*KOMITE PIMPINAN  PUSAT*

*SERIKAT MAHASISWA INDONESIA*

Jl. Jagakarsa Gg Hidayah II No 5 Lenteng Agung Jakarta Selatan

021-99681543 dan 081331643545

Email : [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>

*www.kppsmi.wordpress.com* <http://www.kppsmi.wordpress.com/>

 *PERS RELEASE NASIONAL*

*LAWAN PENJAJAHAN MODAL DAN ELIT-ELIT POLITIK ANTI RAKYAT.*

*BATALKAN KENAIKAN BBM, BERIKAN SUBSIDI YANG SEBESAR-BESARNYA *

*UNTUK PENDIDIKAN GRATIS DAN KESEHJATERAAN RAKYAT*

*Salam Pembebasan*

Desakan yang kuat dari kaum kapitalisme internasional, untuk terus
meliberalisasi  seluruh kegiatan ekonomi dan tata politik nasional, selalu
mendapatkan restu dari elit-elit politik yang bertebaran di panggung trias
politika Nasional. Maka dengan segala antusiasme yang tinggi *semua elit
politik anti rakyat yang duduk di parlemen, Jajaran eksekutif dan Yudikatif,
mereka menyambutnya dengan menyiapkan dan mengesahkan berbagai macam produk
perundang-undangan dalam bentuk PP, UU, Perpres, Permen dll. *

Mereka semua bersatu padu untuk lebih mengarahkan masa depan Indosesia ke
dalam *sistem ekonomi-politik yang lebih ramah terhadap Pasar dan terbuka
atas Intervensi Pemodal Asing maupun dalam Negeri (Baca:
Neoliberalisme).*Namun sangat  tidak ramah bagi Pertumbuhan
Kesehjateraan ekonomi rakyat.


Setidaknya sejak tahun 1998 hinga saat ini, liberalisasi terjadi di Hampir
semua bidang ekonomi-politik yang terus berjalan di atas relnya, semakin
mendasari Negara untuk mencabut perlahan-lahan dan semua subsidi-subsidi
vital bagi rakyat semacam BBM, Listrik, Pertanian, lalu di Jualnya sebagian
besar asset BUMN-BUMN strategis (PT KAI, PT TELKOM, PT Semen Gresik dll)
kepada pihak swasta dalam dan luar negeri dengan alasan untuk mengurangi
beban pengeluaran Negara dan membangun kemandirian ekonomi rakyat.

Sementara itu secara bersamaan Negara juga telah membuka lebar pintunya
untuk Pasar dan Perdagangan bebas di beberapa kawasan Ekonomi khusus
Indonesia. untuk membangun *KEKI* yakni Indonesia harus memperbaiki segala
kebijakan hukumnya, konsistensi kebijakan, dan adanya regulasi untuk
menjalankan kebijakan, perbaikan Infrastruktur dan pemberian intensif kepada
Investor/pemodal dalam dan luar negeri  *(Bisnis Indonesia,
7/8/07).*kemudian Oleh Negara di atur dalam PERPU No 1 thn 2007
tentang penetapan
Syarat *KEKI* dan wilayah prioritas sebagai amandemen dari UU NO 36 Thn 2000
tentang Free Trade Zone/FTZ. Di Indonesia terdapat 112 kawasan industri di
10 propinsi yang akan disiapkan untuk menjadi * KEKI, *Ke 10 Propinsi Itu
adalah Aceh, SUMUT, BINTAN-BATAM, DKI JAKARTA, JATENG, JATIM, SULSEL,
KALTIM.

Hingga saat ini ternyata sistem kepemilikan stuktur agraria nasional belum
berubah Total dengan model yang kerakyatan. Akhirnya menyebabkan
sumber-sumber agraria seperti Hutan, Laut dan lain-lain di Indonesia secara
Perlahan terus dikuasai oleh para pemodal besar untuk kepentingan pemenuhan
bahan baku Industri MNC/TNC yang beroperasi secara eksploitatif, akumulatif
dan ekspansif. Beberapa gambaran singkat di atas itu, bisa sangat nyata.
Bahwa Liberalisasi ekonomi-politik di Indonesia saat ini sudah bersinergi
kuat dalam prakteknya. Keadaan Itulah yang menjadi salah satu sebab utama
kenaikan BBM rata-rata sebesar 28,7 % pada tanggal 24 Mei 2008.

Jika di lacak dari akar sejarahnya sekitar tahun 2000, Amerika masuk lewat
USAID menyediakan utang untuk memulai proses liberalisasi sektor migas Baik
di sektor Hulu maupun  Hilir. Mereka bekerja sama dengan IDB dan WB untuk
menyiapkan draft UU yang di tujukan untuk mereformasi total sektor energi
secara keseluruhan. Maka pada tahun 2001 terbitlah UU Migas yang di dalam
salah satu pasalnya, UU Migas 2001 Pasal 28 Ayat 2 dengan tegas menyatakan
Bahwa *"…Harga BBM dilepas sesuai dengan mekanisme Pasar". * Aturan itu
semakin kuat dengan skema pada tahun 2005 dan penjelasan APBN-P 2008 tentang
pencabutan subsidi BBM secara bertahap sampai pada akhirnya pemerintah tidak
mensubsidi BBM sama sekali. Sehingga Tidak menutup kemungkinan Bahwa
selambat-lambatnya Pada tahun 2009 harga BBM di Indonesia sama dengan BBM
Internasional Rp 12.000/liter.

Akibat Dari liberalisasi Migas sektor Hulu, Indonesia sudah banyak mengalami
kerugian besar akibat dari pembayaran *Cost Recovery* Trilyunan Rupiah
kepada kontraktor Migas Asing dan kondisi itu di perparah dengan
Liberalisasi sektor Hilir (eceran) Migas sehingga mengakibatkan penguasaan
sektor migas di Indonesia sekarang telah bergeser dari Pemerintah
(Pertamina) ke raksasa-Raksasa Minyak Dunia semacam Shell, Caltex, Petronas,
Gulf Oil, Agip, Chevron, British Petroleoum, Conaco Philip dll. Mereka Para
Raksasa Minyak Dunia itu telah mengantongi Izin untuk membuka 20.000 SPBU di
Seluruh Indonesia yang akan beroperasi secara penuh pada tahun 2010.

Akhirnya dalam pandangan Serikat Mahasiswa Indonesia secara tegas, melihat
bahwa pemerintah dan seluruh elit politik yang memberikan Andil besar dalam
menaikkan BBM sesungguhnya bukan sebabkan karena membengkaknya beban APBN
2008 yang terapresiasi oleh melambungnya Harga Minyak Dunia, sehingga
menanggung kerugian rugi yang sangat besar. Padahal sebab-sebab kenaikan BBM
di Indonesia lebih di karenakan adanya program-program liberalisasi Sektor
Energi dan Migas di dalam Negeri, tingginya cost recovery pengelolaan migas
yang dibayarkan kepada kontraktor/perusahaan pemenang tender eksplorasi
ladang minyak di Indonesia dan Tidak Jelasnya DMO yang ada.

Iklim liberalisasi (Penjajahan Modal) Juga semakin menerjang sektor
Pendidikan Nasional dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi, yang akarnya
sudah di tancapkan pada saat indonesia menandatangani GATTS dan AFAS yang
menangtur perdangan bebas  12 sektor jasa, salah satunya adalah pendidikan.
Bisa di rasakan secara kongkrit dampaknya yakni biaya pendidikan makin
mahal dan semakin susah di jangkau oleh rakyat yang saat ini mengalami
penurunan daya beli dan konsumsi akibat membenkaknya harga-harga di Pasaran.


Penataan pilot proyek liberalisasi Indonesia alias penataan industrialisasi
Perguruan Tinggi pasca reformasi sudah disiapkan secara sistematis melalui
payung PP No/60/1999 Tentang Perguruan tinggi, PP No/61/1999 Tentang
Penetapan Perguruan Tinggi Negeri sebagai Badan Hukum Milik Negara, PP
No/151/2000, PP No/152/2000, PP No/153/2000, PP No/154/2000 dan PP
No/06/2004. Itulah kelengkapan legal untuk menata empat perguruan tinggi
negeri tertua di Indonesia, yaitu ITB, UI, UGM, dan IPB, yang kemudian
diikuti oleh USU, UPI dan terakhir UNAIR, menjadi Perguruan Tinggi Badan
Hukum Milik Negara. Lalu lebih di sempurnakan lagi agar dalam bentuk UU
Nomer 20/ 2003 Tentang  Sisdiknas, dan RUU BHP. Tentu saja bisa kita
bayangkan bagaimana pendidikan nasional Ke depan yang sangat Pro Modal dan
Anti terhadap Rakyat khususnya mereka yang berpendapatan Rata-rata 1
juta/Bln.

Indonesia yang memiliki 222.781.000 Jiwa (BPS, 2005), dengan angkatan
sekolah di seluruh Indonesia sekitar 38,5 juta anak usia SD 6-12 tahun, 25,6
juta dan usia SMP 13-15 tahun, 12,8 juta (Kompas, 26/2/05), dan rata-rata
tingkat partisipasi di pendidikan tinggi sekitar 14% dari jumlah penduduk
usia 19–24 tahun. Tiga tahun yang lalu saja ketika BBM belum naik betapa
beratnya rakyat menjangkau pendidikan yang layak. Maka saat ini bisa kita
melihat di berbagai perguruan tinggi di Indonesia terjadi penurunan jumlah
calon mahasiswa yang masuk, penurunan itu rata-rata sebesar 20-27%. Bahkan
UGM juga mengalami penurunan calon mahasiswa yang cukup signifikan.

Perlu dicatat Bahwa pada hari ini tanggal 17 Juli 2008, Serikat Mahasiswa
Indonesia bergeak secara nasional dan sadar sepenuhnya bahwa neoliberalisme
sesungguhnya menyebabkan BBM Naik, Di swastanisasikan BUMN-BUMN strategis,
di cabutnya subsidi-subsidi Untuk Rakyat dan Mahalnya Biaya Pendidikan
Nasional. * Oleh karena itu, Kami menuntut:*

   1. Batalkan Kenaikan Harga BBM dan Tolak Kenaikan BBM Tahun Depan.
   2. Tolak Penjualan aset-aset Vital milik Negara
   3. Berikan Kembali Subsidi kepada Rakyat yang sebesar-besarnya.



*Serikat Mahasiswa Indonesia Menyerukan Kepada Massa Rakyat Untuk: *

   1. Mengkampanyekan Terus Kegagalan-Kegagalan Praktek ekonomi politik
   Neoliberalisme di Indonesia.


   Mengapa Hal Tersebut Patut Dilakukan, Karena memang secara kongkrit massa
   rakyat di Indonesia belum banyak yang mengetahui apa praktek neoliberalisme
   itu dengan segala cara kerjanya yang membuat rakyat miskin, jutaan tenaga
   prokduktif menjadi pengangguran, Hilangnya subsisdi public, Di jualnya
   BUMN-BUMN strategis, Di Upahnya kaum buruh secara Murah, Pendidikan nasional
   semakin mahal tak terjangkau oleh anak-anak dari keluarga miskin dll.


   1. Negera harus bertanggung Jawab secara konsisten dalam memberikan
   subsidi yang layak dan sebesar- besarnya untuk kesehjateraan massa Rakyat.


   Mengapa Hal itu Patut Dilakukan oleh Massa Rakyat, Karena saat ini
   Pemerintahan yang berkuasa adalah sangat setia dengan garis politik
   neoliberalisme yang sangat anti terhadap pemberian subsidi Sosial dengan
   alasan dapat menyebabkan Pemborosan (Inefisiensi) APBN. Kalau demikan adanya
   maka tuntutan untuk memperbesar Subsidi adalah hal yang wajib terus diminta
   oleh massa rakyat agar Negara ini semakin terdorong kearah anarki APBN yang
   akhirnya mempertajam krisis internalnya.


   1. Memblejeti Praktek dan perilaku Obral Janji Palsu dari Partai-partai
   Politik (P. Golkar, PDI-P, PKB, PPP, P Demokrat, PAN, PKS Dll) dan elit-Elit
   politik Borjuis.


   Mengapa Hal tersebut patut dilakukan, Karena praktek dan perilaku
   politiknya lebih banyak pro pemodal yang mendukung dan membiayai kegiatan
   secara langsung maupun tidak langsung sehingga jika mereka menang dalam
   pemilu tentu saja kemenangan itu di peruntukkan kepada para pemodal bukan
   massa rakyat yang menjadi konstituenya.


   1. Memperkuat dan terus membangun hubungan politik secara
   berkesinambungan dengan Organisasi Rakyat di semua teritori perlawanan dan
   sektor massa rakyat dengan mempergencar pendidikan politik kerakyatan yang
   kongkrit.


   Mengapa Hal tersebut patut dilakukan, karena sampai saat ini yang bisa
   dipercaya serta merekalah yang bekerja secara tulus demi terwujudnya
   cita-cita pembebasan nasional dari Imperialisme adalah Organisasi-Organsiasi
   Rakyat yang hampir semua aktifitas politiknya mendidik dan mengerakkan
   kesadaran berlawan anggota dan rakyat pada umumnya.


   1. Membangun Persatuan Politiik yang Progresif dan Kerakyatan untuk
   mengimbangi hegemoni Elit-Elit politik dan Kaum Pemodal.


   Mengapa Hal ini patut dilakukan, Jelas ini adalah usaha untuk menyatukan
   semua visi, taktik perjuangan agar semua Organisasi rakyat yang saat ini
   berserak saling mendukung secara positif sehingga menjadi alternative
   terbaik bila bersatu dalam wadah perjuangan bersama.

*Jalan Keluar Untuk Rakyat. *

   1. Pendidikan Nasional Gratis, Ilmiah dan Bervisi Kerakyatan.


   Ini adalah salah satu syarat yang mutlak untuk membangun kebudayaan
      nasional yang tangguh dan mandiri, serta menciptakan
tenaga-tenaga produktif
      yang maju dengan visi kerakyatan yang kuat. Sehingga sangat berguna bagi
      pelaksanaan program-program Nasional yang strategis serta bersifat
      Kerakyatan.


   1. Bangun Industri Nasional (Industri dasar, Industri Berat) yang
   Kerakyatan.


   Jelaslah bahwa sebagai sebuah Negara yang dipersiapkan untuk membendung
      serbuan komoditas barang dagangan dan jasa dari Negara-negara
Imperialism,
      pada satu sisi ini juga sebagai syarat utama untuk menuju
tatanan masyarakat
      baru yang maju.


   1. Laksanakan Reforma Agraria Sejati.


   Sebagai salah satu modal syarat untuk pembangunan nasional strategis
      serta terencana, juga di butuhkan untuk mengangkat kesehjateraan
masyarakat
      pedesaan sehingga bisa meredam laju urbanisasi ke perkotaan akibat
      timpangnya struktur penguassan sumber-sumber agraria. Disisi
yang lain juga
      berguna untuk pemenuhan bahan-bahan baku Industri nasional.


   1. Nasionalisasi Aset-Aset Vital Demi Kesehjateraan Rakyat.


   Sebagai salah satu modal yang besar dan pembiayaan bagi pembangunan
      nasional terencana yang strategis, di sisi yang lain juga  bisa
menunjujkkan
      kedaulatan ekonomi politik nasional dengan karakter anti Imperialisme.



   1. Putus Hubungan Ekonomi-Politik dengan Negara dan Kaum Imperialis di
   Seluruh Dunia.


   Usaha nasional secara politik untuk Menegakkan kedaulatan politik
      nasional yang anti Intervensi politik kaum imperialis yang
berwatak menjajah
      massa rakyat maupun nation. Yang memang selama ini Indonesia telah tidak
      memiliki Kedaulatan politik dalam arti sesungguhnya.


   1. Bangun hubungan ekonomi-politik Yang Adil dan seimbang dengan
   Negara-negara Progresif dan anti imperialism.


   Menciptakan Dunia yang cinta damai dan saling memajukan satu dengan
      lainya dalam konteks Hubungan internasional yang seimbang dan kerjasama
      ekonomi politik yang saling menguntungkan, Disisi yang lain bisa
menciptakan
      Blok baru Yang Menjadi lawan langsung dari politik Internasional kaum
      Imperialisme di Dunia Ini.

*Salam Pembebasan.*

*Jakarta, 17 Juli 2008*

*Tertanda, *



*Ketua Umum                                                           *




*Kent Yusrianyah                                                         *


-- 
*FRONT PEMBEBASAN NASIONAL (FPN)*

Email: [EMAIL PROTECTED]
Sekber: Jl. Pori Raya No. 06 Rt 009/Rw 010, Pisangan Timur, Jakarta Timur
Tlp/Fax: 021-4757881


[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke