ente pernah ke neraka ya?, kok tau mereka BBAN?, berarti ente juga Ahli Neraka yg lg tunggu giliran dibakar juga.
----- Original Message ---- From: A Nizami <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Thursday, August 21, 2008 9:17:04 Subject: Balasan: Re: [ppiindia] Re: Surga Bukan Monopoli Muslim (Asghar Ali Engineer) Yah biarkanlah BBAN (Bahan Bakar Api Neraka) itu berpikir otak mereka yang tidak mampu menciptakan seekor lalat pun lebih cerdas daripada Tuhan. Nanti begitu dibakar di neraka baru mereka teriak-teriak minta ampun kesakitan... .:) Bagi Ummat Islam Allah itu Maha Mengetahui dan Al Qur'an itu tidak diragukan lagi kebenarannya. Sedang pikiran dan pendapat orang2 yang sesat itu memang sesat sejauh-jauhnya. --- si pitung <[EMAIL PROTECTED] com> menulis: > hah! anda pamer otak? > hahaha...kaga salah bang, maling teriak maling ya > ga sadar dirinya cuma modal cuap-cuap. > Berbicara ttg kafir-islam, surga-neraka, sdh > selayaknya seorang muslim menggunakan Alquran & > AsSunnah. Mungkin berat skali bagi orang yg tdk > menggunakan akalnya krn Alquran diturunkan kpd > manusia mau menggunakan akalnya. > bodoh? lbh baik ente ngemis beasiswa ke harvard > kaya' tmn2 komunitas TUK yg laen haha > orang bgini koq ngakunya pinter, ketika dijelaskan > bahwa surga diwariskan kpd siapapun yg beriman & > beramal soleh eh msh ga ngerti lalu > sekonyong-konyong koder mengkopas berita ttg guru > ngaji yg menyodomi muridnya. Apakah yg bgini disebut > argumentasi? haha memangnya sodomi itu amal soleh? > wah wah... > neh ane ksh tau ye wartawan simpatisan TUK yg dah ga > netral lg dlm memwartawakan berita! > orang2 yg berdosa, siapapun itu, bs msk surga jika > diampuni oleh Allah swt. Syaratnya apa? mereka mau > bertobat dg sungguh-sungguh, beriman dan beramal > soleh. > > kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal > saleh, maka mereka itu akan masuk syurga dan tidak > dianiaya sedikitpun QS19:60 > > udh ah, jgn sok suci ngurusin dosa orang laen, > mending ente bertobat slagi umur msh ada.. > > > --bang pitung-- > > > > > ----- Original Message ---- > From: masdimas62 <[EMAIL PROTECTED] com> > To: [EMAIL PROTECTED] s.com > Sent: Wednesday, August 20, 2008 9:12:37 PM > Subject: [ppiindia] Re: Surga Bukan Monopoli Muslim > (Asghar Ali Engineer) > > > Salam, > > Saya bukan orang TUK, tapi simpatisan TUK. > Pikiran-pikiran TUK sejalan dengan pikiran saya. > Saya senang diskusi agama dan tinggal di Jakarta. > Kalau FPI, MMI mau muncul adu argumentasi tentang > Islam > wah senang sekali.... > > Syaratnya,pertama, mau datang dengan otak bukan bawa > golok.Yang > muncul pemikir, bukan centeng-centeng yang kerjanya > mendengus-dengus > dan petentengan > Kedua, ususnya musti panjang, gak gampang kena arus > pendek, > muka merah dan plintir kumis > Dan ketiga, mau ditolol-tololin karena mereka memang > selama ini > tolol bener ha..ha..ha.. > > Dimas. > > --- In [EMAIL PROTECTED] s.com, "sautsitumorang" > <sautsitumorang@ ...> wrote: > > > > > > hahaha... > > > > > > perhatikan judul posting dari orang TUK ini!!! > > > > > > memang beginilah slalu gaya mereka ngomong soal > "Islam" di manapun > > terutama di luar Indonesia, seperti di Amrik, > Eropa Barat, Israel > dan > > Universitas Melbourne Australia. > > > > orang macam ini pulak lah nyang akan adakan > diskusi "Islam dan > Seni" > > di bulan Ramadhan yad!!! bisa dibayangkan gimane > aturan maennya > kan! > > hahaha... > > > > > > apa mereka (nyang ngaku-ngaku pembela "pluralisme" > dalam > > "berkeyakinan itu) berani ngundang FPI dan > organisasi semacam > untuk > > ikut juga jadi pembicara?! apa mereka memang sudah > "demokratis" , > > sudah "liberalis", sudah "pluralis", sudah > "HAMis", sudah > > "posmodernis" cuma bisa mereka buktikan dengan > mengundang jugak > para > > FPI, MMI dan kelompok Islam lain yang gak > seideologi > dengan "Islam" > > mereka!!! > > > > kalok nggak, ya Amerikanis dong namanye... > > > > > > hahaha... > > > > > > > > > > --- In [EMAIL PROTECTED] .com, MGR <indunisi@> > wrote: > > > > > > > > > Majalah TEMPO 18-24 Agustus 2008 > > > > > > WAWANCARA > > > Asghar Ali Engineer: > > > > > > Surga Bukan Monopoli Muslim > > > DI dunia muslim, Asghar Ali Engineer > > > dikenal gigih memperjuangkan kesetaraan gender > dan hak-hak > > perempuan. > > > Dia juga memberikan perhatian pada nasib orang > miskin yang > > dipinggirkan > > > karena struktur sosial yang timpang. Mereka, > mengutip sosiolog > Iran, > > > Ali Syariati, disebutnya sebagai orang yang > tertindas. Asghar > Ali > > tak > > > cuma bicara. Dia sendiri memimpin komunitas > Syiah Ismailiyah > Bohra > > yang > > > cukup terkenal di India. > > > > > > Belakangan, Asghar Ali kerap menyuarakan > pentingnya hubungan > > > saling menghormati antarpemeluk agama berbeda. > Dalam konteks > India, > > > tanah airnya yang acap diwarnai konflik antara > pemeluk Hindu dan > > Islam, > > > suaranya amat berarti. Untuk dedikasi mendorong > toleransi, dia > > > memperoleh penghargaan harmoni komunal dari > pemerintah India > pada > > 1997. > > > Asghar Ali lahir dari keluarga santri. Dia > belajar bahasa Arab > > > dari ayahnya, Syekh Qurban Husain. Dia juga > mendapat pendidikan > > sekuler > > > hingga memperoleh gelar sarjana teknik sipil > dari University of > > Indore. > > > > > > Pekan lalu, bersama sejumlah cendekiawan dari > kawasan Asia > > > Selatan, Asghar Ali berkunjung ke Indonesia. Ia > menyampaikan > ceramah > > > tentang Islam dan negara bangsa serta bertemu > dengan sejumlah > > > cendekiawan Islam Indonesia, antara lain bekas > presiden > Abdurrahman > > > Wahid.. Di sela kunjungan itu, Asghar Ali > menerima Nugroho > Dewanto > > dan > > > Iqbal Muhtarom dari Tempo. > > > > > > Mengapa belakangan Anda kerap menulis soal > teologi perdamaian > dan > > pluralisme religius? > > > Saya bahkan menulis buku tentang masalah itu. > > > Kedua isu tersebut sangat penting saat ini, > ketika terorisme > > terjadi di > > > mana-mana dan muncul kesalahpahaman bahwa Islam > mendukung perang > > serta > > > kekerasan lewat jihad. Padahal Islam > sesungguhnya mendukung > > perdamaian. > > > Seorang muslim menyapa dengan ucapan > assalamualaikum, yang > berarti > > > kedamaian untuk Anda. Begitu pentingnya konsep > damai dalam Islam > > > sehingga banyak disebut dalam Quran dan hadis. > Perang dalam Islam > > > memiliki konteks semata untuk bertahan. Nabi > mengatakan perang > suci > > > adalah jihad kecil, sedangkan memerangi hawa > nafsu merupakan > jihad > > > besar. > > > Dari mana kesalahpahaman ini dimulai? > > > Ketika kerajaan ditegakkan atas nama Islam, para > > > penguasa menyebut perang memperebutkan wilayah > sebagai jihad. > Arti > > > jihad pun berubah, dari upaya sungguh-sungguh > menjadi semata > perang. > > > Para teroris bahkan menggunakan istilah jihad > untuk membenarkan > > > pembunuhan terhadap orang tak bersalah, dengan > bom yang > diletakkan > > di > > > sembarang tempat. Padahal, dalam syariat jelas > disebut, dalam > perang > > > sekalipun tak boleh membunuh anak kecil, orang > tua, orang tak > > bersalah, > > > dan noncombatant� apalagi mengebom pasar. > > > Jadi tulisan-tulisan Anda tak cuma ditujukan > kepada pembaca > > nonmuslim, tapi juga untuk sesama muslim? > > > Ya, banyak nonmuslim yang salah paham terhadap > > > Islam. Tapi apa yang dilakukan para teroris yang > mengatasnamakan > > Islam > > > sesungguhnya juga tak sesuai dengan ajaran > Quran. Mereka salah > > memahami > > > jihad. > > > Anda mendorong pluralisme religius, padahal > ulama di sini > berfatwa > > bahwa pluralisme haram.... > > > Haram? (tertawa). Quran dalam surat Al-Maidah > > > mengatakan, "Kalau Allah menghendaki, niscaya > kamu dijadikan-Nya > > satu > > > umat (saja). Tapi Allah hendak menguji kamu > terhadap karunia > yang > > telah > > > diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah > berbuat > kebajikan." > > > Quran juga mengatakan bahwa surga bukan hanya > monopoli muslim, > tapi > > > juga untuk mereka yang percaya kepada Allah dan > hari akhir serta > > > melakukan kebajikan. Jadi, mencapai surga > bergantung pada > bagaimana > > > sikap dan perilaku kita, bagaimana kita > memperlakukan orang lain. > > > Kemanusiaan itu amat penting. Di India ada > begitu banyak agama, > dan > > > penganut Islam 150 juta orang. Mereka menerima > konsep masyarakat > > > majemuk. > > > Ulama mengatakan mereka menerima pluralitas tapi > menolak > pluralisme. > > � > > > Saya mengerti. Pluralisme merupakan konsep untuk > > > menerima perbedaan dalam beragama. Quran > mengakui semua nabi dan > > > menunjukkan perbedaan masing-masing mereka. > Quran menerima > keyakinan > > > Yahudi, Kristen, dan Sabiin. Kita diperintahkan > untuk saling > > > menghormati. > > > Di negara seperti Indonesia, tempat hidup > berbagai agama seperti > > juga di India, apa arti penting pluralisme? > > > Kita harus menerima pluralisme, karena sekarang > > > ini perpindahan penduduk terjadi di seluruh > dunia. Orang pindah > dari > > > satu negara ke negara lain. Kebanyakan muslim > hidup sebagai > > minoritas > > > di berbagai negara, seperti Amerika, Australia, > dan Eropa. > Bagaimana > > > jika warga negara-negara itu menolak kaum > muslim? Pluralisme pada > > > dasarnya adalah Anda bebas memeluk agama tapi > juga harus > menghormati > > > pemeluk agama lain. > > > Apa jadinya bila pluralisme ditolak? > > > Jika saya menghormati agamamu dan kamu > > > menghormati agamaku, tak akan terjadi konflik. > Bila sebaliknya, > > jelas > > > akan terjadi konflik. Kita diminta > berlomba-lomba dalam kebaikan, > > > tolong-menolong antarsesama, menegakkan > keadilan. Dengan cara > itu, > > kita > > > bisa mencapai surga. > > > Bagaimana semestinya posisi Islam dalam > kehidupan bernegara? > > > Quran tak bicara tentang negara, hanya bicara > > > tentang masyarakat. Dalam hidup bermasyarakat, > kita harus > menegakkan > > > keadilan, tak boleh ada eksploitasi, tak boleh > ada persekusi. > Quran > > > adalah buku panduan moral. Bagaimana kita > menjaga perilaku. > > Bagaimana > > > meminimalkan konflik. Itu semua pada akhirnya > akan bermanfaat > dalam > > > hidup bernegara.. > > > Agama tumbuh subur, tapi kenyataannya konflik > terjadi di seluruh > > penjuru dunia.� > > > Dalam konflik yang terjadi antarnegara atau di > > > antara dua individu, penyebabnya biasanya > ketidakadilan. Tidak > ada > > > penghormatan terhadap hak pihak lain. Ambil > contoh apa yang > > dilakukan > > > Amerika terhadap Irak, Afganistan, Pakistan, dan > Vietnam. Itu > adalah > > > bentuk arogansi. Dengan kekuasaannya, Amerika > membunuh jutaan > orang > > di > > > seluruh penjuru dunia. Siapa yang menghormati > hak orang lain, > tak > > akan > > > terlibat dalam konflik. > > > Mungkinkah umat Islam menjadi satu kekuatan > politik? > > > Muslim dapat menjadi satu kesatuan hanya dalam > > > soal agama, tapi tidak dalam soal politik. Kita > bicara dalam > bahasa > > > yang berbeda, memiliki budaya yang berbeda, > mengenakan pakaian > yang > > > berbeda. Satu-satunya yang menyatukan kita > adalah agama yang > sama. > > > Muslim tak pernah menjadi satu kesatuan politik > sejak dulu sampai > > > sekarang. Tiap negara dan penguasa memiliki > kepentingan berbeda. > > Mesir, > > > Suriah, dan Libya pernah bergabung dalam satu > negara Republik > > Persatuan > > > Arab, tapi cuma bertahan dua tahun. Pakistan dan > Bangladesh > akhirnya > > > berpisah. Indonesia dan Malaysia tak bisa > bersatu. > > > Bagaimana dengan kelompok Islam yang mendukung > konsep Khilafah > > Islamiyah? > > > Dalam sejarah Islam, khilafah cuma bertahan > > > selama 30 tahun. Sesudah itu, yang muncul adalah > kerajaan Islam > dari > > > berbagai dinasti. Sekarang umat Islam terpisah > dalam berbagai > > negara. > > > Mereka memiliki budaya dan tradisi yang berbeda. > Umat Islam dapat > > > bersatu cuma dalam kesatuan agama, bukan dalam > kesatuan politik. > > > Anda memimpin Center for Study of Society and > Secularism.. Apa > > sesungguhnya makna sekularime? > > > Saya tidak mengartikan sekularisme seperti di > > > Barat, yaitu pemisahan antara urusan agama dan > negara. Tiap > negara > > > memiliki sejarah berbeda. Sekularisme secara > sederhana, menurut > > saya, > > > adalah konsep hidup berdampingan secara damai > antarkelompok dan > > > penganut agama yang berbeda. Konstitusi di > negara saya, India, > > adalah > > > sekuler, padahal mayoritas penduduknya beragama > Hindu. Saya bebas > > > beragama dan menjalankan keyakinan Islam, tanpa > memandang rendah > > > pemeluk Hindu. > > > Di sini ulama juga mengharamkan sekularisme. > Bila ulama saja > susah > > memahaminya, bagaimana dengan orang awam? > > > Ya, saya tahu. Di negara saya, para ulama amat > > > menerima sekularisme karena dengan konstitusi > itu, sebagai > minoritas > > > kami dapat diperlakukan dengan adil. Mereka > menyebut India > sebagai > > > Darul Aman�ini kategori ketiga selain Darul > Islam dan Darul > Harb. Di > > > dalam Darul Aman, setiap muslim bebas > menjalankan keyakinannya. > Tak > > ada > > > intervensi negara dalam urusan seperti > perkawinan dan waris, > kecuali > > > ada ketidakadilan di situ. > > > Ada pula kelompok yang berpendapat Islam tak > kompatibel dengan > > demokrasi... . > > > Bagaimana mungkin? Konsep demokrasi itu baru > > > muncul jauh setelah lahirnya Islam. Quran tak > bicara apa-apa > tentang > > > sistem pemerintahan tertentu, apakah itu > demokrasi, > kediktatoran, > > atau > > > kerajaan. Quran hanya bicara tentang masyarakat. > Kita yang harus > > > mengatur tata kehidupan yang terbaik untuk diri > kita sendiri. > > > Apa pendapat Anda tentang formalisasi syariah? > > > Syariah adalah persoalan pribadi. Hukum syariah > > > jangan ditafsirkan oleh negara. Biarlah > masing-masing komunitas > > > melaksanakannya. Contoh terbaik adalah periode > Madinah, ketika > > pemeluk > > > Islam, Yahudi, dan Kristen hidup berdampingan > dan bebas > menjalankan > > > syariat mereka masing-masing. Negara hanya boleh > menjaga > ketertiban > > dan > > > keteraturan. > > > Bagaimana Anda melihat kasus Ahmadiyah di > Indonesia? > > > Saya sama sekali tidak setuju dengan ajaran > > > Ahmadiyah, tapi saya sedih melihat perlakuan > terhadap mereka. > > > Biarkanlah mereka menjalankan keyakinan mereka > dan biarkanlah > Allah > > > yang memutuskan nasib mereka kelak di akhirat. > Manusia tidak bisa > > > mengambil alih wewenang Allah. > > > Ulama di sini bisa menerima Ahmadiyah bila > mereka menyatakan > diri > > keluar dari Islam.... > > > Mengapa mereka harus menyatakan diri sebagai > > > nonmuslim? Biarkanlah mereka menyebut diri > muslim. Kalau > keinginan > > > seperti itu dilanjutkan, nanti penganut Syiah > dan Sunni juga akan > > > bertengkar, siapa yang paling benar. Akhirnya > semua kelompok > Islam > > akan > > > saling mengafirkan. > > > Apakah Anda melihat ada hubungan antara > penolakan terhadap > > > pluralisme dan sekularisme dengan meningkatnya > fundamentalisme > dalam > > > Islam? > > > Terorisme dan fundamentalisme bukanlah produk > > > agama. Ini adalah produk situasi sosial dan > politik. Apa yang > > dilakukan > > > Amerika di Palestina, tindakannya mendukung > Israel, aksinya > > menyerang > > > negara-negara Islam, semua itu menjadi penyebab > meningkatnya > > terorisme. > > > Siapa yang menciptakan Usamah bin Ladin? > Amerika! Ketika > > bergandengan > > > tangan dengan Amerika memerangi Uni Soviet di > Afganistan, Usamah > bin > > > Ladin tak disebut teroris, tapi mujahidin. > Usamah bin Ladin > bukanlah > > > ciptaan Islam. > > > Jadi tuduhan bahwa Islam merupakan agama teroris > itu tidak tepat? > > > Secara politik ataupun secara agama, tidak > > > tepat. Tidak ada agama yang mengajarkan > penganutnya melakukan > > > kekerasan. Agama selalu mempromosikan > kemanusiaan. > > > Bagaimana Anda memandang masa depan Islam dan > kehidupan > bernegara > > di Indonesia? > > > Indonesia sekarang sedang dalam ujian. > > > Konstitusinya mengakui demokrasi dan pluralisme. > Di masa lalu, > kami > > > mengagumi hubungan antarpenganut agama: Islam, > Kristen, Hindu, > > Buddha, > > > dan agama lain yang harmonis.. Kebetulan di > India juga ada banyak > > agama. > > > Tapi sekarang terjadi konflik agama di > Indonesia. Saya berharap > > > demokrasi dan pluralisme di Indonesia akan > bertambah kuat. > > > > > > Asghar Ali Engineer > > > Tempat dan Tanggal Lahir: > > > Rajasthan, 10 Maret 1939 > > > Pendidikan: > > > Belajar bahasa Arab dari ayahnya, Syekh Qurban > Husain > > > Menyelesaikan pendidikan sarjana teknik sipil > dari University of > > Indore > > > Karier: > > > Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Komunitas > Dawoodi Bohra, 1977 > > > Mendirikan Institute of Islamic Studies di > Mumbai, 1980 > > > Mendirikan Center for the Study of Society and > Secularism, 1993. > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been > removed] > > > ------------ --------- --------- ------ > > ************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat > Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in > Commonality & Shared Destiny. > http://groups. yahoo.com/ group/ppiindia > ************ ********* ********* ********* ********* ********* ********* ********* > ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ > Mohon Perhatian: > > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA > (kecuali sbg otokritik) > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg > akan dikomentari. > 3. Reading only, http://ppi-india. blogspot. com > 4. Satu email perhari: > ppiindia-digest@ yahoogroups. com > 5. No-email/web only: > ppiindia-nomail@ yahoogroups. com > 6. kembali menerima email: > ppiindia-normal@ yahoogroups. com > Yahoo! Groups Links > > > > > === Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta Informasi selengkapnya ada di: http://www.media- islam.or. id Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252 Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel Informasi selengkapnya ada di http://syiarislam. wordpress. com ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ Dapatkan alamat Email baru Anda! Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain! http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/ New Email addresses available on Yahoo! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/ [Non-text portions of this message have been removed]

