Habis gelap terbitlah terang. Dari materi gelap berubah menjadi materi
terang.

Dan mungkin kerapatan materi gelap di alam semesta tidak merata sehingga ada
lokasi yang menghasilkan lebih banyak dan lebih sedikit bintang.



---------------------------------------------------

http://www.kompas.com/read/xml/2008/07/14/17473228/mesin.kosmos.produktif.hasilkan.4.000.bintang.setahun

*"Mesin Kosmos" Produktif Hasilkan 4.000 Bintang Setahun*

JAKARTA, SENIN - Sebuah galaksi seperti Bima Sakti yang menaungi tata surya
kita rata-rata hanya menghasilkan 10 buah bintang baru setiap tahun. Namun,
galaksi yang disebut "Baby Boom" yang baru ditemukan para astronom sangat
berbeda karena menghasilkan 4000 bintang setahun.

Penemuan ini tidak hanya mengejutkan namun mengguncang teori Model Hierarki
yang digunakan untuk menjelaskan pembentukan galaksi. Selama ini para
ilmuwan meyakini bahwa sebuah galaksi mengalami pertumbuhan secara bertahap
dengan menyerap galaksi-galaksi lainnya yang lebih kecil. Namun, pada
galaksi tersebut bintang baru muncul secara massif.

"Galaksi tersebut melakukan ledakan kelahiran (baby boom), menghasilkan
bintang-bintang baru dalam sekejap," ujar Peter Capak dari Pusat Sains
Spitzer Institu Teknologi California, AS, yang melaporkan temuan tersebut
dalam Astrophysical Journal Letters edisi terbaru. Jika ledakan populasi
manusia terjadi seperti itu, dalam periode tertentu sebagian besar orang
hidup dengan usia yang sama.

Galaksi Baby Boom yang bergandengan dengan galaksi Zw II 96 tersebut terekam
pertama kali sebagai gumpalan tak beraturan dalam citra cahaya tampak
menggunakan teleskop ruang angkasa Hubble dan teleskop Subaru milik Jepang
di Mauna Kea, Hawaii, AS. Dengan teleskop James Clark Maxwell di Mauna Kea
dan Spitzer yang mampu melihat gelombang cahaya inframerah, galaksi terlihat
berwarna-warni dengan kumpulan bintang-bintang muda. Saat lahir, bintang
muda sebenarnya memancarkan cahaya ultraviolet, namun, debu yang dihasilkan
menyerapnya. Seperti mobil yang terpapar panas Matahari, debu menghangat dan
memancarkan cahaya inframerah sehingga sangat jelas dilihat dengan teleskop
Spitzer dan James Clark Maxwell.

Dengan perhitungan optik, lokasi galaksi diperkirakan berada 12,3 miliar
tahun cahaya dari Bumi. Cahaya yang terekam teleskop mungkin terjadi saat
alam semesta berusia 1,3 miliar tahun. Sebab, usia alam semesta diperkirakan
13,7 miliar tahun.

Para astronom kemudian menggunakan teleskop very Large Array (VLA) di New
Mexico yang mengukur citra berdasarkan rekaman gelombang radio. Dari
kompilasi data-data teleskop Spitzer dan James Clerk Maxwell, dapat
diperkirakan bahwa galaksi tersebut menghasilkan antara 1000-4000 bintang
per tahun. Dengan tingkat produktivitas sebesar itu, galaksi hanya
membutuhkan 50 juta tahun untuk tumbuh sebesar Andromeda atau Bima Sakti.

WAH
Sumber : NASA


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke