Apakah yang bisa kita lakukan untuk menghancurkan budaya negatif kita ini ???
Pesan saya : jangan pernah pilih pemimpin yang menyuap dan jangan pernah
memilih pemimpin dan partai yang bisa di suap !
======
Cerita Amplop Rp 500 Juta Agus Condro
Samsul MaarifINILAH.COM, Jakarta - Agus Condro mengatakan saat menerima amplop
putih berisi cek travel berjumlah Rp 500 juta. Siapa saja yang menerima dan
bagaimana kejadiannya? Berikut cerita Agus Condro kepada INILAH.COM.
Selasa 8 Juni 2004, Komisi IX DPR memilih Miranda Goeltom sebagai Deputi Senior
Gubernur BI, mengalahkan S Budi Rochadi dan Hartadi A Sarwono. Miranda yang
diajukan oleh PDIP, memperoleh 41 suara mengungguli S Budi Rochadi (12 suara)
dan Hartadi A Sarwono (1 suara) dari 54 anggota Komisi IX DPR yang hadir.
Jumlah anggota Komisi IX DPR 56, dua tidak hadir.
Sebelum pemilihan tersebut, Agus mengaku Ketua FPDIP Tjahjo Kumolo mengumpulkan
anggotanya untuk menyatukan suara memilih Miranda. Setelah terpilih, Dudhie
Makmun Murod memanggil Agus dan 4 anggota FPDIP lainnya ke ruangan Emir Moeis.
"Waktu saya datang, kita masuk berlima. Willem , Matheous Pormes, Muhamad
Iqbal, Budi Ningsih dan saya sendiri," cerita Agus kepada INILAH.COM, Rabu
(20/8).
"Waktu saya masuk, itu Pak Emir di ruangan. Pak Emir sudah duduk di kursinya.
Nah, kalau Pak Dudhienya duduk di sebelahnya Pak Emir," ujar dia.
Setelah itu, mereka berlima dibagi-bagikan amplop putih yang diambil Dudhie
dari meja Emir Moeis. Menurut Agus, isinya 10 lembar cek travel masing-masing
bernilai Rp 50 juta.
"Nah, setelah masuk semua disuruh membuka. Coba dilihat, coba dilihat. 10 loh
ya, 10 loh ya. Pas, kan?" cerita Agus menuturkan ucapan salah satu di antara
mereka yang tidak mau dia sebutkan namanya.
"Ngobrol-lah kita, ngobrol ngalor ngidul. Sudah ngobrol kita sudah turun,"
ujarnya.
Apakah Emir Moeis ikut menerima uang tersebut? "Ya, iya mas. Lah wong di depan
saya," katanya mantap.[L8]
[Non-text portions of this message have been removed]