Bung hary,  Zuhairi menggunakan pendekatan hermeneutika dalam melakukan
penafsiran terhadap Al-quran. Metode ini oleh sebagian muslim dianggap
sebagai ushul fiqh modern, seperti ungkapan pak Nasarudin Umar, Dirjen Bimas
Islam Depag RI (kalau tidak salah). Bagi para pemikir syiah, bahkan
hermeneutik mampu menyelesaikan problem studi tafsir yang tidak dibahas
ushul fikih. Seperti mengeksplorasi "kepentingan" author teks itu sendiri.
Tapi bung, bagi sebagian kalangan, metode ini ditolak habis-habisan.
Sebenarnya penolakan itu karena sebagian muslim lebih terbiasa dengan
penafsiran tekstual. Tafsir ayat bil ayat ayat atau tafsir ayat bil hadis.
Dan tidak terbiasa dengan tafsir kontekstual. Saya senang anda mengutip
Alquran Abdullah Yusuf Ali yang memang bagus bagi orang-orang yang ingin
mendalami islam melalui alquran. Yusuf ali bisa dijadikan sebagai langkah
awal. 

 

Ferry

 

  _____  

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf
Of Hary Priyanto
Sent: 22 Juli 2008 16:26
To: [email protected]
Subject: Bls: [ppiindia] [Gatra.com] Al-Quran Menghargai Kesalahan?

 

Assalamualaikum Wr Wb
Mas Taufik, Saya setuju dengan Zuhairi Misrawi. Bahwa al Qur'an banyak
mengandung
toleransi seperti yang saya tulis dengan judul "Wajah Islam [1] da [2]" di
blog
saya http://hidup- <http://hidup-sesudah-mati.blogspot.com>
sesudah-mati.blogspot.com . Buku ini perlu dibaca dan disimak dengan
baik. Intoleransi mengundang tanggapan dan provokasi yang tidak benar dari
barat.Seperti
"Fitna".Yang penting kita menyerang kalau diserang .
Dalam Surat Al Anfal (8) ayat 60." menggentarkan musuh Allah" diterjemahkan
dalam bahasa Inggris 
oleh Yusuf Ali "To strike terror into the enemies of Allah". Bisa jadi
inilah ayat yang digunakan untuk menuduh
 umat Islam adalah terroris. Bisa jadi pula ayat inilah yang digunakan para
Islam "Ekstreem Kanan" untuk melakukan terror. 
Padahal itu tidak benar. Oleh Dr. M. Taquid-Din dan Dr. M Khan,
diterjemahkan "To threaten" atau mengancam. 
Dalam Al Quran umat Islam diminta untuk siap untuk menghadapi kekuatan
apapun. 
Tetapi tidak melakukan terror atau ancaman. Umat Islam tidak boleh
menyerang, 
ketika musuh tidak menyerang sebagaimana dalam Surat Al Baqarah (2) ayat
194. 
Umat Islam tidak boleh memerangi orang-orang yang tidak memeranginya. 
Dan umat Islam tidak boleh melampaui batas., karena sesungguhnya Allah tidak
menyukai 
orang-orang yang melampaui batas. (Surat Al Baqarah (2) ayat 190-192). 
Tidak boleh melampau batas itu artinya barangsiapa yang menyerang kamu, 
maka seranglah ia, seimbang dengan serangannya terhadapmu (Surat Al Baqarah
(2) ayat 194).
Wassalam dan salam kenal dari mr.dayson

----- Pesan Asli ----
Dari: Pipix Taufiq <[EMAIL PROTECTED] <mailto:v2xtopz%40yahoo.com> com>
Kepada: [EMAIL PROTECTED] <mailto:ppiindia%40yahoogroups.com> s.com
Terkirim: Selasa, 22 Juli, 2008 01:53:17
Topik: [ppiindia] [Gatra.com] Al-Quran Menghargai Kesalahan?

Halo kawan2,
berita ini mungkin menarik untuk dibaca.
------------ --------- --------- --------- --------- -------

Al-Quran Menghargai Kesalahan?

Gatra.com - Postmodernism dihidupkan oleh semangat pluralisme dan dihadapkan
dengan fundamentalisme, kata Akbar S. Ahmed dan Ernest Gelner. Kini semua
agama diprovokasi untuk merespons semangat ini. Sekularisme telah "gagal",
kata Peter L. Berger, dan gantinya adalah pluralisme. Buku Al-Qur'an Kitab
Toleransi ini adalah contoh riil respons itu, "membangun toleransi di tengah
gelombang intoleransi yang makin marak". Kandungannya sarat dengan wacana
pluralisme dan memusuhi fundamentalisme. Buku ini berangkat dari asumsi
bahwa
sejauh ini Islam dianggap intoleran. Pembacaan yang serius terhadap Al-Quran
dalam masalah ini tidak ada. Kitab-kitab klasik pun tidak dihadirkan secara
menyeluruh untuk tujuan itu (halaman xi). Asumsi-asumsi itu memberi banyak
harapan kepada pembaca. Pertama, harapan akan ada kajian serius terhadap
bangunan konsep Al-Quran. Kedua, adanya bangunan konsep yang menggabungkan
konsep toleransi, intoleransi, dan bahkan absolutisme. Ketiga, kajian
komprehensif terhadap kitab-kitab tafsir sehingga muncul tafsir baru.

[Buku, Gatra Nomor 15 Beredar Kamis, 21 Februari 2008]

Baca berita selengkapnya di http://www.gatra. com/artikel. php?id=112625

------------ --------- --------- --------- --------- -------
dikirimkan oleh Pipix Taufiq <[EMAIL PROTECTED] com>
dengan menggunakan fasilitas pengiriman email Gatra.com


__________________________________________________________
Dapatkan nama yang Anda sukai!
Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
http://mail. <http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/>
promotions.yahoo.com/newdomains/id/

[Non-text portions of this message have been removed]

 



[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke