http://www.detikfinance.com/read/2008/08/15/181915/989477/4/pemerintah-siapkan-5-kluster-industri-minyak-atsiri

*Pemerintah Siapkan 5 Kluster Industri Minyak Atsiri*
Suhendra - detikFinance



Jakarta - Departemen Perindustrian dan Dewan Atsiri Indonesia mempersiapkan
5 wilayah kluster industri minyak atsiri (minyak aroma). Upaya ini ditempuh
untuk meningkatkan produksi minyak atsiri dari sektor hulu dan hilir.

Pengembangan industri atsiri tertuang dalam program cultiva, porgram ini
merupakan upaya untuk mengintegrasikan seluruh pelaku industri minyak atsiri
dalam rantai nilai produksi dalam mekanisme pasar minyak atsiri.

"Sistem pemasaran minyak atsiri harus dibangun, saat ini sistem pemasaran
kurang efisien karena pemainnya IKM yang berbahan baku alam sehingga sering
kekurangan stok," kata Ketua Umum Dewan Atsiri Indonesia Wien P. Gunawan
dalam acara konferensi pers di Gedung Departemen Perindustrian Jl Gatot
Soebroto, Jakarta, Jumat (15/8/2008)

Pilot project cultiva akan dimulai pada akhir tahun 2008 yaitu berlokasi
Pakpak Bharat, Aceh Selatan, Pasaman Barat, Kuningan dan Blitar khusus untuk
komoditi nilam.

Dirjen Industri Kecil Menengah Departemen Perindustrian Fauzi Aziz
mengatakan, selain mengembangkan struktur industri yang baik, pemerintah
akan mencoba mempertimbangkan penerapan Harga Pokok Penjualan produk atsiri
untuk menjamin kepastian harga dan stabilitas harga produk atsiri.

Sedangkan dari sisi kualitas, produk minyak atsiri akan disusun standar
standar nasional Indonesia (SNI) terkait warna produk, kejernihan,
kekentalan, berat jenis, kadar alkohol, aroma, zat tambahan diluar dari
bahan-bahan alami.

Minyak atsiri merupakan komoditas ekspor Indonesia yang potensial untuk
dikembangkan, di Indonesia terdapat 40 jenis yang diperdagangkan dunia, 12
jenis telah diekspor ke pasar.

Produk minyak atsiri Indonesia untuk minyak nilam 800 ton per tahun, minyak
kenanga 25 ton, akar wangi 30 ton, serai wangi 500 ton, pala 350 ton,
sengkeh 2500 ton. Negara tujuan ekspor minyak atsiri Indonesia meliputi
Eropa, AS, Australia, Afrika, Kanada dan negara-negara ASEAN.

Selama ini ekspor produk minyak atsiri Indonesia masih dalam bentuk setengah
jadi. Pada tahun 2007 nilai ekspor minyak atsiri kasar sebesar US$ 100 juta
sedangkan untuk produk turunannya mencapai mencapai US$ 286,4 juta untuk
produk parfum, kosmetik, toiletries. Untuk ekspor produk turunan atsiri,
Indonesia cukup tinggi mencapai US$ 435,5 juta.(hen/qom)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke