Di Pakistan, Ahmadiyah Qadiyan tidak diakui sebagai Islam tapi tidak dibubarkan. Juga tidak dirusak masjidnya. kmjp47
----Original Message---- From: [EMAIL PROTECTED] Date: 21/07/2008 10:36 To: <[email protected]> Subj: [ppiindia] Abubakar Ba’asyir: Ahmadiyah Wajib Dibubarkan Abubakar Ba’asyir: Ahmadiyah Wajib Dibubarkan Dalam Tabligh Akbar dan Silaturahmi dengan umat Islam di kota Padang, Amir Majelis Mujahidin, Abubakar Ba’asyir menyerukan agar Ahmadiyah dibubarkan Hidayatullah.com—Amir Majelis Mujahidin, Abubakar Ba’asyir menyerukan agar umat tidak takut untuk selalu berjuang menegakkan Islam dan menumpas segala bentuk kemunkaran seperti membubarkan Ahmadiyah dan kelompok yang membesarkannya. Pernyataan Ba'asyir ini disampaikan pada Tabligh Akbar dan Silaturahmi dengan umat Islam di kota Padang, Padang Panjang, Payakumbuh dan kota Bukitttinggi sepanjang Kamis, Jumat dan Sabtu (19/7). Menurut Ba’asyir perang idiologi (ghazwul fikri) adalah jihad yang paling berat karena kelompok-kelompok yang dimaksud Ba’asyir seperti JAI atau JIL, memerangi dan mengobok-obok Islam dari dalam. “Yang paling berat, jihad non senjata ini,” ungkap Ba’asyir di hadapan umat Islam di Masjid Nurul Iman, Padang. Ba’asyir juga mengingatkan, JAI (Jemaat Ahmadiyah Indonesia) termasuk golongan kafir harbi, yakni kafir yang aktif memerangi umat Islam. Karena itu Ahmadiyah wajib dibubarkan atau dinyatakan non-Muslim. “Ahmadiyah harus dibubarkan, atau dinyatakan sebagai kelompok non-Muslim, karena Ahmadiyah termasuk kafir harbi, yakni kafir yang aktif memerangi Islam. Oleh karena itu harus dibubarkan,” tegasnya kepada wartawan usai berceramah. Ba’asyir juga memperingatkan, jika pemerintah tidak tegas terhadap JAI dan kelompokpendukungnya, berarti sadar atau tidak sadar pemerintah ikut memerangi Islam. Kedatangan Amir MMI di Padang Panjang, di Masjid Raya Bali Gadang Payakumbuh dan Masjid Agung Bukittinggi, juga mendapat sambutan meriah ribuan umat di ketiga kota itu. Dalam dakwahnya, Ba’asyir mengigatkan akan pentingnya memperjuangkan hukum-hukum Islam bagi seluruh umat Islam terutama yang ada di Indonesia ini. Sebab, menurutnya hukum pemerintahan yang ada saat ini tidak mampu atau telah gagal menjadi pengayom umat Islam. Namun, Ba’asyir juga mengarisbawahi, bahwa perjuangan itu harus dilakukan dengan cara-cara yang damai yaitu dengan berdakwah. [DN/www.hidayatullah. com] Plang Ahmadiyah Pariaman Dibuang ke Sungai Sunday, 20 July 2008 Gabungan aktivis ormas Islam se Sumatera Barat dikoordinir KPSI membongkar plang aliran sesat Ahmadiyah dan membuangnya ke sungai Hidayatullah.com-- Pembersihan terhadap segala bentuk atribut dan identitas ajaran sesat Ahmadiyah, terus berlangsung di ranah Minang (Sumatera Barat). Setelah kota Padang dan Bukittinggi, Sabtu sore, giliran plang Ahmadiyah Kabupaten Padang Pariaman yang diturunkan gabungan aktivis Ormas Islam se Sumbar dikoordinir KPSI. Setelah dibongkar, plang Ahmadiyah itu kemudian dibuang ke sungai. "Alhamdulillah, aksi kita sore ini berjalan lancar dan tertib tanpa perlawanan dari jemaat Ahmadiyah.Masjid Ahmadiyah di yang berlokasi di Pasar Usang Padang Pariman itu sudah bersih dari segala atribut JAI," jelas Ketua KPSI Sumbar Irfianda Abidin kepada www.hidayatullah.com. Selama ini segala atribut ajajaran sesat Ahmadiyah itu sangat menyesakan dada dan merusak pemandangan, apa lagi berlokasi di sisi jalan raya Padang- Bukittinggi," Saat aksi pembongkaran Plang merek JAI, kebetulan lewat kenderaan BA 1 yang ditumpangi Gubernur H.Gamawan Fauzi. Gubernur sempat berhenti dan menyaksikan pembuangan plang ajaran sesat itu itu ke sungai," jelas Irfianda. Target berikutnya adalah sisa-sisa atribut Ahmadiyah di Markas JAI Masjid Al Mubarak, jalan Sawahan kota Padang. Di sini masih terbentang baliho perayaan Satu Abad JAI. "Baliho JAI itu sanat merusak aqidah dan keindahan," jelas Irfianda. [DN/www.hidayatullah.com] [Non-text portions of this message have been removed]

