http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/17/10470419/obama.promosikan.kebijakan.luar.negerinya


*Obama Promosikan Kebijakan Luar Negerinya*


WASHINGTON, KAMIS - Kandidat Presiden AS dari Partai Demokrat Barack Obama
mulai menyosialisasikan kebijakan luar negerinya. Obama mengatakan akan
menyusun rencana untuk memastikan negara adikuasa itu aman terutama dari
serangan nuklir, senjata biologis, dan cyber.



Obama memilih Purdue University, sebuah universitas top di Indiana sebagai
lokasi kampanye, Rabu (16/7) atau Kamis (17/7) waktu Indonesia. Ia mencoba
memikat warga Indiana, yang merupakan basis suara Partai Republik. Ia tampil
bersama Senator Demokrat Evan Bayh dan mantan Senator Georgia Sam Nunn,
seorang ahli di bidang nuklir, terutama proliferasi senjata.



Obama mengatakan dua tujuan dari pemerintahannya di bidang kebijakan luar
negeri dan keamanan nasional, yaitu, mengamankan bahan baku nuklir bebas dan
membersihkan dunia dari senjata nuklir.



Obama mengatakan perjanjian nonproliferasi akan menekan negara-negara
seperti Korea Utara dan Iran. Korea Utara telah menguji coba senjata nuklir,
dan Iran memiliki program energi, yang menurut pemerintahan Bush dapat
menjadi pertanda pengembangan senjata nuklir di negara tersebut .



Partai Demokrat meminta investasi keamanan, terutama pencegahan dan
pendeteksian serangan senjata biologis. Obama juga menggarisbawahi proposal
yang membutuhkan investasi sebesar US$ 5 miliar selama tiga tahun untuk
mengembangkan intelijen internasional dan infrastruktur penegakan hukum
untuk memutuskan jaringan teroris.



Obama tengah mempersiapkan perjalanan ekstensif ke luar negeri, termasuk
kunjungan ke Irak, Afganistan, dan Eropa. Obama mengatakan minggu ini ia
akan memusatkan perhatian di kebijakan luar negeri dan isu perang. Senator
Illinois mengkritik keras Presiden George Bush dan McCain atas kebijakan
Perang Irak, Rabu (16/7).



"Alih-alih mengambil langkah agresif untuk mengamankan teknologi paling
berbahaya di dunia (nuklir), kita telah menghabiskan triliunan dolar untuk
menduduki negara di jantung Timur Tengah yang ternyata tidak lagi memiliki
senjata penghancur massal," katanya. (C9-08)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke