http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/07/0056494/garam.perklorat.di.mars.tidak.selalu.membahayakan

*Garam Perklorat di Mars Tidak Selalu Membahayakan*


LOS ANGELES, RABU - Meski tanah Mars mengandung senyawa perklorat sesuai
analisis terbaru, bukan berarti mustahil ada kehidupan di sana. Senyawa
reaktif yang sangat mudah teroksidasi itu tidak selamanya membahayakan
makhluk hidup.

Perklorat yang juga ramuan utama bahan bakar roket itu terdeteksi pada
sampel tanah Mars saat wahana Phoenix Mars Lander melakukan analisis kimia
untuk kedua kalinya menggunakan instrumen MECA. Jejak perklorat ditemukan
pada dua sampel tanah terakhir, namun tidak ditemukan pada sampel pertama
yang diambil dari lokasi sekitar pendaratnnya di dekat kutub utara planet
merah tersebut.

"Kita tahu bahwa mikroba dapat hidup dengan baik dalam kondisi yang mudah
terjadi oksidasi," ujar Richard Quinn, ilmuwan dari Pusat Penelitian Ames
milik NASA. Misalnya, di wilayah kering sekitar Gurun Atacama, Chili. Di
kawasan tersebut ditemukan sumber perklorat yang terbentuk secara alami dan
dihuni mikroba ekstrim yang menggunakannya sebagai sumber energi.

Ia mengatakan hal yang sama mungkin saja terjadi di Mars. Ditemukannya
perklorat, menutunya semakain menambah eksotis tanah Mars meski tidak
seramah perkiraan sebelukmnya yang disebut-sebut dapat ditanami asparagus,
kacang hijau, dan sejenisnya.

"Dalam hal ini, tidak bagus dan tidak buruk untuk hidup," ujar Peter Smith,
ketua ilmuwan dari Universitas Arizona, AS yang memantau misi Phoenix. Meski
sejumlah mikroba tahan terhadap perklorat, sebagian besar makhluk hidup
tidak membutuhkannya sama sekali dan cenderung merusak. Ilmuwan yang mencari
bentuk kehidupan tidak pernah berharap menemukan perklorat.

Di AS, perklorat merupakan bahan pencemar yang ditemukan pada perairan di 25
negara bagian. Berdasarkan data badan pengendali lingkungan (EPA), perklorat
bersifat racun yang dapat mempengaruhi fungsi kelenjar thyroid dan
mengganggu pertumbuhan bayi.

"Meski berbahaya saat larut di dalam air, perklorat tergolong stabil di
tanah dan tidak bereaksi dengan bahan organik kecuali ada pemicunya," ujar
David Parker, pakar geokimia dari Universitas California di Riverside.
Fakta-fakta tersebut kembali memacu para ilmuwan untuk bersemangat mencari
jejak kehidupan di Mars.

WAH
Sumber : AP


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke