---
PERUBAHAN IKLIM, PECUT BUDAYA
Buang Hamburger dan Sate dari
Piringmu, Jadilah VEGETARIAN
Kerikil kecemplung kolam, kecipaknya sampai kemana. Di dunia ini, memulai
sesuatu yang baik dan benar tak perlu bombastis mayoritas. Taruh kata soal
perubahan iklim, lantaran efek rumah kaca sampai pemanasan global,
khalayak
sudah tahu penyebabnya perangai manusia rakus, dari masalah energi,
industri,
kendaraan sampai pola makan. Para pakar pun tahu dan bicara,
penyebabnya bukan
hanya karbon dioksida (CO2) namun juga metana dan gas-gas lain yang
melenting
ke angkasa, akibat ulah manusia. METANA malah berpuluh kali lipat
lebih parah
akibatnya daripada karbon dioksida. Dan ibarat lingkaran setan, panas
mencairkan es di kutub, iklim kacau-balau, taifun banjir dan kekeringan
menghunjam bersamaan laiknya. Lagipun di samudera muncul
gelembung-gelembung
gas metana dari perubahan kimia organisme didalamnya, kecil-kecil tetapi
sebumi, akibatnya supradahsyat. Gas METANA (CH4) juga diproduksi
(kimia hasil
samping dan limbah) besar-besaran dari PETERNAKAN, bidang penyangga
konsumsi
manusia yang makin buas karnivor, makan daging. Jelas, bila manusia cukup
bernalar, peternakan apalagi yang oleh perusahaan-perusahaan besar,
niscaya
ditekan, kalau perlu dihilangkan dari peradaban manusia. Bukan hanya
metana,
tetapi peternakan pun merupakan biang sumber gas pencemar HIDROGEN
SULFIDA (H2S)
dll. Kontribusinya atas merosotnya kualitas lingkungan sangat mengerikan.
Banyak sekali sumber ilmiah dapat dirujuk, misalnya dari internet dan
pernyataan
para pakar/lembaga ilmiah bonafide.
Tetapi manusia lebih sering sulit berubah, barangkali karena semacam karma
kebejatan sejak setua zaman Adam-Hawa laiknya. Mana mudah menghentikan
peternak
raksasa, kecuali bila diperkecil pasarnya ? Konsumen daging niscaya makin
dikurangi, bila tidak diprediksi tahun 2012 akan tiba bencana dahsyat
di bumi
tak terperi. Kengerian nan tak terbalikkan, melebihi bencana zaman
Nuh boleh jadi.
Begitulah kini makin banyak kalangan mempromosikan pola makan VEGETARIAN
yang sejatinya berakar dalam di berbagai budaya manusia, namun kini
ditinggalkan akibat gaya hidup 'modern'-keblinger ala hamburger sate
pizza itu.
Manusia spiritual religius, elite yang sadar martabat bahwa membunuh
itu jahat,
sudah lama sadar bahwa Sang Pencipta pun sudah ogah korban bakaran, namun
pengorbanan diri dan hidup, sebagai tanda manusia tercerahi. Sangat
kental di
kalangan Budhis dan Kristiani, mungkinpun Muslim dan Hindu, tetapi
juga berbagai
agama-tradisi timur lainnya. Di berbagai negara kini makin nyata bahwa
berlipatgandanya penyakit yang mematikan, ternyata tersangkut pada
pola makan
daging. Dari obesitas, jantung, kanker dan penyakit degeneratif,
tetapi juga
penyakit lain seperti daging sapi gila yang ramai diprotes di Korea
dan Jepang
itu (Australia, Amerika, adalah pengekspor daging ternak raksasa
dunia). Dunia makin memahami nilai semboyan : GO VEG, BE
GREEN, SAVE OUR PLANET. Begitulah belum lama ini di Los
Angeles, California, oleh kelompok
supreme-master ChingHai diadakan Konferensi
Internasional Perubahan Iklim, dengan benang merah ke vegetarianisme
selaku
solusi. Pembawa acaranya Jane Velez-Mitchell, pemenang Emmy Awards (TV
journalist, presenter, author/writer). Ujarnya lirih di sela-sela
pengantar :
ibu pertiwi sudah makin bosan lihat manusia pada makan daging, bung!
Dulu zaman
purba manusia berburu hanya untuk kebutuhan perut, karena belum tahu
pertanian,
tetapi kini di millenium ketiga, akibat kerakusan dan mesin cetak uanglah
peternakan itu. Ternak dikasih makan hanya demi nantinya dibunuh, ini
beradab
atau biadab ya ? Pasar pemakan daging ditiupi dan dikobarkan, agar korban
penyakit makin berjatuhan, dan uang masuk deras, ternak makin berjuta
bergilir
diembat nyawanya
. Para peternak besar memang
absurd. Industri perdagingan karnivora sungguh melawan bumi, melampaui
batas
kehendak Sang Khalik. Para TOKOH DUNIA ADAB sudah saatnya bangkit!
Acara konferensi diawali tayangan Dendang Lagu Kuno Indian, dengan iringan
musik tradisionalnya. Menggambarkan dinamika harmoni
bumi-matahari-air. Begitu
memukau, dengan paduan warna merah-putih. Diantara
liriknya terdengar :...I pray for peace, help one another.....
Pembicara pertama wakil UNEP
(Program Lingkungan Hidup PBB) Ashok Khosla, tokoh gaek sejak Club of
Rome,
juga vegetarian dan pimpinan badan Pembangunan Alternatif. Makan daging,
ujarnya, berdampak buruk pada lingkungan. Setengah pertanian AS adalah
peternakan, produksinya beef. Dan daging berdampak empat kali picu
kanker. Bila
masyarakat tak makan daging, cadangan dan penggunaan BBM pun dihemat
besar-besaran. Bumi damai makin tergapai. Benar juga : peace begins on
your
plate, damai berbiang di piringmu!
Berikutnya, giliran walikota
Hollywood Barat : Jeffrey Prang, juga seorang vegetarian, mengaku
pendukung
Obama terpilih November nanti agar Januari 2009 dilantik menjadi
Presiden. Kita sudah tahu ada apa
di lingkungan kita, maka kita tak usah berdebat. Yang penting ubah
pola makan.
Jangan lagi makan daging gila-gilaan ala Amerika yang dirundung
obesitas dan
penyakit kini. Bertobatlah. Dengan masyarakat mengubah pola makan menjadi
vegetarian, bisa tiga per empat gejala pemanasan global direm!
Bangunlah dunia
dari keblingeran gila nafsu makan daging ini! Ingatlah, makan daging
merusak
diri, peradaban, lingkungan, hanya menguntungkan pemodal peternakan besar
kaya-raya yang rakus bin biadab.
Sudah terlalu banyak para tokoh meneriakkan kewaspadaan lingkungan bumi
yang kian parah dan renta. BanKiMoon (sekjen PBB), P.Charles, AlGore,
M.Gandhi,
James Hansen (ilmuwan NASA), Kofi Anan, Jose.M.Barosso, K.Livingston,
Swarzenegger,
Condoreeza, G.Bush, Y.Boer, Rajendra
Patchauri, M.Bloomberg, D.Miller (walikota Toronto), HauLung (walikota
Taipei),
DalaiLama dan bergerbong lainnya, tetapi kenapa masih gila juga
manusia ? Maka
perlu diubah, secara rohani. Bukankah : spiritual health means social
harmony ?
Angkat bicara pula Dr.Will Tuttle, tokoh pengagum ChingHai sejak
berdasawarsa lampau, dan bulat tekad ingin menjadi mujizat-hidup
berpola rahib Kristiani-Budhis
: menjadi vegetarian. Yang diperlukan dunia kini adalah makin
banyaknya teladan
hidup, yang membawa kebaikan-kebenaran, yang menyebarkan Kasih, pergi
berdarmabakti ke wilayah-wilayah bencana dan perang, mencerahi jiwa
manusia
melalui tulisan dan media elektronik. Langkah menjadi vegetarian
adalah langkah
kecil namun lompatan besar : immanently practical, trancendentally
spiritual!
Kita tahu bahwa pola hidup kita keliru, maka ubahlah sebelum makin
terlambat.
Go Veg, Be Green.
Lain lagi cowboy gaek Howard
Lyman. Dia mantan pengusaha besar kaya-raya soal perdagingan yang
disuguhkan
buat disantap manusia keblinger, manusia yang langsung tak-langsung
membunuhi
saudara sepenghuni-bumi yang disebut hewan ternak sesama mahluk Tuhan itu.
Setelah bertobat dari bisnis produk daging, ia menulis buku : Voice
for a Viable
Future. Saya dulu rancher top di USA,
tetapi saya mengalami pencerahan, pertanian Amerika yang bertopang
peternakan
separoh ini sungguh tidak lestari, tak akan berkelanjutan, tak-sustainable
dalam kerangka lingkungan. Kita kini dihadapkan pada dunia yang dilanda
kemiskinan dan kelaparan (walau segelintir berfoya-mewah) :
mengatasinya ada
dua opsi, menambah tanah-ternak-tanaman-piranti-pupuk kimia, atau
menggencarkan
pertanian organik. Saya dulu tercerahi ketika mengamati para ternak
mogok tak
mau digiring ke penjagalan! Akhirnya saya lepas bisnis peternakan
besar saya,
bahkan saya kemudian ikut kesadaran global : Go Veg Be Green, saya jadi
vegetarian. Maafkan bila gaya
saya seperti kesaksian kanak-kanak. Tetapi sungguh hentakan spiritual saya
alami, dan saya lompat dari bisnis menggiurkan namun biadab itu.
Kemudian Betzka Burr, CEO
Ecofood-print. Dikatakannya : sudah saatnya produk daging dikenai
PAJAK KARBON
tanpa dalih lagi. Itulah bukti pemerintah bijaksana yang bertanggungjawab
terhadap publik maupun kemanusiaan. Peternakan sudah makin terbukti
merusak
kemanusiaan, peradaban, bahkan lingkungan hidup. Bukan sekedar
temperamen-emosi
berubah mudah berkobar pada manusia pemakan daging, tetapi kini terbukti
merupakan biang hancurnya lingkungan, perubahan iklim, mudarat bagi dunia!
Produk daging juga harus
mulai dikenai wajib LABEL, jangan lagi boleh menggunakan obat, antibiotik
sampai hormon. Peternakan harus diawasi ketat, karena daging begitulah
pemicu
segala penyakit kanker sampai diabetes dan berbagai penyakit fatal
lainnya.
Makan daging adalah jahat sekaligus konyol. Protein hewani, dibandingkan
protein nabati, ternyata lebih memicu kegemukan, kanker dll. Buangi
saja, bakar dan
kubur semua HAMBURGER dan sate yang selama ini dengan semangat kita
santap! Sadarkah
kita, untuk hamburger, warga negara mensubsidi, kita semua dipajaki
gara-gara
hamburger, 12 dollar. Gila! Gara-gara sepotong hamburger juga, BBM
kita makin
melejit kebutuhannya, kita impor BBM. Hamburger sangat merugikan :
dari safety
(bagi kesehatan) maupun security (energi nasional BBM). Yang pasti,
industri
peternakan, yang menyediakan daging di piring warga, adalah serigala
berbulu
domba. Mereka menangguk dollar, sementara warga kelojotan kanker
diabetes gemuk
dan BBM makin naik harganya. Ini tidak fair, ini menghancurkan bumi dan
peradaban. Mari galakkan kampanye negatif bagi hamburger dan daging
yang ada di
piring! Marilah sadar dan bertobat, bila kita hendak mengaku beradab.
Menjijikkan, perut kita, tubuh kita, kita masuki bangkai korban mahluk
lantaran
kejamnya jagal ternak. Kita masukkan racun, maka penyakitlah buahnya.
Semoga
yang mendengar dan melihat menjadi sadar, ubahlah pola makan, jadilah
VEGETARIAN. Para tokoh berilah teladan bagi konstituen dan masyarakatmu.
Apalagi mengaku spiritual, religius, tetapi makan daging, karnivora,
sungguh
tepat SERIGALA berbulu domba! Serigala dan hyena kan berebut dengan
macan singa
memperebutkan santapan bangkai! Ya Tuhan ampunilah karena mereka tak
tahu yang
mereka perbuat. Maka dengan ini saya memberitahu, agar semua orang makin
bertobat. Tak bagus mengundang kiamat dini...karena lingkungan yang
terdera.
Jangan lagi menginjak restoran hamburger atau daging lainnya yang
menyembunyikan wajah setan aslinya, yang`serakah duit dan nyawa.
Bertobatlah
konsumen dan pebisnisnya, sekarang juga. Para ilmuwan dan politisi,
sadarlah
tugas dan tanggungjawabmu : bela masyarakat dan lingkungan, dengan nurani
bersih.
Disusul pembicara lain : Dr.Jim Stewart, wakil ketua Global warming for
Sierra Club (LA Chapter). Diantaranya ia berujar : saya ingin
kemukakan soal
krisis air! Kekeringan di satu pihak, banjir bandang di loka lain. Situasi
begini memicu pula kebakaran hutan. Kita pun harus makin mendukung
Vegetarianisme serta PERTANIAN ORGANIK. Pertanian organik adalah penangkap
karbon lebih bagus. Kita bersyukur UU no.32 California sudah mengatur
target
sampai 2020. dan apabila pemerintah AS
tak mau mulai MENGHAPUS PERTANIAN, kita perlu selidiki apakah ini
gara-gara
permainan uang ? Para pakar dan media massa dituntut peka membawakan suara
moral publik dan lingkungan.
Professor Ryan Galt, dari Agricultural Sustainability Institute,
Universitas California di Davis, berkata : untuk 3 milyar manusia di bumi,
sebenarnya makanan itu cukup. Biangnya adalah DAGING, alias peternakan.
Bayangkan, di peternakan, asupan 16 kg pakan dan biji-bijian bagi ternak,
hasilnya 1 kg daging. Belum lagi dihitung pemrosesan, transport,
pendinginan
dll.Artinya, akar kemiskinan (poverty) adalah ketidakbijaksanaan
pengaturan
energi-pangan. Yang masuk ke peternakan sudah overblas, padahal
saudara-saudara
kita manusia di bagian bumi lain kelojotan melarat kelaparan makan
nasi aking!
Coba renungkan secara jujur. Hal serupa terjadi di berbagai negara
(termasuk
negara berkembang) : kesembronoan dan ketidakadilan (termasuk KORUPSI)
adalah
akar segala keterbelakangan, kebodohan, kemiskinan, kemelaratan,
kelaparan. Ini
sungguh tugas moral bagi politisi. Jangan mereka bersorak diatas
bangkai ternak
dan rakyat! Jadi benarlah, satu cara yang sungguh NOBLE_COMPASSIONATE-LIFE
adalah menjadi VEGETARIAN. Inipun dicanangkan AlGore di Austin Texas
medio Juli
lalu dalam rangka kampanye bagi Obama. Bila BUSH enggan meminggirkan
peternakan, kita mesti bertanya ada apa dengan Partai Republik ini, bukan
(suapan peternak raksasa) ? Membela peternakan, atas pajak rakyat ?
Kita juga
mesti makin jeli menyaksikan berbagai pemerintahan dan negeri yang bergaul
dengan kita. Jangan Amerika mendukung pemerintahan yang berkhianat
pada publik,
kemanusiaan dan lingkungan. Para pakar dan ilmuwan, apalagi para politisi,
harus makin jujur pada dirinya. Katakan yang benar sebagai benar, yang
salah
itu salah. Itulah asas demokrasi, juga budaya ilmiah, serta keadaban
manusiawi,
paling mendasar. Jangan lagi ada patgulipat telikungan kebenaran, ingat
lingkungan bumi kita sudah kritis! Terasa vokal menohok juga pak
Professor yang
teruna-belia ini... Itulah kebenaran, jangan lagi ada dusta bila ingin
sama
selamat.
Dr.Trish Kenneth, pakar ilmuwan ini berkata : orang berIQ tinggi cenderung
VEGETARIAN. BE VEG IS SMART. Seperti dituturkan ChingHai juga : mengatasi
lingkungan yang porak-poranda berubah iklim ialah dengan Go Veg
(vegetarian),
pakai kendaraan dan rumah hemat energi, tempuh dan pakai sumber energi
terbarukan (angin, surya, air dsb), selain juga berdoa dan bekerja,
ora-et-labora lebih baik, demi peradaban manusia dan lingkungan bumi ibu
pertiwi kita, sekaligus memuliakan Sang Pencipta.
Acara konferensi itu berlanjut dengan tanya-jawab dan diskusi. Tak perlu
rincinya disini, sebab bisa dilihat dengan KLIK www.suprememasterTV.com
Yang jelas, bencana lingkungan sudah didepan mata, dan tiap hari kita
dengar saksikan berlangsung dimana-mana. Simakan ilmiah menunjukkan faktor
pemicunya jelas gas-gas dari peternakan, dan dampak serta konsekuensi
berantai
industri daging konsumsi manusia lainnya. Lepas dari soal
spiritual-religius
saja, hal ini sudah mengharuskan kita berpikir dan renung. Apakah kita
sudah
cukup punya etik-moral, apakah kita juga terpanggil mulai setidaknya
MENGURANGI
KONSUMSI DAGING, dan bergeser ke sayur-mayur serta buah-buahan dan
kacang-kacangan, biji-bijian, sebagaimana juga telah dituturkan dalam
KitabSuci berbagai agama ? Ataukah kita
tetap bebal bejat mempertahankan kebiasaan memangsa potongan bangkai
ternak di
piring dan menelannya seakan-akan badan kita itu tong sampah ?
Karmanya amat
negatif (bad-retribution)!
Marilah tercerahi bagi yang berhati nurani. Sayangilah sesama mahluk
ciptaan Tuhan. Berpikirlah secara jernih-logis atas lingkungan buruk
akibat
pola makan DAGING (hamburger, sate dll) yang sebenarnya diplot untuk
predator-karnivora ? Manusia memang pemakan segala (OMNIVORA), tetapi
kalau
tidak terpaksa, dan masih banyak pilihan SMART-ELITE-ILMIAH-MORAL
jenis dan pola
makan lain, mengapa tetap kopig-kepalabatu memamah DAGING yang jelas
merugikan
kesehatan, lingkungan, maupun ekonomi-energi negara, serta
anti-keadilan karena
masih banyak jutaan orang kelaparan tiap hari ? Kalau kita beradab
(apalagi
mengaku beragama, agama apapun) sudah jelas apa yang mesti kita lakukan,
bersama-sama dan masing-masing.
Sungguh benar : GO VEG, BE
GREEN, SAVE OUR PLANET.
Jangan orang Indonesia,
yang dari sononya dicetak makan KARBOHIDRAT, lalu sok mau jadi
karnivora makan
DAGING. Padahal di negara-negara lain, bahkan bule sampai arab pun, makin
mengurangi makan daging sebab ingin lebih beradab, sadar bahwa telah
keblinger
lama
. Makan
daging konon dikata berkarma buruk, dan karma ibarat tangan takdir pada
saatnya.
OK bila belum bisa VEGETARIAN
total, setidaknya kurangi daging, ganti dengan ikan, tahu tempe dan
berbagai makanan lezat lain. Kalau
terpaksa, beli DAGING-VEG yang aspal padahal bukan daging asli namun dari
biji-bijian di resto Vegetarian (sedikit mahal ya risiko) agar tetap
dan makin
SEHAT. Apapun agama keyakinan anda, sebagai manusia berbudaya dan beradab
manusiawi, sadar lingkungan, dan memuliakan Sang Pencipta, mulailah
PANTANG dan
akhirnya TOTAL JANGAN MAKAN DAGING. Kesadaran MORAL melintasi aneka
AGAMA dan
pemeluknya. Mulai usahakan buang jauh-jauh DAGING HEWANI dari hidangan
kita.
Selamatkan bumi, berusaha jadilah vegetarian sekarang
. Jadilah hijau,
selamatkan bumi. Salam! ***
PostScriptum : Bila hendak memahami berbagai KUTIPAN AYAT dukungan
VEGETARIAN semua kitab-kitab suci agama-agama di dunia, silakan klik
ke situs
SupremeMasterTV. Jangan tunda lagi, hindarkan mulut-perut kita dari
kemasukan
hidangan (bangkai) DAGING TERNAK yang dibunuh berdasar
nafsu-rakus-ketamakan
tergila-gila uang. Sayangilah sesama mahluk ciptaan Tuhan, penghuni
(CO-INHABITANT) bumi satu yang indah ini. Mulailah bersiap menghapus
buasnya PETERNAKAN
dari khasanah PERTANIAN kita....
Lembaga-lembaga seperti WALHI, YLKI, ormas religius/spiritual, generasi
muda, mungkin juga kalangan agama sampai partai, kiranya makin memahami
penting-perlunya KAMPANYE PILIHAN MORAL yang benar. Bila konsekuen, yang
haram tak cuma rokok, namun MAKAN DAGING
hewan karena dampaknya lebih mengerikan. Tanyai calon pemimpin dalam
PILKADA
dan PEMILU, apakah mereka Vegetarian dan tahu segi moral buruk makan
daging,
dan bahwa Peternakan itu MEMBOROS ENERGI maupun pangan padahal masih
banyak saudara kelaparan, serta
menggasak LINGKUNGAN, bukan ? Jangan pilih calon yang tak paham MORAL
aktual.....
Asal dicamkan, PETERNAKAN yang dimaksud dalam tulisan ini adalah
peternakan
BESAR, jadi BUKAN mesti termasuk PETERNAKAN RAKYAT gurem kecil-kecil
yang tak
terlalu berdampak buruk bagi lingkungan hidup dan pemanasan global
khususnya. +++