Orang tua berladang dengan pengairan air laut (The old man who farms with the sea) Brian Vander Brug / Los Angeles Times
Carl Hodges berjalan di sepanjang galengan (gundukan tanah sekat ladang/sawah) di suatu petak tanah riset di mana dia menananm "salicornia" yang dicoba dengan mempergunakan teknik tanam dan panen yang berbeda-beda. Hodges dan pembantunya telah mengairi tanah pertaniannya dengan air asin dari laut Sea of Cortez yang letaknya berdekatan. Carl Hodges sedang menanam salicornia, suatu jenis tanaman yang sari makanannya diperoleh dari mengkonsumsi air laut sehingga mampu menyediakan bahan makanan dan bahan bakar bagi jutaan manusia. By Marla Dickerson, Los Angeles Times Staff Writer July 10, 2008 Tastiota, Mexico Agak beberapa kilometer dari pantai Sea of Cortez, di antara rekahan-rekahan tanah dan mesquite (jenis kacang-kacangan yang menjadi bahan makan) serta pohon kaktus kering kepanasan, berderet-deret tanaman kehijauan yang rapih sedang tumbuh segar dari permukaan padang pasir. Tanaman itu adalah "Salicornia". Ia diberi makan dan dipelihara hidupnya oleh air laut yang dialirkan lewat kanal-kanal buatan. Dan apabila Anda mempercayai seorang Amerika yang menanamnya, maka karpet hijau yang tak pada tempatnya ini memiliki suatu kemampuan memberi makan kenyang kepada dunia, menyediakan bahan bakar bagi kendaraan bermotor kita dan memperlamabt pemanasan global. Dia adalah Carl Hodges, seorang fisikawan atmosfeer dari basis Tucson yang telah menjalani sebahagian besar waktu hidupnya selama 71 tahun dengan mempelajari cara bagaimana manusia dapat memenuhi kebutuhan pangannya sendiri di daerah yang sangat sedikit menyediakan tanah pertanian dan air tawar. Sebagai seorang direktor pendiri Laboratorium Riset Lingkungan dari Universitas Arizona yang sangat dihormati, karyanya telah menarik sekelompok pengagum-pengagum pilihan. Mereka itu adalah kepala-kepala negara, kepala-kepala korporasi dan bintang-bintang Hollywood, di antaranya adalah Martin Sheen dan almarhum Marlon Brando. Keahlian Hodges untuk menumbuhkan tanaman di suatu lingkungan asing telah dipamerkan di Land Pavilion di kebun tema Epcot di Walt Disney World di Florida dan di proyek Biosphere 2 di Arizona. Di sini di Mexico bagian Utara di Sonora, dia sedang memikirkan sesuatu yang lebih besar lagi. Lapisan es Bumi sedang mencair dengan sangat cepat. Para saintist meramalkan bahwa laut yang meninggi permukaannya akan menelan daerah-daerah yang letaknya rendah dan akan mengusir jutaan manusia berpindah tempat. Hodges melihat adanya suatu kesempatan. Mengapa tidak mengalirkannya ke daratan pedalaman guna menciptakan kekayaan dan kesempatan kerja daripada menjadi malapetaka? Dia berharap untuk mengarahkan peningkatan air laut ke sungai-sungai buatan guna mengairi dan memelihara pengusahaan akwakultur komersial, hutan-hutan bakau dan tanaman-tanaman yang menghasilkan bahan makanan dan bahan bakar. Penghijauan padang pasir di sepanjang pantai ini, katanya, dapat menambah jutaan are tanah pertanian yang produktif dan mengurangi secara mantab sejumlah besar senyawa karbon dioksida yang menjadi penyebab utama pemanasan global. Hodges berkhayal akan dapat menetralisir peningkatan permukaan laut, di antaranya dengan mempergunakan tempat penampungan limbah air tawar sebagai tempat penyimpanan raksasa bagi air laut. Dengan menganalisa proyeksi peristiwa pencairan es yang sedang berlangsung di Antarctic dan Greenland, Hodges memperhitungkan bahwa dengan mengaalirkan air laut sejumlah ekwivalensi tiga sungai besar Missisipi ke daratan pedalaman akan dapat mengatasi peningkatan permukaan laut. Dia membayangkan bahwa untuk hal itu dibutuhkan 50 tanah pertanian air laut yang berukuran cocok yang bakal dapat dibangun dalam dalam jangka waktu ketika permukaan tanah di seluruh dunia mulai pecah-pecah. "Satu-satunya cara kita dapat menghentikan [kenaikan permukaan laut, sea-level rise] adalah apabila manusia percaya bahwa kita dapat melakukannya," kata Hodges, yang ukuran inteleginsinya hanya dapat diatasi oleh kepercayaan akan dirinya. Dia percaya bahwa "Ini adalah ide besar" yang dinantikan oleh umat manusia. Dengan penutup kepalanya yang khas, dengan iPhone yang yang dicantolkan melingkari kepalanya dan kecenderungannya untuk menyampaikan penjelasan problematika lingkungan kepada orang-orang yang sepenuhnya asing, Hodges mungkin akan dijuluki oleh sebagian orang sebagai seseorang yang eksentrik yang terlalu banyak waktunya dihabiskan di bawah matahri Mexico. "Ketika saya pertamakalinya bertemu Carl, saya berpendapat dia adalah seorang filasof," kata aktor Sheen, seorang sahabat lama. Juga, para ahli termasuk Dennis Bushnell, kepala para saintist di NASA's Langley Research Center, mengatakan bahwa pertanian air asin dapat dicoba sebagai senjata yang penting guna memerangi perubahan iklim. Hodges telah membangun model pertanian demikian itu di Africa. Kerusuhan politik telah menutup kebanyakan proyeknya di tahun 2003. Itulah sebabnya mengapa dia berniat membangun proyek demo di Amerika Utara guna mempertunjukkan apa yang mungkin. Yang dibutuhkannya saat sekarang adalah modal sebesar$35 juta. Demikianlah munculnya salicornia. Apa yang disebut sebagai halophyte, atau tanaman suka-garam, tumbuhan mengandung garam yang tumbuh subur di tanah rekah yang panas bak neraka dengan dosis siraman air laut yang cukup dan berkesinambungan. Beberapa negara sedang bereksperimen dengan salicornia dan spesi lainnya yang toleran kepada air asin sebagai sumber bahan makanan. Di beberapa restoran dikenal sebagai asparagus laut, salicornia dapat dimakan segar-segar atau dikulub (dikukus), diremas dalam minyak goreng atau digiling menjadi makanan ber-protein tinggi. Hodges, yang sekarang adalah seorang kepala yayasan nonprofit Seawater Foundation, menempelkan salicornia bertahun-tahun ke dalam jajaran tanaman yang dapat membantu mencegah kelaparan di dunia. Orang-orang yang bertindak baik dipuji-puji. Sektor privat menggigit bibirnya. Kemudian harga minyak bumi meningkat drastis. Hodges melihat kesempatan untuk mempromosikan semak-semak gemuk yang tak berdaun itu dari ketersembunyiannya. Hal itu disebabkan oleh karena salicornia memiliki kwalitas baik lainnya: Ia dapat dirubah menjadi bahan bakar biologis (biofuel). Dan, berlainan dengan ethanol dari jenis gandum-ganduman, ia tidak membutuhkan hujan atau tanah pertanian primair, dan lagi ia tidak mengganggu pasar bahan makan global. NASA telah memperkirakan bahwa apabila menanam halophyte seluas padangpasir Sahara akan dapat memasok lebih dari 90% energi yang diperlukan oleh dunia. Tahun yang lalu, Hodges membentuk suatu perusahaan mencari laba yang dinamakan Global Seawater Inc. guna memproduksi salicornia biofuel dalam kemasan cair dan versi padat. Dia memuat contohnya ke dalam tas seperti beberapa orang penjaja produk lingkungan keliling dan dibawanya berkeliling. Baru-baru ini perusahaannya menanam 1,000 acre salicornia di sini di sebuah pedesaan Sonora, di mana Hodges telah menyelenggarakan riset persiapannya selama beberapa puluh tahun. Tanaman tersebut bakal memenuhi kebutuhan bijih tanaman bagi suatu usaha perencanaan utama di sebelah Utara sejauh 70 km di kota pantai Bahia de Kino. Global Seawater sedang berusaha menyewa atau membeli 12,000 acre yang di tempat itu menurut pandangannya kedepan bakal menjadi ladang pertanian air asin terbesar di dunia. Rencananya adalah menggali kanal samudra ke arah padang pasir guna menghidupi blumbang-blumbang atau tambak-tambak (ponds) udang dan ikan komersial. Daripada mengembalikan aliran air laut tersebut kembali ke lautan, perusahaan akan mengalirkannya ke daratan pedalaman guna merabuk ladang-ladang salicornia yang menjadi bahan dasr produksi bahan bakar bio. Tempat berhenti air laut selanjutnya adalah rawa-rawa buatan. Hutan bakau ini dapat "dijual" kepada para pengotor lingkungan guna memenuhi target pengurangan emisi gas pengotor yang ditugaskan oleh Protocal Kyoto dalam kaitan dengan perubahan iklim. "Tidak ada yang dibuang," kata Hodges. Global Seawater telah memiliki penyulingan kecil-kecilan guna memproses minyak salicornia menjadi bahan bakar biodiesel, di mana Hodges meyakini akan dapat memproduksi setidak-tidaknya dengan harga kurang dari sepertiga harga pasar minyak mentah dewasa ini. Sisa bahan tanaman tersebut akan dirubah menjadi bahan bakar padat bio dalam model "gelondongan" yang dapat dibakar lebih bersih dari batubara atau kayu. NASA tertarik untuk mencoba bahan bakar dari halophyte-nya Hodges. Demikian pula para pengusaha semen dan pengusaha industri-industri berat lainnya. Beberapa mantan pejabat eksekutif dari perusahaan-perusahaan utama sedemikian tergugahnya oleh kemampuan itu sehingga mereka sedang membantu Global Seawater mengumpulkan kapital dan memusatkannya pada keharusan menghasilkan laba bagi para penanam modal. Fernando Canales Clariond, mantan sekretaris ekonomi Mexico dan anggauta salah satu keluarga industrialis paling kuat dari bangsanya, baru-baru ini telah ikut ambil bahagian di dalam dewan pimpinan perusahaan. "Dunia tidak bergerak karena idealisme," katanya. "Ia bergerak karena insentif-insentif ekonomi." Fellow board member Anthony Simon, mantan president pemasaran Unilever Bestfoods, lebih terbuka lagi mengatakan. "Carl adalah seorang saintist yang canggih mengagumkan," katanya tentang Hodges. Tetapi dia adalah seorang "pebisnis yang malas." Hodges telah menjual assets dan telah melewati maksimasi kreditkard-nya selama bertahun-tahun demi menjaga tetap mengambangnya mimpi air asinnya. Tetapi itu bukan merupakan masa depan bagi hasil besar yang diharapkan. Suatu pembelajaran seumur hidup terhadap sistim lingkungan Bumi telah meyakinkannya bahwa planit ini sedang mengalami ketidak beresan. Dia bertekad untuk membantu demi segalanya dapat kembali ke keseimbangan. Berkendaraan melintasi pedesaan di bawah terik matahari Sonora, dia menunjukkan silo-silo penyimpanan gandum yang ditinggalkan dan kanal-kanal irigasi yang runtuh rusak, adalah batu-nisan kegagalan usaha dengan sistim pertanian konvensional. "Ini adalah mangkuk berisi debu," kata Hodges. " Kita akan membuatnya berisi gandum lagi . . . dengan suatu jenis agrikultur yang lain." Sementara ahli-ahli lingkungan mencurigai. Gandum dan kapas pernah melimpah di sini hingga saat para petani memompa waduk-waduk air menjadi hampir kering. Pengoperasian aquakultur udang telah mencemari Sea of Cortez dengan limbah. Mengalirkan jutaan galon air laut dapat menimbulkan konsekwensi yang tidak diperhitungkan bagi padangpasir yang rentan, kata ahli biologi Exequiel Ezcurra, mantan kepala Mexico's National Ecology Institute. "Kita telah mengalami katastrofi di masa lampau, karenanya kita mempunyai alasan untuk berjaga-jaga," katanya. Hodges berkata bahwa proyeknya telah memenuhi semua tuntutan lingkungan yang diwajibkan oleh Mexico. Katastrofi yang paling besar adalah, katanya, tidak berbuat apapun menghadapi perubahan iklim. "Ayah saya pernah menasihatkan kepada saya, 'Carl, di neraka sana ada tempat yang disediakan bagi yang hanya berdiri di pagar saja.' " Seorang putera pelatih kuda, Hodges tumbuh dewasa di lingkungan jalur-jalur balapan kuda. Ayahnya pada suatu ketika menukar rumahnya di Phoenix dengan beberapa kuda ras, untuk sementara memindahkan keluarganya ke kandang kuda. Suatu keberanian yang mengagumkan telah melandaskan saintist muda ke lampu sorot Environmental Research Lab di tahun1967 pada umur 30. Di situ dia memutuskan bahwa pertanian harus dapat diadaptasikan dengan penggunaan air asin, yang mencakup 97% persediaan air di Bumi. Tim-nya beraktivitas pada pemeliharaan udang yang digalakkan oleh berkembangnya industri aquakultur di Mexico. Pemimpin Abu Dhabi mengihadiahi timnya dan laboratoriumnya $3.6 juta, ketika berjabat tangan, agar membangun suatu rumah kaca air asin bagi tumbuhnya sayur-sayuran di emirat yang kering itu. Brando pernah berkunjung ke tempat Hodges sesudah bertemu dalam suatu pertemuan lingkungan pada ahir tahu 1970-an. Bintang pertapa ini pernah menyelenggarakan beberapa kali perjumpaan para saintist di tempat peristirahatannya di sebuah pulau Tetiaroa di Pasifik Selatan, suatu daratan yang sangat rentan dengan kenaikan permukaan laut. "Marlon faham akan pemanasan global," kata Hodges. "Dia mengira kita sudah terlambat." Model Hodges untuk proyek Mexico adalah suatu pertanian air asin yang dirancangnya untuk pemerintah Eritrea, suatu bangsa Afrika Timur yang terbelakang, miskin, yang tersebar di pinggiran sebelah Afrika dari Laut Merah. Pertanian itu terdiri dari waduk-waduk yang diisi air asin dan telah dibuka pada tahun 1999 guna menternakkan udang dan ikan, limbah sisanya digunakan untuk mengairi 250 acre salicornia yang oleh orang Eritrea dirubah menjadi pangan ternak. 150-acre rawa-rawa bakau menyediakan tempat hidup bagi binatang liar. Kekrisuhan politik telah meliumpuhkan pengoperasian proyek itu. Tetapi pada waktu puncaknya usaha pertanian itu menghasilkan ratusan pekerjaan dan merubah wajah sedih bencana kelaparan Eritrea menjadi exportir kecil-kecilan udang. Gambar Video dokumenter mempertunjukkan oasis indah kehijauan di padangpasir. "Itu adalah suatu keajaiban," kata Tekie Teclemariam Anday, seorang ahli biologi kelautan yang kini bekerja dengan Hodges di Mexico. "Orang-orang melihatnya seperti seorang messiah." Apakah Ide Besar Hodges dapat diterima oleh suatu grup pengagum-pengagum yang lebih luas lagi masih perlu diamati dengan baik. Bushnell dari NASA mengatakan bahwa agrikultur air asin memilki potensi yang luarbiasa. Dia memuji sains-nya Hodges sebagai "luarbiasa." Namun, katanya algae (ager-ager) mungkin dapat membuktikan diri sebagai tanaman bahan dasar bahan bakar bio yang paling andal karena ia dapat memproduksi lebih banyak lagi bahan bakar per acre. Hodges adalah "seorang pionir," kata Bushnell. "Tetapi, umumnya penggerak pertama pada ahirnya bukanlah yang paling berhasil." Hodges meyakini bahwa segala cara pembaruan diperlukan untuk mengubah kebiasaan planit ini dari kecanduan minyak. Di samping itu, pembicaraannya mengenai menghentikan peningkatan permukaan laut dan menemukan kembali agrikultur sedemikian beraninya sehingga dari kalangan para pendukungnya disampaikan peringatan agar menurunkan gelombang suaranya. Akan tetapi sahabat lamanya Sheen mengatakan bahwa Hodges tampaknya tidak berniat mengikuti. "Kita harus berani menyerempet bahaya dalam usaha kita memecahkan perubahan iklim", kata sang aktor. "Carl sedang melaksankan missi menyelamatkan dunia." [EMAIL PROTECTED] [Non-text portions of this message have been removed]

