Assalamualakum Wr Wb
Ustad Baasyir benar bahwa perjuangan (jihad) harus dilakukan dengan cara-cara 
damai melalui dakwah. Saya sangat mendukung.
Dalam menyampaikan dakwah juga harus dengan penuh hikmah dan pelajaran yang 
baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik (Surat An Nahl (16) ayat 125). 
Tidak patut bila dakwah dengan kekerasan, ancaman dan tanpa memberikan contoh 
atau pelajaran dengan baik. Demikian pula kalau kita berdiskusi, kita diminta 
untuk berdebat dengan cara yang paling baik. Jangan buru-buru mengatakan 
”mengujat agama” atau ”menistakan agama” atau disertai ancaman. Apakah ini 
perdebatan orang Islam. ? Apakah ini sesuai dengan Surat An Nahl ayat 125 
diatas ? Kalau masih tetap berbeda pendapat atau tetap berselisih serahkanlah 
kepada Allah sebagaimana Surat Asy Syuura (42) ayat 10. 
Wassalam dari mr.dayson.



----- Pesan Asli ----
Dari: si pitung <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Minggu, 20 Juli, 2008 20:36:05
Topik: [ppiindia] Abubakar Ba’asyir: Ahmadiyah Wajib Dibubarkan


Abubakar Ba’asyir: Ahmadiyah Wajib Dibubarkan

Dalam Tabligh Akbar
dan Silaturahmi dengan umat Islam di kota Padang, Amir Majelis Mujahidin,
Abubakar Ba’asyir menyerukan agar Ahmadiyah dibubarkan

Hidayatullah. com—Amir Majelis Mujahidin, Abubakar
Ba’asyir menyerukan agar umat tidak takut untuk selalu berjuang menegakkan
Islam dan menumpas segala bentuk kemunkaran seperti membubarkan Ahmadiyah dan
kelompok yang membesarkannya.
Pernyataan Ba'asyir ini
disampaikan pada Tabligh Akbar dan Silaturahmi dengan umat Islam di kota 
Padang, Padang Panjang,
Payakumbuh dan kota Bukitttinggi sepanjang Kamis, Jumat dan Sabtu (19/7).
Menurut Ba’asyir perang
idiologi (ghazwul fikri)
adalah jihad yang paling berat karena kelompok-kelompok yang dimaksud Ba’asyir
seperti JAI atau JIL, memerangi dan mengobok-obok Islam dari dalam.
“Yang paling berat, jihad
non senjata ini,” ungkap Ba’asyir di hadapan umat Islam di Masjid Nurul Iman, 
Padang.
Ba’asyir juga
mengingatkan, JAI (Jemaat Ahmadiyah Indonesia) termasuk golongan kafir harbi, 
yakni kafir yang aktif
memerangi umat Islam. Karena itu Ahmadiyah wajib dibubarkan atau dinyatakan
non-Muslim. 
“Ahmadiyah harus
dibubarkan, atau dinyatakan sebagai kelompok non-Muslim, karena Ahmadiyah
termasuk kafir harbi, yakni
kafir yang aktif memerangi Islam. Oleh karena itu harus dibubarkan,” tegasnya
kepada wartawan usai berceramah.
Ba’asyir juga
memperingatkan, jika pemerintah tidak tegas terhadap JAI dan
kelompokpendukungny a, berarti sadar atau tidak sadar pemerintah ikut memerangi
Islam. 
Kedatangan Amir MMI di
Padang Panjang, di Masjid Raya Bali Gadang Payakumbuh dan Masjid Agung
Bukittinggi, juga mendapat sambutan meriah ribuan umat di ketiga kota itu.
Dalam dakwahnya, Ba’asyir
mengigatkan akan pentingnya memperjuangkan hukum-hukum Islam bagi seluruh umat
Islam terutama yang ada di Indonesia ini. Sebab, menurutnya hukum pemerintahan 
yang ada saat ini tidak mampu atau
telah gagal menjadi pengayom umat Islam.
Namun,
Ba’asyir juga mengarisbawahi, bahwa perjuangan itu harus dilakukan dengan
cara-cara yang damai yaitu dengan berdakwah. [DN/www.hidayatulla h.com]






Plang Ahmadiyah Pariaman Dibuang ke Sungai 

Sunday, 20 July 2008

Gabungan aktivis ormas Islam se Sumatera Barat dikoordinir
KPSI membongkar plang aliran sesat Ahmadiyah dan membuangnya ke sungai


Hidayatullah. com-- Pembersihan terhadap segala bentuk
atribut dan identitas ajaran sesat Ahmadiyah, terus berlangsung di ranah Minang
(Sumatera Barat). Setelah kota Padang dan Bukittinggi, Sabtu sore, giliran
plang Ahmadiyah Kabupaten Padang Pariaman yang diturunkan gabungan aktivis 
Ormas Islam se Sumbar dikoordinir KPSI.
Setelah dibongkar, plang Ahmadiyah itu kemudian dibuang ke sungai.

"Alhamdulillah, aksi kita sore ini berjalan lancar dan tertib
tanpa perlawanan dari jemaat Ahmadiyah.Masjid Ahmadiyah di yang berlokasi
di Pasar Usang Padang Pariman itu sudah
bersih dari segala atribut JAI," jelas Ketua KPSI Sumbar Irfianda Abidin
kepada www.hidayatullah. com.

Selama ini segala atribut ajajaran sesat Ahmadiyah itu
sangat menyesakan dada dan merusak
pemandangan, apa lagi berlokasi di sisi jalan raya Padang-Bukittinggi, "
Saat aksi pembongkaran Plang merek JAI, kebetulan lewat kenderaan BA 1 yang
ditumpangi Gubernur H.Gamawan Fauzi. Gubernur sempat berhenti dan menyaksikan 
pembuangan plang ajaran sesat itu itu ke sungai," jelas Irfianda.

Target berikutnya adalah sisa-sisa atribut Ahmadiyah di
Markas JAI Masjid Al Mubarak, jalan
Sawahan kota Padang. Di sini masih terbentang baliho
perayaan Satu Abad JAI. "Baliho JAI itu sanat merusak aqidah dan keindahan," 
jelas Irfianda.
[DN/www.hidayatulla h.com]

[Non-text portions of this message have been removed]

 


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke