Iya.
Saya yakin setiap agama melarang perzinahan. Di Islam sendiri
jangankan berzina, mendekati seperti ciuman saja diharamkan. Apalagi
melakukannya.

"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu
perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." [Al Israa':32]

Dari berita yang saya kutip di situ ada 2 pezina Muslim dan 1 pezina
Kristen. Rasio Muslim dgn Kristen di Indonesia sekitar 8:2 atau 4:1.
Secara matematis persentase pezina di kalangan Kristen 2 kali lipat
lebih besar dari Muslim.

Kelakuan penganut agama belum tentu sama dengan ajaran agamanya.
Contohnya di VOA Paus sampai meminta maaf karena banyak pastor yang
melakukan pelanggaran seksual terhadap anak2. Kasus ini terjadi di
Australia, Amerika, dsb. Silahkan lihat kutipan beritanya di bawah.

Oleh karena itu mari kita sama2 konsekwen menjalankan ajaran agama.
Mari berantas pornografi, pornoaksi, dan pelacuran.

http://www.voanews.com/indonesian/2008-07-13-voa1.cfm
Gereja Katolik di Australia telah menghadapi puluhan kasus pelanggaran
 seksual terhadap anak-anak yang dilakukan oleh para pastor. Skandal
serupa telah menggoncang gereja di Amerika dan negara-negara lainnya.
Pesawat Paus berhenti sejenak untuk mengisi bahan bakar di Darwin
sebelum menuju Sydney, dimana dia akan memimpin perayaan Hari Remaja
Dunia minggu depan ini.

--- In [email protected], IrwanK <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Eyang Danar ini 'mengangkat untuk menjatuhkan'..
> Muslim yang mendapat amanah jabatan dan menyalahgunakannya
> tidak pantas disebut sholih (soleh) di hadapan Allah..
> Meskipun bisa saja terlihat soleh di mata publik..
> 
> Tindakan umat belum tentu cerminan ajaran agama.. karena memang
> begitu adanya.. Kebenaran/kebaikan ajaran agama, baru akan muncul
> kalau diterapkan dalam hidup sehari" oleh penganutnya..
> 
> Itupun kalau tidak ada penutupan fakta oleh media tertentu..
> karena kita musti paham bahwa media massa sendiri belum tentu netral..
> ada kalanya hanya memberitakan & membesar"kan yang buruk (saja)..
> dan tidak memberitakan yang benar/baiknya..
> 
> CMIIW..
> 
> Wassalam,
> 
> Irwan.K
> 
> Pada 18 Juli 2008 11:43, RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]>
> menulis:
> 
> >   *** nah, bung Niz, ini ulah maksiat manusia yang - kebetulan -
> > beragama Islam (tapi sholeh lhooo), jadi tak ada urusan dengan agama
> > Islam kan? tolong ajarin si Pitung tuh, gak ada korelasi antara agama
> > dan akhlak umat. Agama boleh boleh aja exist, tetapi tak berarti
> > akhlak umat makin baik. Dia masih bingung. Artikel anda dibawah
> > adalah buktinya...
> >
> > --- In [email protected] <ppiindia%40yahoogroups.com>, A Nizami
> > <nizaminz@> wrote:
> > >
> > > Baca artikel selengkapnya dan foto-foto pejabat dengan perempuan
> > selingkuhannya di:
> > > http://infoindonesia.wordpress.com
> > >
> > > Skandal Seks Pejabat - Memakai Uang Rakyat untuk Maksiat?
> > >
> > > Beberapa pejabat tertangkap basah selingkuh di antaranya dengan
> > pelacur. Padahal upah pelacur kelas atas Rp 5-7 juta sekali main.
> > Jadi jika pejabat tersebut main seminggu sekali akan habis Rp 28 juta
> > lebih per bulan hanya untuk maksiat. Padahal gajinya hanya Rp 30 juta
> > per bulan (belum dipotong buat partai).
> > >
> > > Oleh karena itu pejabat yang selingkuh bukannya memakai uangnya
> > untuk memakmurkan rakyat justru memakainya untuk maksiat. Karena
> > biaya zinah cukup besar, dia juga bisa melakukan korupsi untuk itu.
> > Di antaranya ada yang dituduh korupsi menerima uang suap.
> > >
> > >
> > > ===
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke