http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/15/22180968/setan.tasmania.lawan.kanker.dengan.seks


*Setan Tasmania Lawan Kanker dengan Seks*


TASMANIA, SELASA - Selama beberapa tahun kelangsungan hidup setan Tasmania
(tasmanian devil) terancam serangan penyakit kanker yang mematikan.
Penyebabnya tidak diketahui dan para peneliti terus berupaya mencegah dari
kepunahan.

Seperti satwa khas Australia lainnya, hewan yang memiliki nama spesies
Sarcophilus harrisii juga jenis marsupial. Hewan betina memiliki kantung di
perutnya untuk menjaga dan menyusui anaknya yag baru lahir. Saat ini setan
Tasmania hanya hidup di Tasmania, namun bukti fosil menunjukkan bahwa hewan
tersebut pernah hidup di daratan Australia.

Selain kantung, setan Tasmania juga memiliki ciri khas rambut hitam yang
lebat sekujur tubuhnya. Perilakunya juga khas dengan mengeluarkan gas berbau
tajam untuk melawan musuhnya, suara yang melengking, dan geretan gigi yang
menakutkan saat melumat mangsanya.

Sejak 1800-an, para pendatang memburu hewan tersebut karena menyerang
ternak. Saat ini bukan manusia yang menjadi ancaman utama, melainkan tumor
muka yang ganas. Penyakit tersebut menular melalui gigitan. Biasanya
menyerang hewan berusia 2 tahun dan dapat menyebabkan kematian dalam
hitungan bulan.

Sebelum penyakit tersebut mewabah, usia rata-rata dalam populasi di atas 3
tahun. Namun, saat ini hewan yang matang secara seksual di bawah setahun
naik menjadi 13-83 persen. Hal tersebut merupakan hasil pengukuran yang
dilakukan Menna Jones dan para peneliti lainnya dari Universitas Tasmania di
empat titik populasi.

Para peneliti menduga perubahan penyebaran populasi dan penurunan kompetisi
untuk mendapat makanan mendorong hewan-hewan yang masih muda untuk
bereproduksi sebelum waktunya. Perkembangbiakan yang lebih awal mungkin
solusi yang dikembangkan populasi setan Tasmania untuk beradaptasi terhadap
serangan kanker. Mamalia khas Pulau Tasmania itu melawannya dengan mengubah
strategi seksualnya untuk menghadapi situasi tersebut.

Kanker yang menyerang mulut, muka, dan leher pertama kali dilaporkan pada
tahun 1996 di salah satu pusat populasi setan Tasmania. Pada 2007, penyakit
tersebut menyebar ke lebih dari setengah sebaran populasinya. Akibat
penyakit tersebut, populasinya menurun hampir 89 persen.

WAH
Sumber : LIVESCIENCE


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke