Terus maju pantang mundur !

-------------------------------------------------------

http://www.mediaindonesia.com/index.php?ar_id=MjE4NDI=

*Tim Bulu Tangkis Indonesia Siap Tempur*


Penulis : Jaka Budisantosa
BEIJING--MI: Tim bulu tangkis yang diharapkan menyumbang medali emas untuk
Kontingen Indonesia telah siap tempur. Persiapan terus dimatangkan, termasuk
dengan melakukan latihan di Beijing University of Technology maupun di
Chaoyang Gymnasium, Beijing, Kamis (7/8).

Pelatih kepala Christian Hadinata seusai memimpin latihan menyatakan, target
mempertahankan medali emas yang tak pernah meleset sejak Olimpiade Barcelona
1992 merupakan harga mati. ''Pokoknya harus mendapatkan medali emas. Tidak
bisa tidak,'' tegasnya, seperti dilaporkan wartawan Media IndonesiaJaka
Budisantosa, Kamis (7/8).

Menurut dia, pihaknya tidak mempersoalkan dari nomor apa emas disandarkan.
Meski PB PBSI sebelumnya bertumpu pada ganda putra dan ganda campuran,
Christian lebih suka untuk tidak bicara nomor andalan. ''Yang penting dapat
emas. Semua berpeluang, tinggal bagaimana kita memanfaatkannya.''

Peluang, menurutnya, juga masih terbuka di nomor tunggal putra melalui
Taufik Hidayat dan Sony Dwi Kuncoro. Meski kurang diunggulkan, kedua pemain
bisa mengalahkan para pesaing dan menghadirkan prestasi.

Taufik pun bertekad mempersembahkan prestasi terbaik seperti ketika menjadi
kampiun di Olimpiade Athena, empat tahun lalu. Ia berusaha rileks menanggapi
silang pendapat soal peluangnya setelah menderita sakit demam berdarah,
seminggu sebelum bertolak ke Beijing.

''Saya sih santai saja. Kalau dibilang kondisi saya tidak bermasalah, nanti
salah. Kalau dibilang masalah, dikira menyerah sebelum bertanding,''
cetusnya.

Pada prinsipnya, Taufik yang kerap mendulang prestasi ketika tak diunggulkan
dalam kondisi siap tampil. Terlebih, Olimpiade kali ini merupakan yang
terakhir baginya sehingga keberhasilan memetik medali bisa menjadi penutup
kiprah yang manis.

Dalam latihan, tidak tampak bahwa ia belum lama sembuh dari sakit. Ia tetap
berlatih optimal mematuhi instruksi pelatihnya, Mulyo Handoyo. Dalam latihan
game, pebulu tangkis asal Pengalengan, Kabupaten Bandung, itu 'dikeroyok'
Christian dan pemain ganda campuran, Flandy Limpele. Ia lebih banyak diberi
porsi melakukan smes sekitar setengah jam, kemudian berlatih permainan net
di bawah bimbingan Mulyo.

Soal maksimalnya kondisi Taufik dibenarkan dokter tim, Enny Walujan.
''Taufik sudah tidak ada masalah. Saat keluar dari rumah sakit di Jakarta
dulu, HB-nya sudah bagus. Pada prinsipnya semua atlet kita tidak ada
masalah,'' jelasnya.

Taufik akan mengawali laga menghadapi pemain Malaysia Wong Choong Hann,
Senin (11/8). Sedangkan Sonny Dwi Kuncoro pada pertandingan pertama bertemu
Bonsaak Ponsana.

Sama seperti Taufik, Sonny berlatih game dengan 'dikeroyok' pelatih
Hendrawan dan tunggal putri, Maria Kristin. Sebelumnya, ia digenjot latihan
smes oleh Christian Hadinata.

Latihan dipecah menjadi dua tahap. Tahap pertama pada siang hari di Chaoyang
melibatkan Taufik, Sonny, Maria, dan Flandy. Sedangkan sisanya sore hari di
Beijing University of Technology. Pada kesempatan terpisah, chef de mission
Kontingen Indonesia Rosihan Arsyad menegaskan semua atlet dalam motivasi
penuh. Semuanya juga sudah tiba di Beijing, setelah sprinter Suryo Agung
Wibowo dan atlet putri Dedeh Erawati tiba.

''Semuanya siap. Mereka sangat termotivasi untuk mengharumkan bangsa dan
negara,'' tandas Rosihan. (Jak/OL-03)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke