ya, ".....itulah Indonesia", spt dlm lagu Dari Sabang sampai Merauke, terlalu banyak orang yg niatnya kotor shg Indonesia dgn bekal karunia SDA dan SDM sedemikian dahsyatnya tp msh jd pecundang dibandingkan dgn negara2 lain yg bahkan tdk beragama.
Semoga bisa diambil hikmahnya ''....bahwa dari 10 orang Indonesia mgkn hanya 1 orang yg bs dipercaya dan amanah" , selebihnya selalu waspada dan hati2 barangkali kita sdg berjumpa yg 9 dari 10 tadi. ----- Original Message ---- From: Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> To: Forum Kompas <[EMAIL PROTECTED]>; ppiindia <[email protected]>; HMI Kahmi Pro Network <[EMAIL PROTECTED]>; technomedia <[EMAIL PROTECTED]>; news Trans TV <[EMAIL PROTECTED]>; kampus tiga <[EMAIL PROTECTED]>; student EMBA <[EMAIL PROTECTED]>; AJI INDONESIA <[EMAIL PROTECTED]>; jurnalisme <[EMAIL PROTECTED]>; Syiar Islam <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, August 21, 2008 11:49:57 Subject: [ppiindia] Mendzalimi Anak Yatim... ----- Original Message ---- > From: JUNNI AD <[EMAIL PROTECTED] > > Sent: Sunday, August 17, 2008 4:28:35 PM > Subject: [ppm_nasional] SEMOGA TIDAK TERULANG LAGI > > > SEMOGA TIDAK TERULANG LAGI > > Teganya ada yang Menipu Pondok Yatim dan anak anak yatim Korban Gempa Bantul > > ..........Tulisan > ini berangkat dari bentuk keprihatinan atas moral anak manusia bangsa > ini. Sungguh tulisan ini kami buat, bukan untuk membuka aib orang lain > tetapi semata hanya untuk mengingatkan kepada para pembaca yang budiman > agar tidak tertipu seperti kami. Pengalaman kami ini semoga menjadi > pelajaran bagi kami dan harapannya kepada para pembaca semua. > > Kejadian > ini berawal dari tulisan kami tentang Taman Bacaan yang di muat di > salah satu surat kabar yang cukup terkenal di Yogyakarta. Ada seseorang > yang mengaku bernama Pak Gufron dengan no HP 081227283468 yang > berdomisili di Cempaka Putih Jakarta. Karena kebetulan istri beliau > tinggal di Banguntapan Bantul. akan menyumbangkan Al Qur'an berjumlah > 50 buah dan 60 buku berupa buku pelajaran SD s/d SMU & buku bacaan. > Bagaimana kami tidak bahagia, dengan jumlah buku yang sangat banyak itu > tentu akan menambah koleksi buku yang- sudah ada > di Taman Bacaan kami sekalipun masih sangat sedikit. Tanpa su'udzon > sedikitpun kami merespon positif tanggapan Pak Gufron. Komunikasi yang > kami lakukan via SMS & Phone. Dengan sangat meyakinkan kami, beliau > meminta ditransfer uang sebanyak 90 ribu sebagai ongkos biaya pengganti > pengiriman buku melalui PT Herona. Untuk menghindari kekurangan beliau > meminta kami mentrasfer uang sebanyak 100 ribu. Dengan bahasa SMS yang > meyakinkan sampai dengan menggunakan sumpah atas nama Allah akan > mengembalikan kembalian dari pengganti biaya dengan silaturrahim > langsung ke Pondok Yatim kami yang berada di Dsn. Miri RT 27 > Pendowoharjo Sewon > > Kemudian saya > menyampaikan kepada pengelola yang lain, karena uang yang akan kami > transfer adalah amanah untuk anak-anak Yatim di Pondok kami. Tentu, di > dunia maupun akhirat akan diminta pertanggungjawabann ya. Beliau meminta > kami mentrasfer melalui Bank Muamalat atas nama Agung Prasetio no > rek.9019331499. Setelah kami transfer beliau menyampaikan kira-kira > buku akan sampai 3 hari lagi. > > Beberapa saat kemudian beliau > menyampaikan, kalau putranya punya komputer pentium 4 dan sudah tidak > memerlukannya lagi. Beliau menyampaikan, apakah anak-anak > memerlukannya. Bagi kami ini sebuah karunia yang luar biasa, karena > selama ini anak-anak memang membutuhkan untuk tugas sekolah. Setelah > berembug dengan pengelola lagi kami mengiyakan > dan beliau meminta kami untuk mentransfer uang sebesar 150 ribu untuk > biaya travel. Karena kebetulan teman sejawatnya ada yang akan pulang ke > Brebah Sleman ada keperluan keluarga. Biaya ini akan digunakan untuk > menyewa satu tempat duduk di mobil travel. Teman beliau bernama Pak > Trisno no HP 081227283481. Beliau juga meminta kami mentrasfer di Bank > Muamalat atas nama Sutrisno no. rek 9057799599. > > Sampai saat itu > kami belum menaruh kecurigaan sama sekali. Kemudian saat akan berangkat > Pak Trisno meminta kami untuk menambah uang sebanyak 150 ribu lagi > karena komputer kami memakan dua tempat duduk. > Mulai inilah kami sedikit merasa ada yang kurang beres. Karena > keterbatasan dana kami, kami menyampaikan tidak dapat menambah lagi. > Sekalipun Pak Trisno keberatan mengantar kami akan mengambilnya ke > Brebah. Karena anak-anak sangat membutuhkannya. > > Hari sudah berganti, sampai kemudian 3 hari setelah waktu yang dijanjikan. > sampai hampir satu bulan,...... ......... ......... . > Buku > yang dikirimkan belum sampai juga. Begitu juga Pak Trisno juga tidak > sampai-sampai di Pondok. Harapan kami sirna seketika, ketika mengetahui > semua no HP tidak dapat kami hubungi. Lemaslah kami. Sekali lagi bukan > besar uangnya, tetapi berkaitan dengan amanah yang harus kami tanggung. > > MasyaAllah.. ..ternyata ada orang yang bisa berbuat kejahatan > sekalipun pada lembaga seperti kami, Pondok Yatim. Semoga Allah SWT > membukakan pintu hatinya untuk mengulangi kejahatannya lagi. Amiin. Dan para pembaca semua dapat mengambil pelajaran dari cerita kami ini. > > > > Nawati Meilina > > Pengelola Pondok Yatim Daaru Aytam Korban Gempa Bantul > HP Pondok : 02747159146 ( SMS Bisa ) > atau di sms ke GSM 08156887997 ( Ketua Pondok ) > > http://pondokyatim. multiply. com/journal/ item/84/SEMOGA_ TIDAK_TERULANG_ LAGI_ > > www.pondokyatim. net Satrio Arismunandar Executive Producer News Division, Trans TV, Lantai 3 Jl. Kapten P. Tendean Kav. 12 - 14 A, Jakarta 12790 Phone: 7917-7000, 7918-4544 ext. 4023, Fax: 79184558, 79184627 http://satrioarismu nandar6.blogspot .com http://satrioarismu nandar.multiply. com "Perjuangan seorang mukmin sejati tidak akan berhenti, kecuali kedua telapak kakinya telah menginjak pintu surga." (Imam Ahmad bin Hanbal) [Non-text portions of this message have been removed] New Email names for you! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/ [Non-text portions of this message have been removed]

