Assalamu'alaikum, salam sejahtera.

Rekan-rekan yang budiman. Terima kasih atas respon terhadap berita seputar 
perkembangan Universitas Paramadina. Saya sangat menghargai perhatian Anda 
tersebut. Selanjutnya, untuk meluruskan informasi, saya sampaikan beberapa hal 
di bawah ini.

Pertama: Yudi Latif mengundurkan diri sebagai Deputi Rektor Bidang 
Kemahasiswaan sebelum saya dilantik sebagai Rektor Universitas Paramadina. 
Perlu digarisbawahi, Yudi Latif tidak dipecat dari Universitas Paramadina. 
Meskipun Yudi Latif telah mengundurkan diri sebagai Deputi Rektor 
Kemahasiswaan, tetapi beliau masih tetap aktif sebagai Chairman di Pusat Studi 
Islam dan Kenegaraan (PSIK) di Universitas Paramadina. Bahkan beliau masih 
menulis di berbagai media massa sebagai Chairman PSIK Universitas Paramadina. 
Akhir Juni 2008 (lebih dari setahun kemudian) Yudi Latif mengajukan surat 
pengunduran diri, setelah menjadi Chairman PSIK sejak 1 Februari 2006. 
Pengunduran diri tersebut belum efektif karena Yudi Latif masih harus 
menyelesaikan beberapa urusan administratif. 

Kedua: Tentang Rizal Mallarangeng. Rizal adalah kakak kelas saya di UGM, 5 
tahun di atas saya (Rizal di Fisipol, saya di FE). Rizal mengambil master dan 
doktor di Ohio sedangkan saya mengambil master di Maryland dan doktor di 
Illinois. Sesudah menyelesaikan kuliah di AS, saya sempat menjadi peneliti di 
Lembaga Survei Indonesia hingga awal 2008. Kebetulan, direktur eksekutif LSI 
adalah Saiful Mujani yang juga direktur riset di Freedom Institute, mungkin hal 
inilah yang menyebabkan LSI -dan saya sebagai peneliti disana- sering 
dikesankan "dekat" dengan Freedom Institute. Dalam kenyataanya, saya tidak 
pernah beraktivitas di Freedom Institute; tidak memiliki kegiatan bersama Rizal 
apalagi yang ada kaitannya dengan Lapindo. Kami berkawan biasa: baik dan saling 
menghargai, itu saja. Hubungan saya dengan Rizal itu sama dengan hubungan saya 
dengan Yudi Latif.

Kesimpulan: cerita yang disebarkan di berbagai milis secara serempak itu tidak 
berdasar dan misleading to the public. Fakta yang benar adalah Yudi Latif 
mengundurkan diri sbg Deputi Rektor bidang kemahasiswaan, bukan dipecat. Yudi 
Latif mengundurkan diri sebelum saya menjadi Rektor. Sesudah saya menjadi 
Rektor, Yudi Latif tetap sebagai Chairman PSIK di Universitas Paramadina. 

Dibawah ini dituliskan detail informasi kronologis berdasarkan dokumen otentik. 
Semoga penjelasan-penjelasan ini bisa meluruskan.

Terima kasih dan salam.

Anies Baswedan


data kronologis yg relevan:

14 Mei 2007 
Yudi Latif mengirimkan surat pengunduran diri sebagai Deputi Rektor III ke 
Yayasan Wakaf Paramadina

15 Mei 2007 
Anies Baswedan dilantik menjadi rektor universitas paramadina.
(Mei '07- Juni '08, setahun lebih) Yudi Latif tetap aktif sebagai Chairman PSIK 
Universitas Paramadina dan tetap menulis di media massa dengan menyebutkan 
titel sebagai Chairman PSIK Universitas Paramadina.

27 Juni 2008 
Yudi Latif mengajukan pengunduran diri sebagai Chairman PSIK. (Diterima 
Universitas tanggal 3 Juli 2008)




mediacare
http://www.mediacare.biz


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke