Halo kawan2, berita ini mungkin menarik untuk dibaca. -------------------------------------------------------
Al-Quran Menghargai Kesalahan? Gatra.com - Postmodernism dihidupkan oleh semangat pluralisme dan dihadapkan dengan fundamentalisme, kata Akbar S. Ahmed dan Ernest Gelner. Kini semua agama diprovokasi untuk merespons semangat ini. Sekularisme telah "gagal", kata Peter L. Berger, dan gantinya adalah pluralisme. Buku Al-Qur'an Kitab Toleransi ini adalah contoh riil respons itu, "membangun toleransi di tengah gelombang intoleransi yang makin marak". Kandungannya sarat dengan wacana pluralisme dan memusuhi fundamentalisme. Buku ini berangkat dari asumsi bahwa sejauh ini Islam dianggap intoleran. Pembacaan yang serius terhadap Al-Quran dalam masalah ini tidak ada. Kitab-kitab klasik pun tidak dihadirkan secara menyeluruh untuk tujuan itu (halaman xi). Asumsi-asumsi itu memberi banyak harapan kepada pembaca. Pertama, harapan akan ada kajian serius terhadap bangunan konsep Al-Quran. Kedua, adanya bangunan konsep yang menggabungkan konsep toleransi, intoleransi, dan bahkan absolutisme. Ketiga, kajian komprehensif terhadap kitab-kitab tafsir sehingga muncul tafsir baru. [Buku, Gatra Nomor 15 Beredar Kamis, 21 Februari 2008] Baca berita selengkapnya di http://www.gatra.com/artikel.php?id=112625 ------------------------------------------------------- dikirimkan oleh Pipix Taufiq <[EMAIL PROTECTED]> dengan menggunakan fasilitas pengiriman email Gatra.com

