>***
>
>hehehe, soal masyumi dan monogami,
>terus terang saya setuju :)
>
>kalo menjumpai debat mono vs. poli
>gami, biasanya saya ambil contoh
>kasusnya natsir vs. sukarno
>
>=> sukarno yang "sekuler",
>pengagum kemal, justeru
>poligami
>
>=> natsir, pemimpin masyumi
>yg dinilai 'garis keras'
>justeru mono ... :)
>
>***
>dalam konteks budaya saat ini,
>mungkin poligami bisa dijadikan
>sebagai jalan keluar jika memang
>menjumpai kondisi tertentu.
>
>tapi tidak perlu menjadikan
>poligami sebagai "simbol", "mode",
>ato "identitas/trade-mark"
>ketaatan beragama seseorang.

ha-ha-ha no offense. kebanyakan tokoh partai islam
di indonesia sekarang mempraktekkan poligami.

soekarno dan natsir memang unik.
lisan soekarno menolak poligami, tapi dia malah
mempraktekkannya. sebaliknya natsir membela poligami
tapi dia justeru menjalankan monogami.

ketika soekarno menikah lagi, isteri-isteri para pejabat
ramai bergunjing, termasuk isteri para tokoh masyumi.
kepada mereka natsir berkata, "lihatlah perkataan soekarno,
jangan lihat perbuatannya."



Kirim email ke