*** Gimana nihh Pitung? kamu bilang ada korelasi langsung antara 
agama dan akhlak? Turun dari po'on Tung, lalu terangin dehh berita 
dibawah ini. BYTW, Dia kafirun bukan Tung? (kan ente bagi dua manusia 
kafirun dan bukan)




Ryan Sering Bawa Cowok Ganteng 
 
 Selasa, 22 Juli 2008 | 14:27 WIB

JOMBANG-SURYA - Terkuaknya pembantaian empat orang oleh tersangka 
Feri Idham Heniyansah alias Ryan, 30, warga Dusun Maijo, Desa 
Jatiwates, Kecamatan Tembelang, Jombang menyentakkan warga desa 
setempat. Mereka sama sekali tak menyangka Ryan, yang di desa 
tersebut akrab disapa Yansah, selama ini dikenal sebagai pemuda baik-
baik.

Kendati jarang bergaul dengan sesama warga sedesanya, tapi setiap 
bertemu warga setempat, Ryan selalu ramah menyapa. Ryan juga dikenal 
rajin salat di musala dekat kediamannya. Bahkan dia pernah menjadi 
guru atau pengasuh di Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ) desa setempat.

"Anak saya pernah menjadi muridnya," kata Susiyati, warga setempat. 
Beberapa warga sama sekali tidak melihat ada keganjilan pada tingkah 
laku Ryan selama ini maupun pada keluarganya.

Ayahnya Akhmad, 62, adalah pensiunan pegawai Pabrik Gula (PG) 
Djombang Baru. Sedangkan ibundanya Siyatun, 60, sehari-hari ibu rumah 
tangga biasa. Seperti anaknya, orangtua Ryan juga tidak banyak 
bergaul dengan tetangganya, meskipun hubungan tetap cukup baik.

Ryan bersama kedua orang tuanya mendiami sebuah rumah yang tergolong 
sederhana, didominasi warna coklat dan putih, menghadap selatan, 
dengan lantai keramik warna coklat pada bagian teras. Sedangkan ruang 
dalam berlantai plester biasa.

Sehari-hari, menurut Kepala Desa Jatiwates Makhmud SPd, Ryan hidup 
bersama kedua orang tuanya tadi. Kakaknya, Mulya Wasis, sudah berumah 
tangga dan menempati rumah di desa lain. Demikian juga dengan 
adiknya, Nunik, 28. "Tapi sejak April lalu, Ryan tidak kelihatan 
pulang. Katanya kerja keluar kota. Katanya di Jakarta," kata Makhmud.

Saat masih di desa tersebut, kata Makhmud, Ryan atau Yansah juga 
sering keluar desa. Menurutnya, Ryan pernah bercerita dirinya bekerja 
sebagai instruktur senam di Fitness Center Marcella Jalan Gatot 
Subroto, Jombang. Selain itu, juga bekerja sebagai instruktur senam 
di Malang.
Ryan mengenyam pendidikan formal dengan memulainya di SDN II 
Jatiwates. Lulus SD, dirinya melanjutkan di SMPN I Tembelang. 
Sedangkan pendidikan menengah atas dilalui di SMAN Ploso.

Di mata Makhmud, Ryan anak yang cukup baik, sopan terhadap warga, 
meskipun jarang bergaul dengan warga setempat. Ryan sedikit banyak 
juga memberi kontribusi kepada desanya. Yakni dengan mengajar di TPQ, 
dan juga mengajar tari pada anak-anak di desa tersebut.

"Terutama jika hendak ada peringatan hari besar, seperti tujuh 
belasan, Ryan yang mengajari anak-anak sini menari, kemudian tampil 
pada malam perayaan peringatan agustusan itu," ungkap Makhmud.

Karena jarang bergaul dengan warga sekitar, Ryan juga tidak punya 
teman akrab di desa tersebut, baik laki-laki maupun perempuan. Tapi 
tetangganya sering melihat Ryan membonceng teman laki-lakinya masuk 
rumah. Semua teman laki-laki Ryan, menurut Susiyati, bukan dari desa 
tersebut, karena tidak ada yang kenal.

Yang pasti, teman Ryan yang dibawa ke rumah itu rata-rata 
ganteng, "Bersih-bersih, ganteng-ganteng. Ya seperti Ryan sendiri," 
kata Susiyati.
Para tetangga tidak pernah memperhatikan, laki-laki yang dibawa ke 
rumah Ryan itu menginap atau pulang, karena pintu rumahnya juga lebih 
sering tertutup.

Ketika dibawa polisi ke rumahnya kemarin, Ryan sempat dipertemukan 
dengan Irsyad. Kepada Irsyad, Ryan menyampaikan permintaan maaf 
karena belum bisa mengembalikan uang. Di mata warga Dusun Maijo, 
Irsyad adalah satu-satunya warga kampung yang bisa akrab dengan Ryan. 
Mereka sebelumnya memang sama-sama menjadi guru ngaji di TPQ setempat.

Namun, di balik keakrabannya itu warga memiliki pikiran buruk bahwa 
mereka memiliki hubungan khusus. Maklum, meski badan Ryan sangat 
macho karena sering latihan fitness, namun tak bisa ditutupi gaya 
bicaranya yang sangat kemayu.

"Naudzubillah min dzalik itu perbuatan yang sangat dilarang agama. 
Tapi, saya tidak menyalahkan warga kalau punya pikiran seperti itu 
karena Ryan memang memiliki sifat seperti itu. Saya dengannya hanya 
teman biasa," ujar Irsyad, lulusan Politeknik ITS jurusan teknik 
mesin yang kini guru STM swasta di daerah Jombang.

Karena khawatir dituding memiliki hubungan khusus itulah, sejak 2006 
Irsyad menjauhi Ryan. Bahkan, ia juga memutuskan berhenti sebagai 
guru mengaji agar tidak terlalu dekat lagi dengan Ryan. Irsyad lantas 
menikah dengan seorang gadis pada Juni 2007, dan kini telah 
dikaruniai seorang anak.

Selama masih berteman itu, Ryan beberapa kali pinjam uang ke koperasi 
simpan pinjam (KSP) dengan jaminan 3 BPKB milik Irsyad. Ryan juga 
pernah membeli peralatan elektronik secara kredit lewat toko Court 
menggunakan KTP Irsyad. Nilai utangnya sekitar Rp 7 juta tapi baru 
dibayar Rp 1,6 juta. (ST8/DOS)      




Kirim email ke