kalo semula manajemen bagus bebas korupsi
kenapa diswastakan sih
salam



--- In [email protected], "Sandy Dwiyono" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
http://www.antara.co.id/arc/2008/7/14/kecemasan-masyarakat-banten-hadapi-privatisasi-pt-krakatau-steel/
> 
> 
> 
> *Kecemasan Masyarakat Banten Hadapi Privatisasi PT Krakatau Steel*
> 
> 
> Oleh Ridwan Chaidir
> 
> Serang (ANTARA News) - Akhirnya Pemerintah RI tetap memprivatisasi PT
> Krakatau Steel (KS), salah satu perusahaan Badan Usaha Milik Negara
(BUMN)
> Strategis, walaupun sudah ditentang habis-habisan oleh masyarakat
Banten,
> tidak hanya oleh seluruh pekerjanya, tetapi juga para tokoh dan ulama
> Banten.
> 
> Mereka pada intinya menyatakan, tidak ikhlas bila industri baja tersebut
> lepas ke tangan pihak asing.
> 
> Berbagai upaya, baik melalui demo maupun dengan membuat pernyataan
tertulis
> oleh para tokoh dan ulama Banten mewakili masyarakatnya yang kemudian
> disebarluaskan melalui media massa sudah dilakukan sejak terdengarnya
> rencana privatisasi tersebut.
> 
> Namun, Pemerintah RI melalui Kementerian Negara BUMN tetap bersikeras
> melepas industri baja terbesar di Asia Tenggara tersebut, walaupun tidak
> lagi menjual langsung ke mitra strategis , tetapi melalui penawaran
saham
> perdana (Initial Public Offering/IPO).
> 
> Meski privatisasi melalui IPO disetujui pemerintah pusat dan juga
diterima
> oleh sebagian tokoh masyarakat Banten, bahkan oleh seluruh karyawannya,
> lantaran mereka berpeluang membeli sahamnya, namun tidak sedikit
pula yang
> menolak dan menginginkan Krakatau Steel berkembang seperti saat ini.
> 
> "Privatisasi harus ditentang, karena walaupun dijanjikan akan
menghasilkan
> keuntungan, namun sebenarnya menimbulkan ekses berbahaya yang
akhirnya bakal
> menafikan dan menghapus keuntungan yang diperoleh," kata Muhammad Ismail
> Yusanto, salah seorang tokoh ulama dari Hizbut Tahrir Indonesia
(HTI), dalam
> suatu dialog tokoh dalam menelaah kritis IPO PT KS di Kota Serang,
ibukota
> Provinsi Banten, belum lama ini.
> 
> Ismail Yusanto melihat kerugian yang menonjol dari privatisasi itu
antara
> lain tersentralisasinya aset sebuah negara pada segelintir individu atau
> perusahaan yang memiliki modal besar, dan pengalihan kepemilikan
-khususnya
> di sektor industri dan pertanian - dari kepemilikan negara/umum menjadi
> kepemilikan individu, akan mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK),
> atau paling tidak pengurangan gaji pegawai.
> 
> Kerugian lainnya, menurut dia, menghapuskan kepemilikan umum atas
> kepemilikan negara sama artinya negara melepaskan diri dari
> kewajiban-kewajibannya terhadap rakyat, negara akan disibukkan untuk
mencari
> sumber-sumber pendapatan baru untuk menggantikan sumber-sumber
pendapatan
> yang sudah hilang akibat penjualan aset negara.
> 
> Selain itu, ia mengemukakan, dana yang diperoleh dari penjualan
kepemilikan
> umum atau negara, umumnya tidak dikelola dalam sektor-sektor produktif,
> serta menghalangi rakyat untuk memperoleh hak mereka, yaitu memanfaatkan
> aset kepemilikan umum seperti air, minyak, sarana transportasi dan
> pelabuhan.
> 
> Ia menilai, ada empat alasan kenapa sebagian masyarakat Banten menentang
> privatisasi terhadap industri milik negara yang strategis itu. Pertama,
> negara tidak berhak menjual aset-aset kepemilikan umum. Sebab, aset itu
> bukan miliknya, tetapi milik umum. Islam telah melarang menjual
suatu barang
> yang bukan miliknya. Jika jual beli seperti itu terjadi, maka jual
belinya
> batil alias tidak sah.
> 
> Alasan kedua, katanya, privatisasi menyebabkan harta hanya beredar di
> kalangan orang kaya saja, baik perorangan maupun perusahaan. Dengan
> demikian, orang banyak tidak dapat memanfaatkan harta tersebut yang pada
> gilirannya distribusi kekayaan akan semakin timpang.
> 
> Hal ketiga, privatisasi juga menimbulkan dominasi dan hegemoni kaum
kafir
> atas kaum muslimin. Individu atau perusahaan kapitalislah yang
nantinya akan
> menguasai dan mengendalikan negeri-negeri Islam, baik di bidang ekonomi
> maupun politik, kata Yusanto.
> 
> Alasan keempat, menurut dia, privatisasi merupakan perantaraan munculnya
> kemudaratan bagi kaum muslimin, antara lain, akan timbul
pengangguran akibat
> PHK, memperbanyak kemiskinan akibat pengurangan gaji pegawai,
menghilangkan
> sumber-sumber pendapatan negara dana, serta memberi peluang masuknya
> serangan pemikiran dan budaya kapitalis atas kaum muslimin.
> 
> Sejauh ini ada juga pihak yang menentang tidak boleh PT KS diprivatisasi
> dalam bentuk apa pun, tetapi tidak sedikit yang terpaksa menerima asal
> privatisasi dilakukan secara IPO, termasuk karyawan Krakatau Seel
sendiri.
> 
> Oleh karena itu, pemerintah pusat akhirnya menerima dan menyetujui
dengan
> cara tersebut. Bahkan, pemerintah meminta manajemen PT KS mempersiapkan
> seluruh aspek operasional dan keuangan dengan tenggat waktu paling
lama tiga
> bulan (September 2008).
> 
> IPO adalah pilihan terakhir, dan sepertinya tidak ada cara lain yang
dapat
> dilakukan pemerintah untuk mencari dana segar dalam rangka meningkatkan
> produksi industri baja tersebut yang tiap tahunnya hanya mampu
memproduksi
> 2,5 juta ton, padahal permintaan pasar terhadap baja cukup tinggi.
> 
> Privatisasi IPO ini memang membuka peluang bagi masyarakat Banten
memiliki
> saham PT KS, namun timbul kecemasan. Takut tidak mampu membeli saham
dalam
> jumlah yang ditentukan saat penawaran saham perdana nanti, dan
ditakutkan
> pula saham itu dibeli oleh perusahaan luar yang memiliki modal
besar, dan
> dalam jangka panjang tidak tertutup kemungkinan dicaplok perusahaan
asing.
> 
> Oleh sebab itu, Wakil Gubernur Banten, H.M. Masduki berharap Pemerintah
> Provinsi Banten dan pemerintah kabupaten/kota wilayah setempat diberi
> kesempatan terlebih dahulu memiliki saham PT KS tersebut.
> 
> Padahal, pengamat ekonomi Ichsanuddin Noorsy, menilai bahwa
privatisasi IPO
> masih membuka peluang masuknya pihak asing jika individu atau perusahaan
> dalam negeri tidak siap membeli saham-saham yang dijual di pasar modal
> nantinya.
> 
> Dalam kenyataan yang terjadi di pasar modal, sekitar 67,73 persen
pemain di
> pasar modal adalah perusahaan asing, kata Noorsy. Ia menambahkan, tidak
> tertutup kemungkinan nantinya saham PT KS dibeli oleh perusahaan asing.
> 
> Pernyataan Noorsy itu juga dibenarkan oleh Sekretaris Perusahaan PT KS,
> Raden Gunawan, bahwa perlu diwaspadai perusahaan asing mencoba membeli
> saham-saham yang diperjualbelikan di pasar modal.
> 
> Apalagi, ia mengemukakan, perusahaan asing tersebut sangat berambisi
untuk
> menguasai industri baja, sehingga berbagai cara akan dilakukannya,
termasuk
> melobi para pejabat tinggi, bahkan mereka bisa membujuk presiden.
> 
> Oleh sebab itu, Noorsy menganjurkan kepada pemerintah provinsi,
kabupaten
> dan kota, termasuk DPRD-nya, mulai saat ini melakukan
pertemuan-pertemuan
> dalam upaya mengumpulkan dana, agar tercapai untuk membeli saham PT KS,
> minimal sebanyak 20 persen dari total saham yang dijual.
> 
> "Kalau tidak memiliki banyak uang, gunakan saja sebagian dana APBD di
> tiap-tiap kabupaten dan kota termasuk provinsi, sebab diyakini dana yang
> dipakai tersebut lambat laun akan kembali lagi, mengingat industri baja
> memiliki prospek yang cerah di masa depan," ujarnya.
> 
> Perjuangan masyarakat Banten tidak hanya pada tahap memiliki dana
yang cukup
> saja, tetapi juga bisa memperjuangkan ke pemerintah pusat dan DPR, agar
> diprioritaskan warga Banten memiliki saham tersebut, kata Noorsy.
> 
> Ia pun mengingatkan, jika hal itu tidak tercapai, maka perlu dilakukan
> dengan perlawanan. (*)
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke