http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/17/18545832/pisang.sebagai.buah.kehidupan



*Pisang Sebagai Buah Kehidupan*

PISANG bisa disebutkan sebagai buah kehidupan. Kandungan kalium yang cukup
banyak terdapat dalam buah ini mampu menurunkan tekanan darah, menjaga
kesehatan jantung, dan memperlancar pengiriman oksigen ke otak. Kalau darah,
jantung, dan otak terganggu, bukankah kehidupan manusia terancam?

Selain itu, kandungan Vitamin A yang tinggi dapat meningkatkan daya tahan
tubuh terhadap ISPA, kulit bersisik, dan kebutaan. Manfaat lain, pisang bisa
menjadi pengganti makanan pokok, sehingga mengurangi ketergantungan rakyat
Indonesia terhadap beras.

Manusia telah mengonsumsi pisang sejak zaman dahulu kala. Kata pisang
berasal dari bahasa Arab, yaitu maus yang oleh Linneus dimasukkan ke dalam
keluarga Musaceae, untuk memberikan penghargaan kepada Antonius Musa, yaitu
seorang dokter pribadi kaisar Romawi (Octaviani Agustinus) yang menganjurkan
untuk memakan pisang. Itulah sebabnya dalam bahasa latin, pisang disebut
sebagai Musa paradisiacal .

Menurut sejarah, pisang berasal dari Asia Tenggara yang oleh para penyebar
agama Islam disebarkan ke Afrika Barat, Amerika Selatan dan Amerika Tengah.
Selanjutnya pisang menyebar ke seluruh dunia, meliputi daerah tropis dan
subtropis. Negara-negara penghasil pisang yang terkenal di antaranya adalah:
Brasilia, Filipina, Panama, Honduras, India, Equador, Thailand, Karibia,
Columbia, Mexico, Venezuela, dan Hawai. Indonesia merupakan negara penghasil
pisang nomor empat di dunia.

Di Asia, Indonesia termasuk penghasil pisang terbesar karena sekitar 50
persen produksi pisang Asia berasal dari Indonesia. Sentra produksi pisang
di Indonesia adalah: Jawa Barat (Sukabumi, Cianjur, Bogor, Purwakarta,
Serang), Jawa Tengah (Demak, Pati, Banyumas, Sidorejo, Kesugihan, Kutosari,
Pringsurat, Pemalang), Jawa Timur (Banyuwangi, Malang), Sumatera Utara
(Padangsidempuan, Natal, Samosir, Tarutung), Sumatera Barat (Sungyang, Baso,
Pasaman), Sumatera Selatan (Tebing Tinggi, OKI, OKU, Baturaja), Lampung
(Kayu Agung, Metro), Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali dan Nusa Tenggara
Barat.

Tanaman Serbaguna
Pisang telah lama akrab dengan masyarakat Indonesia, terbukti dari seringnya
pohon pisang digunakan sebagai perlambang dalam berbagai upacara adat. Pohon
pisang selalu melakukan regenerasi sebelum berbuah dan mati, yaitu melalui
tunas-tunas yang tumbuh pada bonggolnya. Dengan cara itulah pohon pisang
mempertahankan eksistensinya untuk memberikan manfaatkan kepada manusia.
Filosofi tersebutlah yang mendasari penggunaan pohon pisang sebagai simbol
niat luhur pada upacara pernikahan.

Iklim tropis yang sesuai serta kondisi tanah yang banyak mengandung humus
memungkinkan tanaman pisang tersebar luas di Indonesia. Saat ini, hampir
seluruh wilayah Indonesia merupakan daerah penghasil pisang.

Pisang tidak mengenal musim panen, dapat berbuah setiap saat. Hasilnya dapat
mencapai 1 - 17 sisir setiap tandan atau 4 - 40 Kg per tandan, tergantung
jenisnya. Dalam satu tandan pisang tanduk terdapat 1 - 7 sisir, sedangkan
pada pisang ambon 7 - 17 sisir. Buahnya dapat dimakan langsung atau diolah
terlebih dahulu.

Pasar pisang di dalam negeri sangat baik karena hampir semua masyarakat kita
mengonsumsi pisang. Umumnya masyarakat menginginkan pisang yang rasanya
manis atau manis sedikit asam, serta beraroma harum. Di pasaran, pisang
dijual dengan berbagai tingkatan mutu, dengan harga yang sangat bervariasi
satu sama lain.

Selain buahnya, tanaman pisang juga dapat dimanfaatkan dari bagian bonggol
hingga daunnya. Bonggol tanaman pisang (berupa umbi batang) dan batang muda
dapat diolah menjadi sayuran. Bunga pisang (dikenal sebagai jantung pisang)
dapat digunakan untuk sayur, manisan, acar, maupun lalapan. Daunnya lazim
digunakan untuk pembungkus makanan, yang dapat memberikan rasa harum
spesifik pada nasi yang dibungkus dalam keadaan panas.

Jenis Pisang
Berdasarkan manfaatnya bagi kepentingan manusia, pohon pisang dibedakan atas
tiga macam, yaitu pisang serat, pisang hias dan pisang buah. Pada pisang
serat (Musa textilis), yang dimanfaatkan bukan buahnya, tetapi serat
batangnya untuk pembuatan tekstil. Pisang hias umumnya ditanam bukan untuk
diambil buahnya tetapi sebagai hiasan yang cantik, contohnya adalah pisang
kipas dan pisang-pisangan.

Pisang buah (Musa paradisiaca) ditanam dengan tujuan untuk dimanfaatkan
buahnya. Pisang buah dapat dibedakan atas empat golongan. Golongan pertama
adalah yang dapat dimakan langsung setelah matang (disebut juga pisang
meja), contohnya adalah: pisang kepok, susu, hijau, mas, raja, ambon kuning,
ambon lumut, barangan, serta pisang cavendish.

Golongan kedua adalah yang dapat dimakan setelah diolah terlebih dahulu,
contohnya pisang tanduk, oli, kapas, dan pisang bangkahulu. Golongan ketiga
adalah pisang yang dapat dimakan langsung setelah masak maupun setelah
diolah terlebih dahulu, contohnya pisang kepok dan pisang raja.

Golongan keempat adalah pisang yang dapat dimakan sewaktu masih mentah,
misalnya pisang klutuk (pisang batu) yang berasa sepat dan enak untuk dibuat
rujak. Pisang klutuk beserta kulitnya sering ditambahkan ke dalam rujak
untuk mencegah sakit perut atau mules setelah makan rujak.

Di Indonesia, terdapat lebih dari 230 jenis pisang, tetapi yang umum dijual
di pasaran dan umum dikonsumsi adalah: pisang barangan, raja, raja sereh,
raja uli, raja jambe, raja molo, raja kul, raja tahun, raja bulu, kepok,
tanduk, mas, ambon lumut, ambon kuning, nangka, kapas, kidang, lampung, dan
pisang tongkat langit.

Buah pisang matang merupakan buah yang mudah busuk, karena kadar airnya yang
cukup tinggi. Untuk memperpanjang daya awet dan daya gunanya, buah pisang
dapat diolah menjadi berbagai produk. Buah pisang mentah dapat diolah
menjadi gaplek, tepung, pati, sirop glukosa, tape, dan keripik. Buah pisang
matang dapat diolah menjadi sale, selai, dodol, sari buah, anggur, pure,
saos, nectar, pisang goreng, pisang epe, pisang rebus, kolak, getuk, ledre,
pisang panggang keju, serta aneka kue lainnya.

Prof. DR. Made Astawan
Dosen Di Departemen Teknologi, Pangan Dan Gizi-IPB


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke