http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/04/08242875/spesies.ular.terkecil.ditemukan.di.barbados

*Spesies Ular Terkecil Ditemukan di Barbados*

Senin, 4 Agustus 2008 | 08:24 WIB

SAN JUAN, SENIN - Ular terkecil di dunia tak lebih besar dari cacing tanah.
Panjang tubuhnya saat dewasa tak lebih dari 10 cm.

Pakar biologi evolusi dari Pennsylvania State University AS, S Blair Hedges,
menemukan spesies tersebut di Barbados, pulau paling timur di Kepulauan
Karibia. Penemuan tersebut akan dipublikasikan di jurnal Zootaxa edisi Senin
(4/8) sebagai spesies baru dengan nama Leptotyphlops carlae yang diambil
dari nama herpetolog Carla Ann Hass yang kebetulan istri Hedges.

Perilaku dan kehidupan ekologinya masih belum banyak diketahui. Namun,
Hedges telah memastikan secara fisiologi maupun genetika berbeda dengan
3.100 jenis ular yang telah ditemukan di seluruh dunia.

Ular berwarna coklat itu memangsa serangga dan rayap dan termasuk ular yang
tidak beracun. Hedges menemukannya di balik bebatuan dekat kawasan yang
berhutan. Ular tersebut tergolong kelompok ular cacing yang biasa ditemukan
di wilayah tropis. Ia mungkin jenis yang langka dan terancam punah.

"Spesies baru dan eksotis masih ditemukan di Kepulauan Karibia meskipun
hutan tropis yang tersisa sangat sempit," ujar Hedges. Penemuan satwa-satwa
terkecil di Barbados menambah kekayaan hayati kawasan kepualaun di Amerika
Tengah tersebut.

Struktur tubuh yang kecil juga menggambarkan keragaman genetika yang unik di
kepulauan tersebut. Hal tersebut mungkin ada kaitannya dengan evolusi di
mana makhluk hidup mengembangkan anggota tubuh yang paling sesuai dengan
kondisi lingkungannya untuk bertahan hidup.

Para ilmuwan banyak menemukan hewan-hewan yang berukuran kecil sebelumnya.
Selain ular terkecil di dunia, di wilayah Kuba juga dapat ditemui burung
kolibri madu yang merupakan burung terkecil di dunia. Ular terkecil kedua
juga ditemukan di Martinique. Tim Hedges sebelumnya juga menemukan katak
terkecil di dunia di Kuba serta cicak terkecil di dunia di Republik
Dominika.

"Ular tersebut mungkin mengalami seleksi alam sehingga hanya yang kecil yang
bertahan," ujar Hedges. Jenis ular tersebut biasanya hanya menghasilkan satu
keturunan sepanjang hidupnya atau menghasilkan satu butir telur setiap
bereproduksi.

Namun, bayi ular tergolong besar dengan ukuran setengah dari panjang ular
dewasa. Sebagai perbandingan, bayi ular terbesar di dunia hanya memiliki
panjang sepersepuluh ular dewasa. Misalny,a anak king kobra yang hanya
sepanjang 36 cm meskipun ular dewasa dapat tumbuh hingga 5,5 meter.

"Fakta bahwa ular tersebut menghasilkan satu telur raksasa, relatif terhadap
ukuran induknya, menunjukkan bahwa seleksi alam mencoba menjaga ukuran
keturunan di atas batas kritis untuk bertahan hidup," Hedges menjelaskan.

WAH
Sumber : AP


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke