http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/07/06394320/johny.setiawan.temukan.8.planet.asing

*Johny Setiawan Temukan 8 Planet Asing*


SANUR, KAMIS - Astronom asal Indonesia yang bekerja di Max Planck Institute
for Astronomy Jerman, Johny Setiawan, menemukan delapan planet di tata
surya. Tiga di antaranya adalah planet yang dinamai HD 47536c, HD 110014b,
dan HD 110014c, akan dipublikasikan tahun depan dalam jurnal astronomi. Lima
lainnya telah teridentifikasi, tapi makalahnya masih dalam penyusunan.

Hal ini diungkapkan Johny Setiawan di sela acara 2008 Asian Science Camp di
Sanur, Bali, Rabu (6/8). Pertemuan ini dihadiri para siswa peraih medali
olimpiade fisika dan kimia internasional dari Indonesia dan negara Asia
lainnya. Mereka berkesempatan mendengarkan presentasi dan berdialog dengan
lima peraih Nobel dan ilmuwan dunia.

Kegiatan ini berlangsung hingga Sabtu mendatang. Para peraih Nobel itu
adalah Yuan Tseh Lee (Nobel Kimia, 1986), Richard Robert Ernst (Nobel Kimia,
1991), Douglas Osheroff (Nobel Fisika, 1996), Masatoshi Koshiba (Nobel
Fisika, 2002), dan David Gross (Nobel Fisika, 2004).

Johny mempresentasikan makalah berjudul Astronomy: A Culture, Science, and
Philosophy for the Humanity dan Search for Life in Other Solar Systems.
Sebagai ilmuwan postdoctoral di Departemen Planet dan Formasi Bintang Max
Planck Institute for Astronomy (MPIA) sejak tahun 2003, Johny meneliti
planet extrasolar (di luar sistem matahari) yang mengelilingi bintang muda
dan evolusi bintang serta stelar atmosfer atau pulsasi dan aktivitas
khromosferik.

Menurut Johny, satu-satunya ilmuwan non-Jerman di antara tiga peneliti
planet lainnya di MPIA, sekarang ini dengan adanya teleskop modern bukan hal
sulit untuk menemukan bintang-bintang yang bertebaran di jagat raya ini.

Dengan teropong optik yang dipadukan sistem komputer, benda langit yang
memancarkan cahaya itu dapat teridentifikasi. Yang sulit adalah melihat
adanya planet-planet yang mengitari bintang-bintang yang jaraknya dari bumi
ribuan tahun cahaya.

Planet, yang hanya memantulkan cahaya dari bintang induknya, penampakannya
10 juta kali lebih redup daripada bintang atau matahari yang dikitarinya.

Namun, dengan adanya pergerakan radial bintang karena dipengaruhi gaya
tarik-menarik dengan planet yang mengitarinya, keberadaan planet dapat
diketahui secara tidak langsung. Pergerakan radial itu dapat dilihat dengan
alat spektrograf yang berfungsi mengurai cahaya bintang menjadi komponen
cahaya.

Seperti halnya cahaya matahari yang dapat diurai menjadi warna-warna
pelangi, garis-garis spektrum cahaya itu dijadikan kunci untuk mengetahui
keberadaan planet. Bila pada garis spektrum itu terjadi osilasi atau
pergerakan pendar ke kiri atau kanan itu adalah indikasi ada planet yang
mengitarinya. "Bila garis spektrum ke arah biru berarti planet bergerak
mendekati posisi pengamatan, bila ke warna merah berarti menjauh," kata
Johny.

Johny yang menamatkan S-1 dan S-3-nya di Freiburg, Jerman, melaksanakan
penelitian itu dalam proyek Seram (Search for Exoplanet with Radial-velocity
at MPIA) menggunakan teleskop berdiameter 2,2 meter. Ia juga melaksanakan
proyek penelitian Exoplanet Search with PRIMA (Phase-Referenced Imaging and
Micro-arcsecond Astrometry).

Publikasi temuan

Planet HD 47536c dipastikan keberadaannya pada Mei 2008 dan akan mulai
dipublikasikan dalam jurnal Astronomy and Astrophysic. Planet ini berada
dalam satu tata surya dengan planet yang ditemukan 9 tahun lalu, yaitu HD
47536b (Henry dan Draper, nama astronom AS yang menyusun katalog
perbintangan). Angka-angka itu menunjukkan satu posisi tertentu di jagat
raya, sedangkan huruf kecil b dan c artinya planet pertama dan kedua.
Bintang induk sendiri diberi tanda huruf besar A.

Pada penelitian sebelumnya keberadaan planet kedua itu, kata Johny yang
biasa bekerja mulai pukul 18.00 hingga 07.00, tak terdeteksi karena masa
edarnya 1.600 hari. Sedangkan planet pertama 400 hari. Menurut dia, tidak
tertutup kemungkinan dalam tata surya itu ditemukan planet lain.

Sejak bergabung di MPIA tahun 2003, Johny yang akan berusia 34 tahun pada 16
Agustus nanti juga telah menemukan Planet HD 11977b (2005) dengan masa edar
700 hari, HD 70573b (2007) dengan masa edar 900 hari, dan TW HYDRAEb (2008)
beredar 3,5 hari.

Dua planet yang akan dipublikasikan tahun depan adalah HD 110014b & c yang
masing-masing bermasa edar 135 hari dan 850 hari. (YUN)


Sumber : Kompas Cetak


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke