-maunya menerima seorang milyader Yahudi menjadi salah satu anggota dewan komisarisnya. Umat Islam Indonesia patut bertan -- regard, Mirza http://groups. yahoo.com/ group/islamic_ discussion_ via_internet/ message /1741 Republika kedepan dipimpin Milyader pro Yahudi Harian Umum Republika pendirian awalnya dimotori sejumlah tokoh Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) yang notabene visi dan misinya menjadikan Republika sebagai media yang menyuarakan aspirasi umat Islam sebagai tuan rumah di negeri ini. Dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) PT. Abdi Bangsa Tbk (ABBA) pada Juni 2008. Tampilnya wajah-wajah baru yang duduk dalam jajaran Dewan Komisaris ABBA, seperti KH. Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym dan mantan Pemimpin Kantor Berita Antara, Asro Kamal Rokan. Masuknya orang-orang baru ini diharapkan Republika tetap konsisten menyuarakan suara umat Islam bahkan berjuang lebih gigih lagi. Tapi yang mengejutkan adalah masuknya CEO The Independent News Media Group (INM) Gavin O'Reilly dalam jajaran Dewan Komisaris ABBA. Orang yang satu ini layak untuk dikritisi. Siapa sebenarnya Gavin O'Reilly? Saham Republika di beli Independent Harian terkenal The Independent dan Republika dalam waktu dekat akan 'terkait'. Demikian yang dikatakan beberapa portal berita di internet. Ini karena International News and Media Ltd (INM) yang merupakan penerbit The Independen akan membeli induk harian Republika, PT Abdi Bangsa Tbk (ABBA) senilai Rp 67,5 miliar, seperti yang dikatakan Presiden Direktur ABBA, Erick Thohir yang dilansir detikFinance, Sabtu (31/5). Penjualan dari saham tersebut rencananya akan dialokasikan untuk akuisisi PT.Radionet Cipta Karya dan PT Praisindo Teknologi, penyertaan modal kerja di PT Avabanindo Perkasa dan PT Republika Media Mandiri. "Di Mahaka Billboard (PT Avabanindo Perkasa) kami berencana menambah titik Billboard. Di harian Republika (PT Republika Media Mandiri) akan digunakan untuk menambah permodalan, mungkin untuk menambah mesin dan sebagainya," kata Erick Thohir, Presiden Direktur ABBA. Milyader Pro Yahudi Ketika berita ini muncul di Eramuslim dengan judul " Milyader Yahudi Jadi Komisaris HU Republika" pada 1 Juli 2008, sontak mendatangkan kritikan tajam bahkan ancaman untuk mensomasi Eramuslim jika tidak segera menurunkan tulisan tersebut. Yang kemudian oleh Eramuslim sebutan 'Milyader Yahudi Irlandia' di ralat menjadi 'Milyader Irlandia'. CEO The Independent News Media Group (INM) Gavin O'Reilly yang masuk dalam jajaran Dewan Komisaris ABBA, adalah anak Sir Anthony O'Reilly. Kiprah keluarga O'Reilly ini dalam salah satu yayasannya yang bernama O'Reilly Institute (Trinity College Dublin) ternyata memang menjadi salah satu donor bagi pengembangan Jewish Studies. Bisa kita baca di (en.wikipedia. org/wiki/ Tony_O'Reilly dan juga di www.tcd.ie/trinityf oundation/ foundationboard/ tfboreilly. php). Independensi Republika sebagai Media Islam Mengutip kembali beberapa pemberitaan media yag mengatakan bahwa, Harian terkenal The Independent dan Republika dalam waktu dekat akan 'terkait'. Terkait dalam hal yang bagaimana? Lalu apakah Republika akan luntur warna keislamannya, seperti yang dikhawatirkan banyak pihak? Kita akan lihat bagaimana respon masyarakat dan bagaimana usaha Republika untuk kembali meyakinkan pembacanya. (Sally Sety) --- In [EMAIL PROTECTED] s.com, si pitung <sipitung68@ ...> wrote: > > haha dimas dimas, lagak lo kaya intel > mabok ye? > buktiin aje brita republika salah persis kaya tempo hr yg ngawur ngasih berita, hayo sanggup kaga? > cemen lo ah.. > > > ----- Original Message ---- > From: masdimas62 <masdimas62@ ...> > To: [EMAIL PROTECTED] s.com > Sent: Sunday, July 13, 2008 9:35:14 PM > Subject: [ppiindia] Re: Menyerang Zakat, Kampanye Hitam pada Islam > > > Saya membayangkan Pitung kegirangan karena berita Republika itu. > Sudah jelas. hanya berita-berita begitu yang ingin dibacanya. Otak > Pitung itu pendek sependek "itu"nya, sehingga tidak membaca berita > itu dalam konteks panjang, khususnya dalam ilmua komunikasi. > Satu, menarik sebuah berita adalah satu hal. Sedangkan kebenaran > berita adalah hal lain lagi. Boleh ajdi berita itu benar, tapi karena > adanya tekanan, makanya berita itu diralat untuk keselamatannya > sendiri. Di masa lalu, yang gemar meralat, rezim Orba. Sekarang, > ormas Islam hitam. > Kedua, kita tahu, yang membuat berita itu REPUBLIKA. Dan hanya > REPUBLIKA. Di kalangan independen, REPUBLIKA adalah pembuat berita > bias, khususnya mengenai hal-hal yang berbau Islam. Hanya berita- > berita Pro fundamentalis militan, dan pro Islam hitam, yang dimuat. > Ketiga, umat Islam moderat yang sudah dapat fakta bahwa dana infak > dipakai untuk hal-hal lain, selain menolong orang miskin, langsung > mengambil langkah, tidak mempercayai lembaga penampung dana umat > untuk skala nasional itu. > Si Pitung sudah terhibur oleh REPUBLIKA. Mungkin belum tahu, saham > REPUBLIKA sudah dimangsa Yahudi. > Biasa nurunin berita maki-maki kepada Yahudi, kini jatuh ke > pengusaha Yahudi. Kena karma!!! > > Dimas > > > -- In [EMAIL PROTECTED] s.com, si pitung <sipitung68@ ...> wrote: > > > > maluuu tuch, ternyata kata-kata loe tempo hr kaga kepake haha > > > > orang bebas berpendapat apapun!!!, bahkan mau kafir jg bukan urusan > > anda!!!, kalo ada yg berprasangka pada zakat jg haknya masing2,jd > > hendaklah adu wacana, jgn menuding2 yg kampungan, krn inilah > demokrasi, > > semua punya hak yg sama sepanjang tdk memaksakan pendapatnya agar > > diterima org lain, tau gak loe!!! (kata peter sleman) > > > > nah..dah bc beritanya, DR Wawan minta maaf atas pernyataannya yg > tanpa data & fakta akurat yg menyerang ajaran agamanya sendiri. Mo > ngomong ape lg lhu tong??? > > > > laen kali mikir dlu ya, jgn ngamuk2 kaya' orang salah nelen obat. > (heran gw dah, tanda seru ampe 3 bgitu kaga mo dibilang orang ngamux) > > > > > > > > ----- Original Message ---- > > From: Peter Sleman <senc_p@> > > To: [EMAIL PROTECTED] s.com > > Sent: Friday, July 11, 2008 3:26:10 PM > > Subject: Re: [ppiindia] Menyerang Zakat, Kampanye Hitam pada Islam > > > > > > sapa nyang ngamuk????, loe aja yg aneh, ngerecokin urusan orang > lain, pdhal org lain mo kafir mo gila, mmg loe Allah bs > menghakimi,loe tu cuma manusia jg, bedanya loe full munafik > > > > ----- Original Message ---- > > From: si pitung <sipitung68@ yahoo. com> > > To: [EMAIL PROTECTED] s.com > > Sent: Friday, July 11, 2008 14:57:32 > > Subject: Re: [ppiindia] Menyerang Zakat, Kampanye Hitam pada Islam > > > > lho koq ngamux?! emang bikin kite takut ape hehe > > nyang namenye kaum intelektual macem pengamat atau cendekiawan > atau siapapun harus ngomong pake data & fakta, jangan kebanyakan > berprasangka atawa nuduh, itu kaga baek tong. Tuduhan tanpa bukti > itu namenye FITNAH tong, kaga pernah diajarin ye dibangku skolahan? > pantes dah! > > wacana koq kaga ada ilmunya blablas pisan ya? skolah dlu dah tong, > jgn pamer kebegoan disini hehe > > > > ----- Original Message ---- > > From: Peter Sleman <[EMAIL PROTECTED] com> > > To: [EMAIL PROTECTED] s.com > > Sent: Friday, July 11, 2008 10:09:56 AM > > Subject: Re: [ppiindia] Menyerang Zakat, Kampanye Hitam pada Islam > > > > orang bebas berpendapat apapun!!!, bahkan mau kafir jg bukan > urusan anda!!!, kalo ada yg berprasangka pada zakat jg haknya > masing2,jd hendaklah adu wacana, jgn menuding2 yg kampungan, krn > inilah demokrasi, semua punya hak yg sama sepanjang tdk memaksakan > pendapatnya agar diterima org lain, tau gak loe!!! > > > > ----- Original Message ---- > > From: si pitung <sipitung68@ yahoo. com> > > To: [EMAIL PROTECTED] s.com > > Sent: Friday, July 11, 2008 9:18:13 > > Subject: [ppiindia] Menyerang Zakat, Kampanye Hitam pada Islam > > > > urusan serang menyerang syariat islam memang menjadi jargonnya > kaum pelacur liberal. > > pernah suatu ketika ada seorang pelacur liberal berkata spt ini: > > > > Adapun hal prinsip misalnya negara > > demokrasi, emansipasi wanita, dan kebebasan berpikir; Islam > liberal bisa > > menerima bentuk negara sekuler, yang menurut Ulil Abshar Abdalla > lebih unggul > > dari negara ala kaum fundamentalis. "Sebab, negara sekuler bisa > menampung > > energi kesalehan dan energi kemaksiatan sekaligus," kata Ulil, > yang disambut > > ledakan tawa peserta diskusi.(Majalah Tempo, 19-25 November 2001). > > > > Dedengkot liberal > > yg jebolan pesantren ini agaknya dah lupa ingatan, sehingga ga > sadar dg > > ucapannya yg bertolak belakang dg alquran,: Dan janganlah kamu > campur adukkan > > yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang > hak itu, sedang > > kamu mengetahui." Al-Baqarah ayat 42 > > > > Akibat kekurang > > warasannya dlm berpikir lalu beliau jg mengeluarkan `fatwa'nya: > Larangan kawin > > beda agama, dalam hal ini antara perempuan Islam dengan lelaki non- > Islam, sudah > > tidak relevan lagi. > > > > Kemudian beliau > > jg pernah mengatakan minuman sejenis vodka yg beralkohol boleh > dikonsumsi di > > rusia krn dingin hehe jgn2 seks bebas jg boleh ya, di puncak khan > dingin jg > > tuch > > > > Rupanya > > dedengkot liberal ini sdh mendapat ijin dari Allah utk > mengharamkan yg halal > > dan menghalalkan yg haram, hebat sekali bukan? > > > > Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku tentang rezki > > yang diturunkan Allah kepadamu, lalu kamu jadikan sebagiannya > haram dan halal". Katakanlah: "Apakah Allah > > telah memberikan izin kepadamu atau kamu > > mengada-adakan saja terhadap Allah ?" QS10:59 > > > > Pernyataan2 > > spt itu siy bkn lahir dari proses berpikir melainkan pengaruh > syahwat yg ada di > > kepala orang liberal. Orang liberal dikatakan sbg cendekiawan atau > pemikir itu > > dasarnya apa ya? > > > > Menurut saya, mereka tdk lebih baik dari seorang pelacur seks, > > germo atau konsumennya yg cenderung mengikuti syahwat, setidaknya > para pelacur > > tsb msh memiliki `malu', sadar bahwa perbuatan mereka adalah > salah, sedangkan > > para pelacur intelektual ini sdh kehilangan urat malunya, sehingga > mereka tdk > > malu lg menyuruh orang utk berbuat dosa. Akibatnya kelak para > pelacur liberal ini dibenamkan di dasar neraka kekal selamanya... > > > > Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian > > dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat > yang munkar dan > > melarang berbuat yang ma`ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. > Mereka telah > > lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang- > orang > > munafik itulah orang-orang yang fasik.." > > > > Republika Kamis, 10 Juli 2008 > > > > Menyerang Zakat, Kampanye Hitam pada Islam > > > > Diduga ada benang merah dengan skenario internasional. > > > > JAKARTA -- Ketua Umum Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), KH Didin > Hafidudin, menilai sinyalemen pengamat intelijen Dr Wawan Hari > Purwanto tentang ''perlunya meneliti aliran dana zakat, infak, dan > shadaqah (ZIS) di Indonesia untuk memutus pendanaan teroris'', > sebagai fitnah. Itu bisa merupakan kampanye hitam (black campaign) > terhadap ajaran sosial dan pemberdayaan ekonomi umat Islam. > > > > ''Itu sebuah fitnah murahan.. Kami jadi curiga, ada apa ini? Jangan- > jangan pernyataan itu dia lontarkan dengan maksud yang tidak baik,'' > cetus Kiai Didin, kepada Republika, Rabu (9/7). Protes senada > disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof Dr Din > Syamsuddin.. > > > > ''Program zakat bisa terganggu.. Dari sudut muzakki (pemberi > zakat), boleh jadi akan terpengaruh sehingga enggan mengeluarkan > zakat. Dia harus mengklarifikasi, apalagi pernyataannya tanpa > disertai bukti,'' tutur Din. Menurut Din, wacana seperti itu akan > bersifat tendensius dan menimbulkan persepsi negatif. ''Itu tidak > bisa disebut sebagai wacana, tapi fitnah. Saya berkeyakinan, tidak > ada dana zakat yang disalahgunakan peruntukkannya, apalagi untuk > tujuan yang tidak baik,'' tegas Din. > > > > Pendayagunaan atau penyaluran zakat, lanjut Din, sangat jelas > diatur Alquran, yakni kepada delapan ashnaf (kelompok). ''Tidak ada > di situ untuk aksi terorisme,'' tukasnya. Presiden Partai Keadilan > Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring, mengungkapkan, di dunia > internasional yang tidak suka pada kebenaran ajaran Islam pun sering > muncul tudingan seperti yang dilakukan Wawan. ''Mungkin ada benang > merahnya ke arah sana,'' ujarnya. Atau, kata Tifatul, Wawan tidak > mengerti sama sekali dengan pengelolaan ZIS. Pengelolaan dana umat > ini memiliki standar yang sama di seluruh dunia Islam. > > > > ''Ketentuan penerima zakat ini sudah jelas aturannya. Hanya > delapan ashnaf yang diperbolehkan mendapatkannya. Zakat hanya > menangani kaum dhuafa atau orang-orang lemah seperti ibnu sabil, > fuqoro, dan masakih,'' papar Tifatul. > > > > Wacana kontra produktif > > Sebelumnya, Wawan kepada Republika berdalih, pemerintah Arab Saudi > juga menerapkan pengawasan terhadap penggunaan ZIS. ''(Pengawasan) > Di sana pun menimbulkan reaksi dan protes. Jadi, wajar juga kalau > pernyataan saya mengundang protes. Saya siap menjelaskan kepada > MUI,'' tegasnya. > > > > Wawan mengemukakan, ditemukannya bom berdaya ledak lebih dahsyat > dari Bom Bali di Palembang, Sumatra Selatan, baru-baru ini, > menunjukkan bahwa dana yang digunakan juga lebih besar. Namun, ia > lupa bahwa banyak kalangan curiga, operasi terorisme di Indonesia > lebih bernuansa rekayasa atas tekanan Amerika dan sekutunya untuk > merusak citra Islam. Tapi, Wawan malah menyarankan pula agar > permintaan ZIS yang dilakukan secara berkeliling dari rumah ke rumah > diawasi. Sebab, dengan cara itu tak ada pengawasan penggunaannya > untuk apa. > > > > Kiai Didin, kembali menilai lontaran gagasan Wawan tetap > tendensius. Ia meminta umat Islam tak terpancing apalagi sampai > menghentikan memberikan ZIS pada saluran yang benar. Pernyatan Wawan- > -yang juga mendapat reaksi keras dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) > Jawa Tengah dan Pusat--juga dianggap Kiai Didin tidak memahami tata > kelola ZIS Indonesia. Baznas sendiri mengelolanya secara transparan > dan profesional. > > > > ''Sesuai Sunah Rasulullah SAW, menyalurkan ZIS itu melalui badan > amil zakat (BAZ) atau lembaga amil zakat (LAZ). Setiap tahun bahkan > setiap tiga bulan, kami juga diaudit oleh akuntan publik > independen,' ' ungkap Kiai Didin. Direktur Pascasarjana Universitas > Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor itu juga menjelaskan, selain mengacu pada > syariat Islam, penyaluran dana ZIS berdasarkan Undang-undang No 38/ > 1999. Garis besarnya, zakat ditujukan untuk membantu fakir miskin, > kesehatan, dan pendidikan mereka. > > > > ''Menggalakkan zakat adalah membantu pemerintah dalam upaya > pengentasan kemiskinan. Daripada menuduh tanpa bukti, saya mengajak > saudara Wawan untuk mempelajari ajaran ZIS,'' kata Kiai Didin. Ia > menambahkan, kebiasaan menuduh tanpa bukti atau sekadar wacana > padahal masalahnya sangat penting berkaitan dengan kebutuhan > masyarakat banyak, adalah perbuatan kontra produktif. ''BAZ dan LAZ > berkhidmat untuk kepentingan masyarakat dan bangsa, bukan untuk > kepentingan kelompok tertentu,'' tandasnya. hri/djo/dam > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > ------------ --------- --------- ------ > > > > > ************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju > Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http:// > groups. . yahoo.com/ group/ppiindia > > > ************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* > > ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ > > Mohon Perhatian: > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > otokritik) > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan > dikomentari. > > 3. Reading only, http://ppi-india. blogspot. com > > 4. Satu email perhari: ppiindia-digest@ yahoogroups. com > > 5. No-email/web only: ppiindia-nomail@ yahoogroups. com > > 6. kembali menerima email: ppiindia-normal@ yahoogroups. com > > Yahoo! Groups Links > > > > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger > ..yahoo.com > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > ------------ --------- --------- ------ > > > > > ************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* > > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju > Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.. http:// > groups. yahoo.com/ group/ppiindia > > > ************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* > > ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ > > Mohon Perhatian: > > > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg > otokritik) > > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan > dikomentari. > > 3. Reading only, http://ppi-india. blogspot. com > > 4. Satu email perhari: ppiindia-digest@ yahoogroups.. com > > 5. No-email/web only: ppiindia-nomail@ yahoogroups. com > > 6.. kembali menerima email: ppiindia-normal@ yahoogroups. com > > Yahoo! Groups Links > > > > Send instant messages to your online friends http://uk.messenger > ..yahoo.com > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ *************************************************************************** Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia *************************************************************************** __________________________________________________________________________ Mohon Perhatian: 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik) 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari. 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED] 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED] 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

