Ada beberapa pernyataan ajaib yang patut dikomentari:
 
++ "Sedangkan zionisme sebagai gerakan politik harus diselesaikan secara 
politis. tidak ada satupun ayat-ayat al Qur'an yang memojokkan zionisme sebagai 
gerakan politik. karena itu, jika ambisi sebagian kecil kaum Yahudi untuk 
mendirikan negara Yahudi ingin bisa diwujudkan, maka, harus diselesaikan secara 
politis. misalnya, kemampuan kaum Zionis dalam melobi negara Palestina untuk 
menyerahkan sebagian tanahnya secara Suka Rela."

Komentar: 
Ketika Nabi Muhammad wafat, ayat Al Quran berhenti turun. Waktu itu belum ada 
yang namanya Zionisme. Bukankah aneh kalau di Quran ada ayat soal Zionisme?
Lalu, Zionisme politik itu kan de facto sudah mendirikan negara yahudi Israel 
di atas tanah Palestina lewat kekuatan senjata. Apanya yang suka rela? Anda 
baca sejarah nggak sih?

=======================
  
++ "Bangsa apapun sebenarnya mempunyai hak untuk mendapatkan kemerdekaan. 
mendirikan sebuah negara yang independent sebagaiman pernah dialami bangsa 
Indonesia masa lalu. tetapi sayangnya, samapai saat ini kelompok zionis masih 
kurang begitu mampu melobi secara baik kepada negara Palestina. akabatnya, 
dimata kebanyakan negara-negara, mereka (kaum zionis) dinilai sebagai penjajah."

Komentar:
Menduduki tanah orang lain dengan kekuatan senjata, dan mengusir penduduk 
Palestina sehingga jadi pengungsi di mana-mana. Jelas saja dinamai penjajah. 
Melobi negara Palestina? Negara Palestina yang mana? Memangnya sudah berdiri 
negara Palestina? Kemana saja selama ini, Mas?
 


Satrio 


--- On Thu, 7/31/08, abdul muiz <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> From: abdul muiz <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [ppiindia] Membela Zionisme
> To: [email protected]
> Date: Thursday, July 31, 2008, 7:06 PM
> Membela Zionisme 
> Oleh : Abdul Muiz Syaerozie 
>   
> Dalam banyak catatan dua sumber ajaran Islam yang suci; Al
> Qur'an dan al Hadits, Yahudi digambarkan sebagai
> sekelompok manusia yang mempunyai watak keji, licik dan
> pendusta.kerena itu, mereka dimasukkan dalam kategori
> kelompok yang dilaknat, penghuni neraka dan ditimpa
> musibah.
>  
> Misalnya, hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dan
> Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw. Bersabda,
> “Tidak akan datang hari kiamat sehingga kaum muslimin
> memerangi kaum Yahudi dan membunuh mereka. Sehingga,
> bersembunyilah orang-orang Yahudi di belakang batu atau
> kayu, kemudian batu atau kayu itu berkata, ‘Wahai orang
> muslim, wahai hamba Allah, ini ada orang Yahudi di belakang
> saya, kemarilah dan bunuhlah dia!’ Kecuali pohon Gharqad
> (yang tidak berbuat demikian) karena ia termasuk pohon
> Yahudi.” Imam Bukhari meriwayatkan dari Abdullah bin Umar
> bahwa Rasulullah saw. Bersabda, “Kalian akan diperangi
> oleh bangsa Yahudi. Lalu, kalian diberi kemenangan atas
> mereka, sampai-sampai batu pun akan berbicara, ‘Hai
> muslim, ini seorang Yahudi di balikku, bunuhlah ia!’” 
> 
>  
> Secara tekstual hadits itu menunjukkan ketidak layakan kaum
> Yahudi hidup dimuka bumi. mereka patut untuk dibrangus hak
> hidupnya, dikebiri kehidupan ekonominya, disingkirkan hak
> politiknya dan patut diakhiri sejarah komunitasnya. sampai
> -sampai Huntington dan Fukuyama terlalu berani mengatakan
> bahwa bangsa Irael sudah tidak ada lagi sekarang ini.
> mereka sudah habis dibantai pada masa kaekaisaran Romawi. 
>  
> Tidak hanya dalam Qur'an dan Hadits, kitab suci yang
> dipegang erat kaum Katolik dan Protestan pun menggambarkan
> kelompok Yahudi sebagai kelompok yang jijik. pengingkar
> janji Tuhan dan perusak kehidupan manusia. mereka layak
> dienyahkan, lantaran telah merusak nilai-nilai luhur
> kemanusiaan.
>  
> Akibatnya, dalam sejarah bangsa yahudi tercatat sejarah
> kelam lah yang paling mendominasi. keturunan Israel ini,
> sepanjang hidupnya mengalami nasib yang buruk. mereka
> diusir, dibantai, dan dikucilkan dari kehidupan berbangsa
> dan bernegara. msialnya, ketika mereka (kaum Yahudi)
> dibantai oleh Titus, Vespanisus, dan Adrian dari Kekaisaran
> Romawi. Walaupun demikian, mereka juga mengalami sejarah
> yang manis misalnya, ketika para pemimpin negara tidak
> mempunyai sikap diskriminatif terhadap agama lain,
> melindungi segenap rakyatnya dan bersikap adil. misalnya
> pada masa kejayaan Turki.
>  
> Memang, dalam sejarah kehidupan beragama, para pendahulu
> mereka pernah melakukan pendustan terhadap kitab suci
> Taurat, mengingkari janji Tuhan sebagaimana digambarkan
> dalam Qur'an dan Injil. pengikut Yahudi pun mengakui
> hal itu. tetapi secara sadar, kini mereka berusaha
> menebus dosa-dosa masa lalu dengan cara menyerukan kepada
> umat Yahudi untuk menedekatkan diri pada sanga pencipta
> (beribadah), dan memenuhi janji-janji Tuhan sebagaimana
> ditunjukkan dalam taurat, kitab suci bangsa Yahudi. 
>  
> Gerakan keagaman dalam rangka menebus dosa masa lalu ini,
> dinamakan gerakan zionisme. yaitu, sebuah gerakan keagaman
> murni yang dilakukan oleh para pemeluk agama Yahudi yang
> sadar akan arti penting ajaran luhur agamanya. gerakan
> ini, dalam sejarahnya tidak pernah diusik oleh para
> pemuka-pemuka agama lain. bahkan dalam Islam pun, nabi
> Muhammad membebaskan mereka untuk beribadah kepada
> Tuhannya. "lakum dinukum waliyadin" demikian
> ditegaskan dalam Al Qur'an.
>  
> Tetapi sayangnya, masyarakat beragama saat ini, terutama
> kaum muslim, sangat membenci terhadap gerakan zionisme.
> mereka (kaum muslim) dengan menggunakan dalil-dalil
> Qur'an dan hadits membenarkan untuk membenci kaum
> Yahudi. oleh karena itu, kaum Yahudi kini dimusuhi dan
> terus dicaci. parahnya, kebencian itu diarahkan secara
> menyeluruh. artinya tidak membedakan zionisme sebagai
> sebuah gerakan keagamaan dan zionisme sebagai sebuah
> gerakan politik. 
>  
> Padahal, apa yang digambarkan oleh kitab suci al Qur'an
> dan al Hadits, adalah kaum Yahudi yang mendustakan Taurat
> dan mengingkari janji-janji Tuhan. ini artinya bahwa, Islam
> mengutuk kaum Yahudi yang mendustakan ajaran Taurat dan
> mengabaikan perintah Tuhan. bukan kaum Yahudi yang sadar
> atas agamanya.. sebab watak keji, jijik dan licik berada
> pada kaum Yahudi yang mendustakan. jika mereka kini telah
> sadar, mau tunduk kepada Taurat, niscaya sifat kejijikan
> Yahudi tidak lagi pantas diterapkan.
>  
> Sedangkan zionisme sebagai gerakan politik harus
> diselesaikan secara politis. tidak ada satupun ayat-ayat al
> Qur'an yang memojokkan zionisme sebagai gerakan politik.
> karena itu, jika ambisi sebagian kecil kaum Yahudi untuk
> mendirikan negara Yahudi ingin bisa diwujudkan, maka,
> harus diselesaikan secara politis. misalnya, kemampuan kaum
> Zionis dalam melobi negara Palestina untuk menyerahkan
> sebagian tanahnya secara Suka Rela.
>   
> Bangsa apapun sebenarnya mempunyai hak untuk mendapatkan
> kemerdekaan. mendirikan sebuah negara yang independent
> sebagaiman pernah dialami bangsa Indonesia masa lalu.
> tetapi sayangnya, samapai saat ini kelompok zionis masih
> kurang begitu mampu melobi secara baik kepada negara
> Palestina. akabatnya, dimata kebanyakan negara-negara,
> mereka (kaum zionis) dinilai sebagai penjajah.
>  
> Wallahu 'alam Bissawab 
> 
> 
>       
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> ------------------------------------
> 
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan.
> Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in Commonality & Shared
> Destiny. http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
> 
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali
> sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan
> dikomentari.
> 3. Reading only, http://ppi-india.blogspot.com 
> 4. Satu email perhari: [EMAIL PROTECTED]
> 5. No-email/web only: [EMAIL PROTECTED]
> 6. kembali menerima email: [EMAIL PROTECTED]
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 

      

Kirim email ke