Makin banyak anak-anak Sukarno yang membuat partai, semakin banyak bbit-bibit kepemimpinan yang dituai. Tapi kadang terpikir, mengapa dari dulu anak-anak Sukarno to tidak dapat tertampung di satu partai seperti Misalnya PDIP.
Hipothesanya adalah 1. Apakah bibit rekrutmen dan demokratisasi tidak berjalan di PDIP?? Apakah ada stagnasi?? Buktinya banyak kaum muda yag malah milih untuk mnggembosi partai dan membuat partai baru... Kalau memang stagnant berarti ada kepemimpinan yang otoriter?? 2. Apakah budaya hanya mau memimpin dan tidak mau dipimpin yang menjadi kebiasaan elit di Indonesia juga merasuki keluarga Sukarno?? 3. Apakah anak-anak Sukarno telah menjadi korban eksploitasi nama besar dari pemilik modal yang rakus untuk membuat partai?? 4. Kmanakah arah fenomena menjamurnya partai setiap pemilu di Indonesia?? Rinahttp://www.indonesia-arab.co.cc/S My Profile [Non-text portions of this message have been removed]

