http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/05/18163481/indonesia.jajaki.kerjasama.bioteknologi.dengan.luar.negeri


*Indonesia Jajaki Kerjasama Bioteknologi dengan Luar Negeri*

Selasa, 5 Agustus 2008 | 18:16 WIB

BOGOR, SELASA -* Indonesia* tengah menjajaki kemungkinan kerjasama di bidang
bioteknologi dengan beberapa negara diantaranya Iran, Korea Selatan, Belanda
serta dengan sejumlah negara ASEAN. Kerjasama-kerjasama tersebut meliputi
bidang pertanian, energi dan kesehatan.

"Negara-negara tersebut yang paling berminat untuk bekerjasama dengan
peneliti kita," kata Ketua Konsorsium Bioteknologi Indonesia (KBI), Dr Ir
Bambang Prasetyo, MSc disela Konferensi Internasional Bioteknologi di Bogor,
Selasa (5/8).

Belanda dan Korea Selatan ingin bekerjasama di bidang bioteknologi energi.
Sementara Iran, kata dia, tertarik bekerjasama di bidang bioteknologi
kelautan. "Untuk bioteknologi bidang non kelautan mereka sudah menguasai,
dan sekarang ingin bekerjasama di bidang kelautan, ujarnya"

Ia mengatakan, anggota-anggota KBI yang terdiri dari 42 lembaga swasta,
pemerintah dan perguruan tinggi akan melakukan konsolidasi untuk kemudian
memetakan sumberdaya di bidang bioteknologi di Indonesia.

"Akan kita buat direktori bioteknologi Indonesia yang menyangkut sumberdaya
manusia, penelitian, fasilitas serta industri terkait bioteknologi," kata
Bambang yang juga Direktur Pusat Riset Bioteknologi LIPI.

Ia mengakui, perkembangan bioteknologi Indonesia masih jauh tertinggal
dibanding negara-negara lain karena kurangnya dukungan dari pemerintah
maupun industri. Dana yang disediakan oleh pemerintah maupun industri masih
sangat kurang, demikian juga regulasi pemerintah belum mendukung.

"Bahkan pihak industri lebih memilih menggunakan produk bioteknologi dari
luar negeri seperti India," kata Bambang. Dengan adanya konferensi ini,
peneliti Indonesia bisa belajar dari kemajuan yang telah dicapai peneliti
asing.

"Di samping itu, peneliti Indonesia juga berkesempatan untuk menjalin
kerjasama dengan pihak asing, sehingga tidak bergantung dana dari
Pemerintah," kata Bambang.

Konferensi yang diselenggarakan oleh KBI pada 5-7 Agustus tersebut diikuti
oleh 300 peserta dari dalam dan luar negeri termasuk peserta dari Amerika
Serikat, Iran, Jepang, Korea Selatan, Belanda, Filipina, dan Australia. KBI
juga akan memberikan IBC Award untuk peneliti dengan presentasi terbaik.

Sementara itu, Menteri Riset dan Teknologi, Kusmayanto Kadiman dalam
sambutannya yang dibacakan Deputi Bidang Pengembangan Sisteknas Kementerian
Riset dan Teknologi, Dr Amin Subandrio mengatakan, aktivitas riset dan
permintaan pasar harus saling terkait sehingga hasil riset bioteknologi
mampu memberi solusi bagi peningkatan pangan dan kesehatan manusia, serta
mendorong pertumbuhan ekonomi.

Di samping itu, kata dia, mekanisme pendanaan kreatif juga diperlukan untuk
mendukung riset di bidang bioteknologi untuk mensinkronkan kebutuhan dan
peran peneliti, institusi pemerintah serta swasta yang pada akhirnya akan
meningkatkan produktifitas nasional.

Oleh karena itulah, pihaknya membuat model sinergi yang melibatkan
akademisi, bisnis dan pemerintah yang lebih dikenal dengan sinergi ABG
(Academician, Business community, Government). Selain itu, Pemerintah
Indonesia tengah mendorong perkembangan teknologi mengikuti jejak
keberhasilan negara-negara berkembang lain seperti Kuba, Brasil, India dan
Cina.

Bidang yang menjadi prioritas dalam pengembangan bioteknologi di Indonesia
adalah pertanian, lingkungan, kesehatan, bio-industri termasuk energi,
kelautan dan perairan budidaya. Bioteknologi memainkan peran penting dalam
mendukung enam bidang prioritas Kementerian Riset dan Teknologi, terutama
untuk ketahanan pangan, kesehatan dan teknologi pengobatan serta sumber
energi terbarukan. Kontribusi bioteknologi diproyeksikan makin meningkat
dalam 10 tahun mendatang dengan munculnya permasalahan baru akibat kerusakan
lingkungan dan munculnya penyakit baru.

WAH
Sumber : Antara


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke