Assalamualaikum Wr Wb
Mas Taufik, Saya setuju dengan Zuhairi Misrawi. Bahwa al Qur'an banyak 
mengandung
toleransi seperti yang saya tulis dengan judul "Wajah Islam [1] da [2]" di blog
saya http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com . Buku ini perlu dibaca dan disimak 
dengan
baik. Intoleransi mengundang tanggapan dan provokasi yang tidak benar dari 
barat.Seperti
"Fitna".Yang penting kita menyerang kalau diserang .
Dalam Surat Al Anfal (8) ayat 60.” menggentarkan musuh Allah” diterjemahkan 
dalam bahasa Inggris 
oleh Yusuf Ali ”To strike terror into the enemies of Allah”. Bisa jadi inilah 
ayat yang digunakan untuk menuduh
 umat Islam adalah terroris. Bisa jadi pula ayat inilah yang digunakan para 
Islam ”Ekstreem Kanan” untuk melakukan terror. 
Padahal itu tidak benar. Oleh Dr. M. Taquid-Din dan Dr. M Khan, diterjemahkan 
”To threaten” atau mengancam. 
Dalam Al Quran umat Islam diminta untuk siap untuk menghadapi kekuatan apapun. 
Tetapi tidak melakukan terror atau ancaman. Umat Islam tidak boleh menyerang, 
ketika musuh tidak menyerang sebagaimana dalam Surat Al Baqarah (2) ayat 194. 
Umat Islam tidak boleh memerangi orang-orang yang tidak memeranginya. 
Dan umat Islam tidak boleh melampaui batas., karena sesungguhnya Allah tidak 
menyukai 
orang-orang yang melampaui batas. (Surat Al Baqarah (2) ayat 190-192). 
Tidak boleh melampau batas itu artinya barangsiapa yang menyerang kamu, 
maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu (Surat Al Baqarah (2) 
ayat 194).
Wassalam dan salam kenal dari mr.dayson



----- Pesan Asli ----
Dari: Pipix Taufiq <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Selasa, 22 Juli, 2008 01:53:17
Topik: [ppiindia] [Gatra.com] Al-Quran Menghargai Kesalahan?


Halo kawan2,
berita ini mungkin menarik untuk dibaca.
------------ --------- --------- --------- --------- -------

Al-Quran Menghargai Kesalahan?

Gatra.com - Postmodernism dihidupkan oleh semangat pluralisme dan dihadapkan
dengan fundamentalisme, kata Akbar S. Ahmed dan Ernest Gelner. Kini semua
agama diprovokasi untuk merespons semangat ini. Sekularisme telah "gagal",
kata Peter L. Berger, dan gantinya adalah pluralisme. Buku Al-Qur'an Kitab
Toleransi ini adalah contoh riil respons itu, "membangun toleransi di tengah
gelombang intoleransi yang makin marak". Kandungannya sarat dengan wacana
pluralisme dan memusuhi fundamentalisme. Buku ini berangkat dari asumsi bahwa
sejauh ini Islam dianggap intoleran. Pembacaan yang serius terhadap Al-Quran
dalam masalah ini tidak ada. Kitab-kitab klasik pun tidak dihadirkan secara
menyeluruh untuk tujuan itu (halaman xi). Asumsi-asumsi itu memberi banyak
harapan kepada pembaca. Pertama, harapan akan ada kajian serius terhadap
bangunan konsep Al-Quran. Kedua, adanya bangunan konsep yang menggabungkan
konsep toleransi, intoleransi, dan bahkan absolutisme. Ketiga, kajian
komprehensif terhadap kitab-kitab tafsir sehingga muncul tafsir baru.

[Buku, Gatra Nomor 15 Beredar Kamis, 21 Februari 2008]

Baca berita selengkapnya di http://www.gatra. com/artikel. php?id=112625

------------ --------- --------- --------- --------- -------
dikirimkan oleh Pipix Taufiq <[EMAIL PROTECTED] com>
dengan menggunakan fasilitas pengiriman email Gatra.com
 


      
___________________________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke